Jodoh KEDUA

Jodoh KEDUA
Eps. 23


__ADS_3

🌷🌷🌷Setelah mendapatkan tempat yang dirasa nyaman, Naina duduk dan disusul dengan Giyan. Sengaja Giyan tak langsung memesankan menu makan siang untuk Naina karena tak mau membuat Naina curiga bahwa dirinya telah mempersiapkan semua ini. Walau pada awalnya Naina yang sudah mengajaknya makan siang bersama. Jauh dilubuk hati terdalam Giyan tak memungkiri jika dirinya teramat bahagia bisa mendapatkan kesempatan langka seperti ini. Biasanya jika iya Naina mau mentraktir dirinya, pasti selalu ada Tika dan Nita yang menjadi pengawal setia Naina. Tapi kali ini yang membuat Giyan sedikit penasaran dari awal Naina mengajaknya untuk makan siang bersama, Naina tak menunjukan tanda-tanda jika dirinya juga akan mengajak Nita dan Tika. Jadi Giyan akhirnya memutuskan untuk mempersiapkan tempat ternyaman mungkin untuknya dan Naina menikmati makan siang bersama.


🌻🌻Tak selang beberapa lama setelah Naina dan Giyan duduk, seorang pelayan yang juga rupanya telah mengenal baik Naina dan Giyan pun menghampiri mereka.


"Waaaah, Mas Giyan dan Mbak Naina baru kelihatan nih. Lama yah baru kesini lagi?" Sapa seorang pramusaji yang melayani meja hidang Naina dan Giyan.


Naina dan Giyan kompak memandang dan tersenyum simpul ke arah sang pramusaji yang memang sudah mereka kenal lantaran sudah berlangganan di kantin bu Iin.


"Mas Joko kangen yah sama kita? Buktinya kita absen beberapa hari saja sudah dibilang lama" Jawab Naina ramah pada pramusaji yang bernama Joko purnomo tersebut.


"Iya mbak, semua yang langganan di kantin ini selalu bikin kangen termasuk mbak Naina ini, pelanggan yang paling cantik dan baik hati" Goda Mas Joko pada Naina seraya menyodorkan buku menu pada Naina dan Giyan.


Giyan yang menerima buku menu dari tangan Naina yang lebih dulu menerimanya dari Joko, lumayan dibuat kaget dengan ucapan si Joko yang menggoda Naina. Giyan berfikir dirinya kalah berani dalam mengungkapkan apa yang sebenarnya ada di benaknya. Joko mungkin bisa jujur mengatakan bahwa Naina pelanggannya yang paling cantik dan baik hati, namun dirinya tak bisa mengatakan bahwa kecantikan Naina kini berhasil mencuri cinta dihatinya.


"Mas Joko bisa ajah, masih hafal kan mas menu favorit aku?" Jawab Naina seraya menutup buku menu setelah dibukanya tanpa melihat secara seksama.


Dengan mrenges kecil Joko pun membalas " tentu dong mbak, Nasi uduk sambal kacang kan, tanpa telor dan Jus melon susu coklat. Itu kalau masih jadi kesukaan mbak Nai".


Naina tersenyum karena pramusaji sudah hafal apa yang dirinya kehendaki untuk bersantap siang saat ini. Giyan pun sebenernya sudah menebak Naina pasti akan memesan kesukaannya itu. Giyan sudah hafal dengan baik apa saja kebiasaan dan kesukaan Wanita si empunya hati. Namun disamping itu Giyan selalu pandai menyembunyikan itu semua dari siapapun termasuk Naina.


"Mas Giyan sendiri mau pesen apa Mas?" Tanya si Joko sambil memandang pada sosok Giyan yang sedari tadi anteng tak bersuara.


"Aku mie aceh saja Mas Joko, minumnya cukup lemon tea" Jelas Giyan pada Joko.


"Siaaap bos".

__ADS_1


Selesai mencatat pesanan Naina dan Giyan, Joko pun berlalu meninggalkan Giyan dan Naina. Setelah kepergian Joko Naina mulai bersiap membuka topik pembicaraannya dengan Giyan. Tapi entah mengapa ada rasa berat dan canggung yang tiba-tiba merambat dihati Naina. Naina sendiri tak mengerti mengapa ada perubahan rasa yang mendadak seperti ini. Biasanya tak segrogi ini jika berdua dengan Giyan.


