Jodoh KEDUA

Jodoh KEDUA
Malam sebelum acara 2


__ADS_3

"Wow.. Pantas saja kamu sanggup ngadakan acara resepsi kita dan acara ngunduh mantu. Di tambah lagi mahar ku, kamu tidak ada mengeluh ternyata uang mu sangat banyak."


"Aku kira kamu ngepet." gumamnya namun masih terdengar Harry.


"Apa?"


"Maaf Bee.."


"Kamu harus di hukum sayang.."


"Wait..Wait.. Biar aku yang pimpin kali ini." ujar Fadia.


Pergumulan panas pun terjadi malam itu. Tapi diakhiri Harry sebagai pemenang karena Fadia mengaku kalah atas balasan yang di berikan Harry.


Kini keduanya baru saja menyelesaikan permainan panas bermandikan peluh dan nafas yang terengah-engah.


"Cuma sekali?" tanya Fadia heran karena saat malam pertama Harry tidak langsung menyudahi permainan.


Harry terkekeh. "Apa kamu ingin lagi?" tanya Harry sembari memeluk Fadia.


Fadia yang di tanya seperti itu tersipu malu dan menyembunyikan wajahnya di dada Harry.


"Aku tidak mau kamu kelelahan besok dan aku ingin melanjutkan nya nanti setelah acara ngunduh mantu siap."


"Kamu memang pengertian." puji Fadia.


Harry mengeratkan pelukan. "Yu.. Bisakah memanggil ku Bee saat kita sedang bercinta saja?" Ada rasa tidak enak hati saat mengucapkan hal ini. Tapi ia memang lebih suka saat sedang bercinta di panggil Bee.


"Kenapa? kamu tidak suka ya?" Wajah Fadia berubah sendu.


"Bukan sayang. Aku suka kamu panggil aku Bee pas kamu mende sah sayang. Itu terdengar sexy tahu." Harry terkekeh.


"Iihh kamu itu kenapa mesum terus sih.." ucap Fadia sembari bergerak mencari posisi ternyaman.


"Jangan bergerak Yu.. Junior masih bangun."


"Haarryy.. " pekik Fadia saat junior tidak sengaja menyentuh miliknya.


Harry tidak tahan langsung mengukung Fadia lagi. Pujian atas pengertian Harry untuk Fadia menguap entah kemana.


Pengantin baru ini seakan lupa waktu untuk tetap berada dikamar padahal waktu masih pukul 10 malam. Disaat semua orang baru memasuki kamar tapi berbeda dengan pengantin baru ini. Keduanya baru menyelesaikan ronde kedua.


"Kamu benar-benar membuatku lelah Harry Setiawan." gerutu Fadia saat baru selesai membersihkan diri.


Harry hanya terkekeh lalu melanjutkan mengganti seprei yang sudah tidak berwujud.


"Aku senang kamu memanggil ku Bee saat bercin ta tadi. Dan kamu kembali memanggilku Harry begini. Nampak cerewetnya." Harry tergelak kemudian kabur ke kamar mandi.


"Harry gendeng." gerutu Fadia bahkan ia menghentakkan kaki saking kesalnya.

__ADS_1


Fadia duduk di depan meja rias lalu membuka tas skincare miliknya yang sengaja ia bawa. Dibukanya cup krim malam dan di olesi ke wajah nya.


Tap tap tap


Setelah itu ia ambil body lotion, ia pakai ke tangan dan kakinya. Ia selalu merawat tubuhnya walau harga skincare miliknya tidaklah mahal. Hanya brand ternama yang iklan nya ada di televisi.


Dilihatnya pintu kamar mandi masih tertutup. Ia beranjak menuju lemari suaminya untuk menyiapkan pakaian tidur. Karena selama 3 malam ini ia melihat Harry tidur hanya memakai celana boxer dan kaos dalam tanpa lengan maka ia pun memilih jenis yang sama.


"Terimakasih ya.." ucap Harry mengecup kening Fadia saat ia sudah keluar dari kamar mandi.


"Terimakasih untuk yang mana?" tanya Fadia tetap duduk tepi ranjang.


"Semuanya Yu.."


Fadia mengangguk. "Harry.. Kamu melupakan sesuatu?"


Harry mengerutkan keningnya. "Apa Yu?"


