Jodoh KEDUA

Jodoh KEDUA
Bab 26


__ADS_3

Beberapa pasang mata tertuju pada dua Orang yang baru saja memasuki gedung diadakan nya resepsi.


Tentu saja mereka tau siapa Pria dan Wanita yang baru saja memasuki area resepsi. Nakula, Bos serta pewaris tunggal dari kerajaan bisnis tempat mereka bekerja. Dan satu lagi, Wanita cantik yang kini berjalan dengan anggun di samping nya adalah Larasati, Mantan Istri dari Aqmar. Meskipun tidak semua tamu yang hadir mengenal Laras, namun sebagian dari mereka cukup tau siapa Laras. Di Kantor, Laras adalah Sekretaris dari Nakula. Itu yang mereka tau.


Menyadari itu, Nakula justru semakin mengeratkan gandengan tangan nya kepada Laras, memberi Isyarat bahwa semua akan tetap baik-baik saja.


“Mas. Kita jangan lama-lama ya disini nya. Aku gak enak, semua Orang kaya nya lagi ngeliatin Kita.” Bisik Laras kepada Naku.


“Gak papa Kamu tenang aja, mereka itu ngeliatin Kamu, bukan Kita. Karena Kamu cantik sekali malam ini.” Balas Naku dengan senyum menggoda.


Bukan nya merasa tenang, Laras justru semakin dibuat jengkel. “Mas! Gak lucu ih becanda nya.” Wanita beranak satu itu sudah merengut saking kesal nya, namun Naku justru semakin terkekeh geli dengan tingkah Wanita itu.


“Aku gak becanda Sayang.. emang bener kok, Kamu cantik sekali malam ini.”


“Tuh kan.. mulai lagi kan nyebelin nya, jangan manggil Sayang-Sayang ih. Gak enak kalau di denger Orang. Bisa timbul fitnah nanti.”


“Ya biarin aja, nama nya juga lagi usaha. Tapi Aku emang nyaman banget sih manggil Kamu pakai sebutan Sayang. Uda cocok banget.”


“Au Ah! Sebel Aku Mas sama Kamu.  Besok Aku mau ngajuin Resign aja dari kantor,” Laras semakin bersungut-sungut dan berjalan lebih dulu meninggalkan Naku.


Dengan senyum lebar Naku mengejar Laras dan merangkuh pundak nya. “Pelan-pelan aja jalan nya Sayang..”


Semua Tamu yang mengenal Naku dan Laras justru semakin dibuat melongo, pasal nya baru pertama kali mereka melihat Naku yang tersenyum lebar hanya karena Seorang Laras. Janda dari Aqmar. Para Karyawan tahu betul bagaimana Wajah Sang Bos yang selalu kaku dan tanpa ekspresi. Bahkan Pria itu terkesan Galak dan banyak mau nya.


Tidak sengaja Ekor mata Aqmar menangkap Seseorang yang sangat Ia tunggu-tunggu kehadiran nya. Ya, Larasati. Wanita itu yang sudah Ia tunggu-tunggu. Niat awal ingin membuat Laras cemburu karena berpikir Laras belum Move On dari nya ternyata salah. Lagi-lagi Ia melihat Laras datang dengan Bos nya. Jika dibandingkan dengan Nakula, Diri nya tentu kalah telak.


“Mantan Suami Kamu ngeliatin Kamu terus tuh, pasti Dia lagi nyesel uda ceraiin Kamu.” Naku berbisik di telinga Laras.


“Ngaco Kamu Mas. Mana ada Dia nyesel. Orang Dia sendiri yang dulu selingkuhin Aku sama Nadia itu.  Pasti bahagia banget lah Dia, bisa nikahin Wanita pujaan hati nya.” Laras masih tetap santai dengan mengapit lengan Naku, karena Pria itu yang meminta nya.

__ADS_1


Jika dilihat dari sorot mata nya, Aqmar tentu saja sedang marah dan tidak suka dengan Pria yang saat ini datang dengan Mantan Istri nya.


Tidak jauh dari lokasi Aqmar dan Nadia, Ibu Aqmar juga sedang melihat kearah mantan menantu nya. Mulut Wanita itu sudah gatal untuk mencaci dan menghina, namun Aqmar sudah memperingatkan nya untuk tidak membuat keributan saat Laras datang.


Masih dengan bergandengan, Laras dan Naku berjalan menuju pelaminan. Aqmar sudah mengangkat tangan nya bersiap untuk menyalami Laras, Namun Naku menggenggam erat tangan Wanita itu, tidak memberi nya kesempatan untuk berjabat tangan dengan mantan Suami nya.


