Jodoh KEDUA

Jodoh KEDUA
Kotak kado


__ADS_3

Satu jam kemudian Ketiga pasangan itu keluar kamar setelah membersihkan diri dan tampak lebih segar lagi.


3 pria beda generasi itu tampak lebih segar dan mengembangkan senyuman bahagia nya. Sedangkan tiga wanita mereka tampak murung karena kelelahan terlebih Fadia sang pengantin baru. Sampai pukul 3 sore belum juga tidur akibat suaminya.



Beruntung Fadia membawa baju ganti karena takutnya Harry akan meminta menginap di rumah jabatan. Dan sekarang Fadia dan Harry sama-sama memakai kaos putih lengan panjang. Fadia memakai celana jeans sedangkan Harry memakai celana pendek berbahan kain.


Ketiga pasangan itu duduk di ruang tamu masih dalam diam. Tapi ketiga pria itu diam dalam senyuman.


"Dasar cucu gila tidak tahu waktu. Nenek sangat capek karena ulah mu." gerutu sang nenek.


"Iya memang anak gila kamu Harry.. Ah kamu membuat badan ibu remuk."


Harry tidak menjawab malah semakin menyunggingkan senyuman tanpa merasa bersalah. Dan hal itu berhasil membuat Fadia bertambah kesal pada Harry.



"Kamu kenapa tidak merasa bersalah sih?" sungut Fadia yang sudah kesal dengan Harry.


Akhirnya Harry mengeluarkan suara karena ketiga wanita tersayang nya sudah bersuara. Sebenarnya ia hanya ingin melihat reaksi Fadia saja.


"Nenek.. Ibu... Aku hanya membujuk istriku agar tidak cemburu lagi karena istriku ini cemburu kalau aku hanya menikmati kue nya saja tapi tidak dengan si pembuat kue." ucap Harry santai tanpa beban dan tersenyum menatap Fadia.


Yang mendengar ucapan Harry pun menganga tidak percaya dan semua orang menatap Fadia. Dan hal itu sukses membuat Fadia malu.


"Dasar menyebalkan. Aku tidur sama Gadhing malam ini." cetus Fadia memalingkan wajah.


Semua orang tertawa tapi tidak dengan Harry yang masih memasang wajah santai tanpa dosa nya itu.


"Ya sudah. Aku juga tidur sama Gadhing atau kamu aku gendong ke kamar biar bisa tidur berdua." jawab Harry santai.


Fadia melengos karena tidak ada gunanya mengancam Harry begitu.


Cup


Harry mengecup pipi Fadia. Dan semua orang melengos kecuali Fadia yang menunduk malu.


"Kebiasaan. Kamu kira hanya kamu yang bisa mesum? bapak juga."


Akhirnya 3 pria beda generasi itu mengecup pipi istrinya masing-masing.


"Astaga.. ada apa dengan kalian hari ini?"


****


Akhirnya mobil yang di sewa Harry untuk mengantar keluarganya ke Bandara Kualanamu telah berangkat. Nasihat-nasihat telah terucap dari mereka untuk sepasang pengantin baru ini.


Harry meraih pinggang Fadia merangkulnya dengan posesif. "Maaf."


Fadia mendongak kemudian menatap lurus ke jalan raya lagi. "Ayo Gadhing.. Kita pulang." ucapnya menggandeng tangan Gadhing.

__ADS_1


"Kita mau pulang kemana?" tanya Harry mengikuti Fadia dan Gadhing.


"Kerumah ku." jawab Fadia ketus.


Harry diam saja karena ia tahu Fadia masih kesal dengannya. Nanti saat di rumah baru ia akan menyelesaikan masalahnya.


"Bunda marah sama ayah?" tanya Gadhing.


Fadia gelagapan ditanya seperti itu. Tapi tunggu. Dari mana Gadhing tahu? Fadia pun menoleh ke arah Harry yang sedang tersenyum penuh maksud itu.


"Gadhing tahu dari mana?"


"Dari ayah."


"Iya bunda marah karena ayah sudah jahat sama bunda."


Gadhing berhenti lalu menghampiri Harry di belakang mereka.


Plak.


"Ayah tidak boleh jahat sama bunda." Gadhing melayangkan pukulan dan berkacak pinggang.


Harry terkekeh melihat tingkah lucu Gadhing dan ia bangga pada anak sambungnya karena melindungi sang ibu.


Harry menggendong Gadhing mengacak rambutnya dengan gemas. Harry mendaratkan kecupan di pipi Gadhing dan mengecup kening Fadia.


"Maafin ayah ya Gadhing... Maafin ayah juga ya Bunda..." ucapnya seraya menggandeng Fadia menuju sepeda motor matic Fadia.


