
"Gila kau Fadia.. Kenapa dia kau suruh kesini? mau cari mati Fad? Fad.. Aku tidak mau jadi janda muda.." rengek Elsa melihat orang yang baru saja datang ke toko rotinya untuk melancarkan rencana Fadia.
"Kau diam lah.. Aku pun jadi takut.. Kau tengok dulu itu tatapan mata suami ku." Fadia bolak-balik menelan saliva karena tatapan Harry tak lepas darinya.
Orang itu menuju steling yang berisi jajaran jenis roti. Dengan sigap Fadia dan Elsa mendekati orang itu.
"Mau yang mana?" tanya Elsa cuek.
Fadia berdecak. "Ck.. Kau ini bisa akting tidak sih El?"
Orang itu menggeleng kepala melihat kelakuan Fadia selalu saja tidak berubah.
"Elsa bukan kau Fadia.. Bagaimana bisa aku harus berakting masih sayang sama dia sedangkan aku sayang nya ke kau."
Ya, orang itu adalah Niko mantan pacar Elsa namun perasaannya masih dengan Fadia. Dan Elsa sudah mengetahui hal itu.
"Ayolah.. Ini demi 500 ribu Nik.." rengek Fadia dengan suara pelan. Niko melihat itu pun gemas langsung mengacak rambut Fadia.
Elsa melihat adegan itu pun hanya bisa menghela nafas. "Sebenarnya ini mau buat suamiku ngakui perasaannya atau mau buat suami mu ngamuk Fad?"
"Ah iya aku lupa.. "
Elsa dan Niko mulai mengobrol seperti biasa. Karena Niko adalah tipe pria yang humoris tentu sangat mudah mencairkan suasana bahkan Fadia juga ikut tertawa karena lelucon dari Niko.
...****...
Harry terus memperhatikan sang istri yang tertawa lepas dengan orang yang masih memiliki perasaan pada istrinya.
Cemburu.
Selalu saja istrinya itu bisa membuat ia cemburu setiap harinya. Hah.. Bukan berarti Fadia bersama dengan pria lain setiap harinya. Melainkan ia sering sekali cemburu pada hal-hal yang membuat ia di abaikan.
Sering sekali ia cemburu pada bawang, cabai, tomat, dan berubah menjadi makanan. Kenapa cemburu? karena Fadia lebih fokus dengan itu dari pada memperhatikan dirinya kalau sudah asyik memasak.
Aneh bukan?
Sedang Ricky memperhatikan interaksi ketiga orang itu, ia belum tahu siapa pria yang bersama sang istri dan juga istri sahabatnya itu. Tapi dapat ia simpulkan bahwa pria itu sangat dekat dengan Elsa dan Fadia.
Matanya membulat sempurna kala pria itu mengecup pipi istrinya. Dengan gerakan spontan ia berdiri hingga kursi bahan plastik itu tergeser nyaring.
Rahang nya mengeras karena ia tidak suka miliknya di sentuh pria lain. Setelah menikah ia benar-benar setia dan hanya Elsa yang ia sentuh dan akan hanya Elsa.
Bugh
Satu pukulan ia layangkan ke sudut bibir Niko dan ia sudah terserobok ke lantai. Dan hal itu membuat kedua ibu hamil teriak histeris. Beruntung keadaan toko lagi sepi.
"Kak Ricky apaan sih?" sungut Fadia dan Elsa bersamaan sembari membantu Niko berdiri. Sedangkan Ricky hanya menjadi penonton dengan cemburu yang ia tahan.
"Kamu masih membantunya El? Siapa dia? kenapa berani cium pipi kamu?" cerca Ricky yang sudah emosi dan cemburu.
__ADS_1
"Cium pipi?" Fadia, Niko, dan Elsa terperanjat lalu saling melirik dengan menahan senyuman.
Sebenarnya adalah Niko tadi berbisik pada Elsa membicarakan bagaimana reaksi Harry setelah Fadia berdekatan dengan Niko. Karena posisi Elsa dan Niko berhadapan dan Ricky melihat dari sisi samping menjadi terlihat seperti Niko mencium Elsa.
"Iya, kamu tidak ingat kalau sudah punya suami?"
"Ingat kak.."
Fadia melirik Niko dan memberi kode untuk melancarkan aksinya. Dan Niko mengangguk kecil.
"Kalau punya suami tapi tidak mencintai istrinya buat apa di pertahankan?"
Deg
Pertanyaan itu seperti menghujam hati Ricky. Ia tidak tahu bagaimana perasaan nya terhadap sang istri. Dan ia akui, dari menikahi Elsa sampai sekarang tidak pernah menyatakan perasaannya.