Alhasil Laras Hanya mampu tersenyum dan memberi selamat atas pernikahan mantan Suami nya. “Selamat ya atas pernikahan Kalian, semoga langgeng.” Laras tersenyum menyapa Nadia, namun Istri baru dari mantan Suami nya itu justru menatap sinis.


Turun dari paanggung pelaminan, Naku langsung membawa Laras untuk keluar dari Gedung itu. Tidak sedikitpun mereka menyentuh hidangan disana, Laras dan Naku hanya beberapa kali tersenyum simpul untuk menanggapi beberapa karyawan serta teman kantor yang menyapa nya.


“Mau langsung pulang atau jalan dulu?” tanya Naku ketika sampai di mobil.


Laras melirik arloji di pergelangan tangan nya dan terlihat berpikir, “Masih jam setengah delapan. Makan dulu gak papa kan Mas? Aku laper, tadi gak sempat makan di dalem kan?”


Naku tersenyum dan mengangguk,”Apapun perintah Tuan Putri.”


Naku mengacak gemas Rambut Laras yang terta rapi, sontak Wanita yang tadinya tertawa kini berebuah cemberut karena kesal dengan tingkah Bos nya yang suka sekali merusak tatanan rambut nya.


“Tuh kan.. jadi jelek nih rambut Aku, jadi kusut gini kan..”


Lagi-lagi Naku Naku justru tertawa lepas setelah berhasil menjahili Laras.


 


Mobil melaju pelan menuju sebuah Restoran yang lokasi nya tidak terlalu jauh dari gedung tempat diadakan nya Resepsi. Baru saja memasuki Restoran dan hendak mencari tempat duduk, Laras justru dikagetkan dengan kehadiran Ocha yang juga berada ditempat yang sama, Ocha, Gadis itu terlihat sedang makan malam dengan keluarga nya.


Setelah mendapat tempat duduk dan memesan makanan, Laras izin untuk ke Toilet, baru saja keluar dari pintu toilet, Laras dikejutkan dengan kehadiran Ocha yang menunggu nya didepan pintu. “Ocha?”


“Hebat ya KamuKemarin sama Mas Ibra, sekarang malah jalan sama Bos Besar. Pakai pelet apa Kamu?” Ocha bersedakap dada sambil tersenyum meremehkan.

__ADS_1


“Cha.. Aku bisa jelasin semu ke Kamu. Aku gak pernah ada niatan buat ngerebut Mas Ibra ataupun Ngehianatin Kamu.”


“Udah Lah Ras! Gak usah banyak omong! Lo tuh munafik tau gak! Jijik Gue sama Lo, pantes aja lo dicerein sama Laki Lo. Kelakuan Lo kaya gini sih. MURAHAN!”


PLAK!!


Satu tamparan berhasil mendarat di pipi mulus milik Ocha. Wanita itu memegangi pipi nya yang terasa nyeri akibat tamparan dari Laras.


“Jangan mengatakan apapun yang bahkan Kamu sendiri tidak tau kebenaran nya!” setelah mengucapkan kalimat itu, Laras melenggang pergi meninggalkan Ocha yang masih terpaku.


Laras mengusap pipi nya yang basah oleh air mata, Wanita itu berhenti sejenak untuk mengatur emosi nya, beberapa kali menarik nafas dan menghembuskan nya perlahan. Berharap emosi nya segera stabil.


Sampai di meja tempat Naku sedang menunggu, Laras buru-buru duduk dan berusaha senormal mungkin, seakan tidak pernah terjadi apa-apa di toilet tadi. Namun Naku bukan Orang bodoh yang mudah dikelabui. Pria itu sadar jika Wanita pujaan nya sedang tidak baik-baik saja.


“Kanapa?” Satu pertanyaan yang lolos dari Bibir Naku membuat Laras mendongak menatap Pria dihadapan nya.


“Kenapa Nangis?” Pria itu kembali bertanya.


“Enggak kok, gak nangis. Tadi abis cuci muka aja.” Laras mencoba berbohong.


“Ras.. Kamu gak bisa berbohong sedikitpun dariku. Aku bukan tipe Orang yang mudah dibohongi, gak papa kalau Kamu gak mau cerita. Aku tetap akan tau semua nya.”


“Ras.. Aku beneran cinta sama Kamu, Aku ingin melindungimu dan Rama. Please Ras! Kasih Aku kesempatan.” Naku mengeluarkan kotak cincin dari saku jas nya. Sebuah cincin berwarna perak dengan satu buah permata berlian terlihat begitu cantik.


“Ras.. Pleas! Izinin Aku buat jaga Kamu sama Rama.”


Laras menunduk untuk menetralkan detak jantung nya, Ia cukup dibuat syok dengan pernyataan Bos nya.


“Maaf, Aku tidak bisa.”

__ADS_1


__ADS_2