"Gadhing naik di depan ya.." ucap Harry karena cemburu pada Gadhing saat mereka pergi mengantar keluarganya ke kota Gadhing duduk di tengah menjadikan Fadia jauh darinya.


"Memangnya kenapa yah?" tanya Gadhing.


"Bunda kalau jauh dari ayah nanti bisa jatuh sayang.. Gadhing naik di depan ya kan dekat ayah juga." ucap Harry beralasan.


"Modus." ucap Fadia yang sedari tadi diam saja.


Harry hanya terkekeh melajukan sepeda motornya.


****


"Sudah selesai packing nya Yu?" tanya Harry.


"Sudah. Ayo kita makan malam." ajak Fadia bangkit dari duduknya.


Tapi Fadia kalah cepat. Pinggang Fadia sudah di sekap Harry dan berakhir di pangkuan Harry.


Di letakkan dagunya di pundak Fadia.


"Maafin aku.." Ia merasa harus mendengar Fadia sudah memaafkan nya. Karena sedari tadi ia merasa di abaikan oleh Fadia.


"Kamu membuatku malu Harry.. Maaf. Mungkin aku belum banyak tahu sifat mu."

__ADS_1


Harry menggeleng. "Aku yang kelewatan padamu. Maaf sayang."


Fadia hanya mengangguk. "Aku lapar."


"Baiklah." Harry memegang kedua sisi wajah Fadia mendarat banyak kecupan disana.


"Ayo."


Fadia pun bangkit dengan tangan di genggaman Harry. Ia berjalan sambil menatap tangan yang di genggam Harry. Sekelebatan kisah masa lalu nya. Jangankan tangan di genggam. Berjalan beriringan saja bisa di hitung dengan jari.


Ia ingat dulu saat hamil Gadhing. Jangan kan di genggam tangan nya karena sedang hamil besar harus hati-hati. Di tungguin saja tidak. Bahkan dikatain lamban buang-buang waktu.


Sekarang bolehkah ia mengatakan terimakasih pada mantan suaminya yang sudah mengusir nya? Ingin tahu alasan nya mengapa? karena dia telah mengusir dirinya dan Gadhing maka ia bisa bertemu dengan Harry. Jodoh Kedua yang akan ia jadikan jodoh terakhir nya.


"Gadhing dan Dita kemana mbak?" tanya Fadia saat baru sampai di meja makan.


"Ke rumah ibu lihat kambing melahirkan."


"Segini cukup?" tanya Fadia menyerahkan sepiring nasi.


Harry mengangguk."Terimakasih Yu."


Usai makan malam Fadia mendatangi rumah Elsa. Ia rindu dengan sahabatnya itu. Ia pergi sendiri meninggalkan Harry yang sibuk merapikan kado-kado dari tamu undangan mereka kala itu.


"Oh hasianku..." teriak Elsa kegirangan kemudian memeluk Fadia.


Fadia membalas pelukan Elsa. "Aku merindukan mu."


"Sama. Bagaimana malam pertama nya?" tanya Elsa sangat antusias.


"Menikahlah biar tahu rasanya. Tapi aku sangat lelah El. Pinggang ku pegal-pegal. Dia sangat semangat tidak pernah capek. Astaga.." keluh Fadia.


"Aahh.. Jangan suruh aku cepat menikah. Aku masih sebal dengan Niko. Beberapa hari ini di seperti menghindari ku di tambah kamu tidak lagi menemani ku tidur membuatku semakin galau."


Keduanya larut dalam obrolan yang di dominasi Elsa curhat karena Niko menghindarinya.


****


Di kamar Fadia, Harry masih sibuk menata kado-kado yang berantakan. Tapi ia di buat penasaran dengan 6 kotak kado berbentuk hati yang berukuran sedang di susun menjadi 1.


Ia pun beralih mengambil nya dan membuka satu persatu. Dan membuat ia semakin penasaran karena di kotak kado itu tidak tertera nama siapa yang mengirimnya.


Setelah di buka satu persatu kotak itu membuat dada nya sesak saat mengetahui isi nya.


"Astaghfirullah... Aku rasa pergaulan ku dengan Ayu terbalik. Ayu hidup di desa tapi lihatlah ini.. Sialnya aku tahu orang-orang ini. Sedangkan aku hidup di kota malah tidak sebebas itu bahkan aku merasakan nya atas paksaan istriku."


🌸


Bersambung...


Penasaran isi kotak kado nya apa?

__ADS_1


di like dan vote yuk biar emak buat bab batu dengan semangat..


__ADS_2