Jodoh KEDUA

Jodoh KEDUA
Wanita itu kamu!


__ADS_3

Giyan memang sengaja menyetir mobil dengan kecepatan sedikit lambat dari semula. Agar dirinya bisa lebih berlama-lama bersama Naina, walau hanya sebatas mengantarnya pulang.


Ada satu hal yang sangat Giyan sukai dari Naina, yaitu aroma parfum yang Naina kenakan sangatlah khas. Entah merk apa, yang pasti begitu harum dan sensasi wanginya sangatlah segar. Naina memiliki selera parfum yang apik, dan tidak suka bergonta-ganti parfum. Sehingga orang yang berada disekitarnya bisa hafal dengan aroma Naina. Termasuk Giyan yang setiap hari berkutat disekelilingnya. Sudah pasti hafal betul dengan aroma yang selalu ada jika Naina pun ada.


"Nai, Mas serius nih. Minta tolong carikan Mas jodoh. Mas sudah memasuki usia yang cukup matang lho untuk menikah." kali ini Giyan sepertinya serius dengan ucapannya.


Lalu bagaimana dengan perasaan anehnya kepada Naina? Apakah itu hanya perasaan suka sesaat? Mungkin kah rasa itu telah hilang?


"Iya Mas, nanti aku carikan yang pas buat Mas Giyan, tapi apa Mas bener tidak ada wanita yang lagi Mas taksir?" tanggap Naina dengan serius pula.


"Ada Nai, Mas lagi naksir seseorang. Tapi dia sudah menikah hampir 2 bulan yang lalu." tegas Giyan seraya menoleh ke arah Naina, menatapnya untuk melihat ekspresi wanita yang di maksud dalam pernyataannya tadi.


Lagi-lagi kata-kata Giyan membuat setruman kecil di hati Naina. Tak berani membalas tatapan Giyan, Naina malah terlihat salah tingkah sendiri. Di hatinya mulai muncul beribu pertanyaan yang tak bisa ia jawab.


Siapa wanita yang Mas Giyan taksir? Sudah menikah 2 bulan yang lalu? Mungkinkah itu aku yang di maksud? Tapi mana mungkin Mas Giyan bisa menyukai aku? Aaghhh...memangnya wanita yang baru menikah cuma aku? Pastilah wanita lain yang Mas Giyan sukai. Seperti itu contoh beberapa pertanyaan yang timbul di hati Naina.


Cukup lama Naina bungkam hingga membuat Giyan bingung terhadap ekspresi yang didapatinya.


Mengapa Naina tak memberinya jawaban lagi. Pikirnya dalam hati.

__ADS_1


"Nai, kok malah bengong sih?" tanya Giyan seraya menginjak rem mobilnya.


Kini mereka telah sampai di halaman rumah Naina yang lumayan cukup luas juga bersih.


Dan Naina pun tak menyadari bahwa mobil yang melaju membawanya kini telah berhenti tepat di depan rumahnya sendiri.


"Nai,...." panggil Giyan dengan menatap lembut Naina yang masih mematung dan bisu. Giyan Bingung mengapa Naina jadi canggung seperti ini? Apa mungkin ucapannya tadi ada yang salah?


"Eh iya Mas, kenapa?" jawab Naina sedikit kaget karena Giyan memanggilnya.


"Kamu nglamunin apa Nai? Mas boleh tahu?" Giyan mencoba mencari tahu apa yang Naina pikirkan sedari tadi.


"Siapa wanita yang Mas sukai itu?" tanya Naina langsung pada pokok pertanyaan yang tak bisa ia jawab sendiri.


Dan tak khayal Naina pun super terkejut dengan jawaban yang Giyan lontarkan kepadanya. Ia menatap Giyan lekat dan dengan ekspresi yang tak percaya, Naina mencoba menelisik dan menyelami hati Giyan. Mencoba mencari tahu kebenaran fakta baru yang tadi di dengarnya.


Mendapati Naina yang penuh selidik, Giyan buru-buru menata hatinya dan berusaha mengalihkan perhatian Naina. Ia tak bermaksud mengatakan sesuatu yang mungkin bisa merusak hubungan baiknya dengan Naina selama ini.


Aduh.., ini mulut kenapa pake keceplosan segala sih? Pake ngaku di depan Naina lagi. Dasar payah....! Gerutu Giyan pada diri sendiri.

__ADS_1


"Maksud ku, yang pastinya bukan kamu Nai. Jangan dulu ke PD an gitu napa?" elak Giyan seraya membuang pandangan dari sorotan tajam mata Naina.


"Sudahlah Nai, kamu jangan pikirin siapa dia, yang pasti Mas sudah belajar mengikhlaskannya. Karena Mas juga tahu dia sudah bahagia dengan pilihannya." sambung Giyan menjelaskan, yang kali ini ia katakan dengan memandang wajah Naina penuh pilu. Karena hanya Giyan yang tahu jika wanita yang di maksud adalah wanita yang sama, yang ada di hadapannya saat ini.


"Apa wanita itu tahu kalau Mas menyukainya?" tanya Naina semakin ingin tahu.


Giyan tersenyum simpul tanpa melepaskan pandangannya itu.


"Dia tidak tahu. Karena Mas belum pernah mengatakan itu. Sekarang yang bisa Mas lakukan hanya mendoakan wanita itu agar terus berbahagia dengan suaminya." suara Giyan seakan bergetar mengungkapkan isi hatinya itu pada Naina.


Walau tak secara langsung Giyan telah menceritakan isi hatinya pada Naina. Tanpa di sadari Giyan telah mengutarakan bahwa dirinya telah menyukai Naina.


-


-


-


-

__ADS_1


#Setelah itu apa yang akan terjadi lagi pada si ganteng Giyan yang malang, dan Naina yang mulai terkena percikan sengatan listrik cinta Giyan? Bagaimana pula dengan Reyhan?


Terus ikuti dan dukung ya guys.. biar semangat nulis episode selanjutnya.😇


__ADS_2