Sementara Giyan tak kalah groginya berhadapan dengan wanita yang sudah bersuami tersebut, yang selama ini sukses mencuri hati dan cintanya. Hari itu dimata Giyan Naina terlihat lebih cantik dari biasanya. Dengan rambut tergerai dan kemeja putih lengan panjang yang ditekuk, serta kaca mata baca yang biasa Naina pakai di naikan keatas kepala menyerupai bando. Sungguh sangat modis dan cantik mempesona. Apalagi jika ditambah dengan senyuman manis yang siap melelehkan hati siapapun yang melihatnya. Tak khayal jika Giyan sangatlah jatuh hati padanya.


"Bos, boleh aku bertanya tentang hal pribadi?" Tanya Naina langsung pada pokok inti untuk membuka topik yang ingin ia utarakan pada Giyan.


"Soal apa? Jika soal cinta, sudah ku bilang cintaku sudah dimiliki oleh wanita yang kini sudah bersuami, aku hanya bisa mendoakannya agar aku selalu bisa melihat senyumnya". Jelas Giyan sembari menatap dalam-dalam Naina. Seakan mengisyaratkan bahwa Naina lah yang menjadi wanita pujaannya tersebut.


Mendapat tatapan seperti itu Naina semakin deg-degan menghadapi Giyan. Mendadak ada rasa aneh yang mencuat ketika Naina balas menatap mata yang memandang dalam kearahnya. Namun Naina buru-buru menepis kemelut yang timbul agar dirinya tak sampai salah tingkah didepan Giyan.


"Bolehkah aku mengobati rasa sakit akibat mencintai wanita bersuami mu itu bos?" Ucap Naina yang sepertinya sangat menyejukkan hati Giyan hingga Giyan tak menyangka Naina berucap demikian.


"Obatilah secepatnya Nai, agar aku tak menjadi manusia yang tak punya hati akibat hati ku telah tercuri habis olehnya. Karena mungkin hanya kau yang bisa" Jawab Giyan penuh perasaan dan harap pada Naina.


Naina merasa mengapa momen santap siangnya kali ini suasananya begitu syahdu dan romantis. Seperti akan ada sejoli yang menuai bui kasih. Padahal niatnya mengajak Giyan makan siang bersama, hanya untuk mengatakan niatnya yang ingin mengenalkan Giyan pada Salsa. Tapi mengapa dirinya justru terjebak pada situasi seperti ini, membuat lidahnya semakin kelu mengatakan niatnya itu. Lantaran Giyan pun selalu mengeluarkan kata-kata yang membuat hatinya berdesir bak di padang pasir.


"Apapun yang kau anggap dapat mengobati luka di hati ku, berikanlah pada ku. Aku pasti akan menerimanya". Tegas Giyan.


Rupanya Giyan sangat pandai membaca pikiran Naina. Hingga dirinya tahu apa maksud yang tersirat dari kata-kata Naina sebelumnya. Naina ingin menjodohkannya dengan seseorang. Sebelum Naina menjelaskan secara langsung Giyan sudah menyetujuinya tanpa berpikir panjang.


"Maksud bos??"


Justru disini lah Naina yang kebingungan dengan jawaban Giyan.


"Katakanlah Nai, siapa wanita yang ingin kau jodohkan dengan ku?"

__ADS_1


Pertanyaan Giyan kali ini lebih membuat Naina tercengang. Dari mana Giyan tahu tentang niatnya itu. Hanya dirinya dan Reyhan yang baru mengetahui rencana ini.


Belum sempet dijawab oleh Naina Giyan melancarkan serangan lagi pada Naina dan berkata "Aku akan menyetujui perjodohanmu Nai, tapi dengan satu syarat!" Giyan terus menatap Naina dan tersenyum melihat ekspresi Naina yang bercampur aduk.


"Apa syaratnya bos?"


"Kamu yang harus bertanggung jawab atas perjodohan ini. Jika kelak dikemudian hari akan terjadi masalah yang disebabkan bukan kesalahanku, kamu sendiri yang akan menggantikan posisi dirinya dihidupku".


Naina tertegun mendengar syarat yang diajukan oleh Giyan. Diri nya tak berpikir panjang atas perjodohan ini.


🌻


🌻


🌻


🌷🌷🌷Bersambung🌷🌷🌷


🌻


🌻


🌻


🍀🍀Nantikan Episode selanjutnya yang akan memulai konflik lebih rumit lagi setelah perjodohan Giyan.

__ADS_1


Untuk semangat aku, jangan lupa mohon vote dan dukungannya terus guys..😉


__ADS_2