Jodoh KEDUA

Jodoh KEDUA
Usaha Berikutnya


__ADS_3

Masih di acara makan siang Naina dan juga Nita, Naina akhirnya tuntas mencurahkan isi hatinya yang sukses membuatnya hari ini tak bersemangat. Nita pun sebagai pendengar setia seorang sahabatnya jadi ikut merasakan kekecewaan Naina saat ini. Namun semua kembali pada illahi yang memiliki kuasa penuh atas keinginan Naina tersebut. Karena tanpa izin Nya segala sesuatu tak akan terwujud.


"Nai, sepulang kita dari sini kamu harus semangat lagi ya, tadi kan beban fikiran mu sudah terbagi sama aku, pastinya sudah sedikit plong dong..?" tanya Nita memastikan bahwa sahabatnya sudah lebih baik dari sebelumnya.


Naina terdiam namun setelah itu ia tersenyum kecil dan mengangguki nasehat Nita.


Setelah menyelesaikan makan siangnya Naina dan Nita bergegas kembali ke kantornya.


Dan pukul 14.15 Wib, mereka tiba di koridor gedung PT. Prakarsa. Di simpang tengah mereka pun berpisah, karena Nita dan Naina memang beda staf.


Naina melangkah menuju ruang kerjanya dengan santai. Sambil menatap ponsel ditangannya, Naina tak menyadari jika Giyan berada 1 garis lurus dab berjarak semeter dengannya.


Giyan sengaja menghentikan langkahnya seraya memandang wanita yang melangkah maju dihadapannya, terlebih Giyan bersiap untuk sebuah moment yang memang telah ia tunggu saat ini.


Teruslah mendekat Naina, aku ada didepan mu. Buatlah jarak diantara kita sedekat mungkin, karena dengan begitu mungkin aku akan bisa membuat mu lebih bahagia. Batin Giyan bersuara dan berharap langkahnya dan juga langkah Naina bertautan.


Naina begitu serius dengan ponsel rupanya, hingga terus melangkah perlahan tanpa menyadari Giyan berada di depannya. Dan beberapa langkah lagi pasti akan menabrak tubuh kekar Giyan.


Giyan yang sepertinya bersiap untuk moment romantisnya itu sedikit grogi karena jantungnya berdegup lebih kencang dari sebelumnya. Namun Giyan beranikan dirinya untuk meneruskan tetap berdiri ditempatnya sampai Naina berada dalam dekapannya.

__ADS_1


Sekali saja Nai, jatuhlah dalam rangkulanku, setelah itu aku akan terus membuat mu tersenyum. Walau dengan merelakan mu bahagia dengan Reyhan. Hati Reyhan berucap lirih penuh harap.


Benar juga prediksi Giyan, Naina yang terus melangkah tanpa memandang aral didepannya. Dan pada akhirnya menabrak tubuh Giyan lalu nyaris terpental karena kaget. Badannya hampir terhempas jatuh, namun tidak, karena Giyan sudah siap mendekap tubuh Naina.


Pandangan merekapun bertemu, dan mereka berdua mematung untuk beberapa saat. Naina masih kaget dirinya bisa menabrak Bos gantengnya itu tepat di dada yang datar dan berotot, untunglah dirinya tak sampai jatuh karena lebih dulu tubuhnya ditangkap oleh Giyan.


Naina mendapati sorot tajam mata Giyan yang penuh makna, begitu sejuk dipandang. Hingga membuat Naina tak sadar, jika beberapa saat tubuhnya berpasrah dalam dekapan tangan Giyan yang kuat.


"Masih mau sedih lagi? Apa sekarang sudah jauh lebih baik? Aku harap usaha ku mengutus Nita bisa membuat mu lebih nyaman dan mengurangi kesedihan mu." ungkap Giyan tanpa melepas dekapannya dan terus menatap wajah ayu Naina. Karena sesungguhnya Giyan tak ingin moment seperti ini cepat berlalu.


Kebetulan atau karena keberuntungan mereka, keadaan kantor sepi, ada beberapa karyawan lain tapi mereka sudah mulai kembali bekerja diruangan masing-masing.


"Jadi Mas Giyan yang menyuruh Nita menemani aku makan siang?" jawab Naina dengan kembali bertanya pada Giyan, seraya melepaskan diri dari dekapan Giyan secepatnya.


"Untuk apa suruh Nita, kenapa ga Mas sendiri yang nemenin aku makan? Jadi kan Mas bisa ngerasain makan enak juga, ga buang uang sia-sia buat Nita." timpal Naina dengan polosnya.


Bukan buat Nita, Nai. Tapi semua ini buat kamu. Aku ga bisa melihat mu murung dan bersedih seperti itu. Jawab Giyan dalam hati.


"Baik lain kali aku yang langsung traktir kamu makan enak lagi. Bahkan lebih enak dari apa yang tadi kamu makan." ucap Giyan kegirangan tahu kalau Naina bersedia makan bersamanya.

__ADS_1


Naina tersenyum senang mendengarnya, dan Naina tak menyadari jika Giyan begitu karena benih cintanya sudah semakin berkembang di hatinya.


"Kapan Mas Bos?"


"Apanya?" tanya Giyan yang mendadak salah tingkah karena gejolak hatinya yang kian tak terkendali.


Naina menepuk jidadnya dan tertawa kecil, "Baru satu menit yang lalu buat janji, ditanya kapan eh malah belaga pilon. Mas ini, ganteng tapi kok koneksinya tulalit." ledek Naina yang mulai memancarkan keceriaan seperti biasanya.


Ini lah yang khas dari seorang Naina. Ia tak perlu sungkan untuk melempar candaan serta gurauan terhadap Giyan. Membuat Giyan selalu merasa nyaman berada di dekatnya. Dan tak khayal jika benih cinta yang tak pernah di duga sebelumnya, akan menjadi semakin kuat dan bersemi.


Giyan melotot sembari berusaha keras menutupi tingkahnya yang mungkin bisa membuat Naina tahu, jika saat ini hatinya tengah meletup-letup tak karuan


-


-


-


-

__ADS_1


#sekian dulu cerita Naina dan Giyan hari ini, apa yang terjadi di episode berikutnya? apakah cinta Giyan akan tumbuh subur diantara Giyan dan Naina?


Jangan pelit vote yah teman😍


__ADS_2