"Apa maksud mu?" tanya Ricky.
"Kurang jelas? kamu tidak mencintai istrimu kenapa harus di pertahankan? lepaskan dia biar Elsa bahagia bersamaku." jawab Niko dengan lantang sehingga tidak ada yang curiga jika ia sedang berakting.
Ini hanya demi Fadia, bukan Elsa. batin Niko.
"Tidak. Aku tidak akan melepas Elsa. Tidak akan pernah."
Fadia dan Elsa hanya bisa menahan senyum. Sedang Harry masih setia menonton adegan tersebut namun pandangan nya terus tertuju pada sang istri,Fadia Rahayu.
"Siapa bilang? Tahu apa kamu tentang perasaan ku?" elak Ricky.
Fadia dan Elsa mendengar jawaban Ricky mendadak lesu.
"Ck.. Tinggal bilang aku tidak mencintai Elsa saja apa susah nya?" Sedari tadi Niko sengaja membuat Ricky geram padanya agar mengakui perasaan nya.
Suasana mendadak hening karena Ricky tidak menjawab. Fadia sudah menyerah kalau ia akan kalah taruhan.
"Aku mencintai Elsa." ucap Ricky lirih. Cukup lama ia menyelami isi hatinya.
"Kalau ngomong itu yang jelas jangan kayak kumur-kumur."
"AKU MENCINTAI ELSA." ucap Ricky lantang.
Hening
Dan
"Yeeeyyy Aku menaang..." Fadia kegirangan langsung mengambil uang taruhan di atas meja.
"Kalau gitu aku balik ya Fad, El.. Dan makasih bogeman nya."
Harry sudah yakin jika itu rencana sang istri karena ia memperhatikan gerak gerik sang istri.
__ADS_1
Ricky menatap Elsa yang menangis bahagia akhirnya sang suami menyatakan cinta untuknya dan ia sedih uang lima lembar ratusan ribu nya sudah di tangan Fadia.
"Fadia Rahayu.." ucap Harry menyebut nama lengkap sang istri.
Fadia yang sedang menghitung uang hasil taruhan dengan senyum mengembang mendadak luntur. Ia menelan saliva kasarnya lalu berbalik menatap sang suami.
"Iya mas." ia meringis menatap tatapan sang suami mengintimidasi dirinya.
"Apa dia mengacak rambut mu termasuk dari akting kalian?"
Tubuhnya menegang baru tersadar kesalahan nya. "Itu.. Emm tidak sengaja mas."
Harry mengangguk-angguk saja dan masih menatap Fadia. "Ayo kita pulang."
"Sebentar, mau bayar roti yang tadi ku makan dulu."
Fadia memberikan selembar uang ratusan ribu dan Elsa membuka laci meja kasir memberi kembalian uang Fadia.
"Besok aku main ya kerumah." ucap Fadia kepada Elsa dan di jawab dengan anggukan.
"Siapa yang ijinkan kamu keluar?"tanya Harry.
"Maasss.. Ihh Kamu ah, kan besok kamu libur kerja." rengek Fadia.
"Karena libur jadi kamu harus aku kurung di rumah. Ayo kita pulang." titah Harry tidak bisa dibantah.
Fadia hanya mencebik bibir karena kesal namun tetap melangkah keluar toko.
"Dasar Harry gendeng."
"Kamu? ibu hamil pembuat onar."
"Semoga saja sifat jelek kamu tidak nurun ke anak kita." sambung Harry lagi.
Fadia menghentikan langkahnya. "Jadi maksud kamu, anak kita harus kayak kamu? lempeng saja gitu hidup nya? mana enak, harus ada jalan berliku nya juga. Seperti satu paragraf, dia harus melewati beberapa koma, tanda seru atau tanda tanya hingga diakhiri dengan tanda titik."
"Kamu ini dari dulu ngeyel sih Yu? nurut nya cuma sebentar." gerutu Harry.
Fadia yang sadar bila suaminya mulai kesal dengan nya pun akhirnya menggoda Harry.
"Aku nurut kalau di bawah kuku ngan kamu mas, aku nurut mengikuti permainan mu, aku nurut saat kita sedang bercum bu, aku nurut saat kamu bermain di itu ku terus kamu bilang 'nikmati saja'."
Lihatlah, Istri nya itu hanya mengatakan kejujuran tapi ia sudah terpengaruh bahkan junior kebanggaan nya sudah mulai bangun.
"Ayo kita pulang sayang.. Sepertinya memang aku harus buat kamu nurut."
🌸
Bersambung..
__ADS_1