"Kamu selama sudah menikahi ku tidak pernah gombalin aku pakai bahasa Jawa." Fadia cemberut. Ia memang merindukan gombalan Harry.


Harry tertawa dan menyadari jika ia melupakan itu karena sibuk dengan mempersiapkan acara ngunduh mantu dan sibuk mengerjai istri dan anak nya.


"Maaf. Tapi dengerin ya.." titah Harry yang baru menyelesaikan memakai pakaian.


Fadia mengangguk.


"Udan deres gak uwes-uwes, aku gemes karo sampean sing manes."


"Harry.. Sakit iihh kamu.." gerutu Fadia mengelus pipinya.


Harry tertawa senang menggoda Fadia tanpa melihat Fadia yang cemberut dalam dekapan nya.


"Sayang.."


"Hem.."


"Mari kita buat kesepakatan." ujar Harry.


Fadia mendongak menatap Harry yang sedang mendekapnya. "Kesepakatan apa?"


"Kita tahu di setiap hubungan pasti akan ada masalah sebagai bumbu cinta bukan?" tanya Harry.


Fadia mengangguk membenarkan.


"Mari kita buat kesepakatan jika nanti ada masalah, berjanjilah untuk tidak pergi meninggalkan salah satu dari kita. Kita selesaikan hari itu juga tidak boleh keluar rumah sebelum masalah selesai."


Fadia mengerutkan keningnya. "Kalau masih emosi ya malas banget lihat muka mu Harry."


Harry terkekeh mendengar aksi protes Fadia. "Ya karena itu istriku.. Jika kita dalam keadaan emosi meninggalkan rumah dan nanti diluar sana mendapatkan ketenangan maka kamu akan jenuh dengan pasangan mu. Aku tidak mau hal itu. Kalau malas lihat wajah aku kamu bisa masuk kamar lain."

__ADS_1


Fadia menghela nafas dan ia mengucapkan kalimat yang membuat ia menyesal.


"Tapi setelah berbaikan tidak ada acara berakhir di atas tempat tidur kan?"


"Itu ide bagus. Harus ada ya.." jawab Harry kegirangan padahal tidak ada di pikiran nya akan hal itu tetapi Fadia bertanya tentu ia senang hati menjawab iya.


Fadia hanya mencebik kesal.


****


"Ya ampun.. Jadi betulan minta jatah ya?" tanya Elsa yang masih bergabung dengan Yudha dan Ricky.


"Ya. Biarkan saja Harry puas-puasin malam pengantin mereka. Harry itu tidak neko-neko kayak kita kan Rick.." tutur Yudha.


"Mas Yudha neko-neko nya gimana?" tanya Hanum.


"Emm Gimana ya Num.." Yudha menjadi kikuk lalu ia menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.


"Meneng klekep kan.. Rasakno.." seru Ricky tertawa terbahak-bahak.


Akhirnya mereka berempat tertawa dengan Hanum maupun Elsa curi-curi pandang pada kedua pria sahabat Harry.


Elsa merasa terhibur disini. Walau banyak arti bahasa Jawa yang mereka katakan, tapi ia senang karena orang nya ramah dan bertutur sapa yang lembut.


Berbeda dengan logat orang Batak yang ngegas seperti dirinya juga. Tapi percayalah.. Kebanyakan dari orang Medan itu penyayang.. Hanya cara penyampaian nya sering salah dan terkesan kasar.


"Kamu sahabatan sama Ayu sudah lama?" tanya Ricky.


"Sejak lahir." jawab Elsa.


"Tapi kenapa Ayu tidak pernah kenalkan kami dengan kakak ya dulu kayak kakak kenalkan Harry ke Ayu?"


"Em.. Gimana ya kak.. Kami berdua tidak mau saja memberi dan meminta yang bersangkutan dengan lawan jenis. Kalau saling menceritakan sih tidak masalah." jelas Elsa.


"Terus kenapa kamu tidak kenalkan aku ke Ayu Rick?" sela Yudha karena ia juga heran.


"Kalau sempat di kenalkan juga.. Aku pastikan bakal kenak gampar Harry kamu Yudh.. Semenjak aku tahu Harry sering senyum-senyum sendiri kalau berbalas pesan dengan Ayu, sejak saat itu aku mengurangi komunikasi dengan Ayu karena kita tahu sendiri kalau Harry sudah menyukai sesuatu maka yang lain harap mundur." terang Ricky.


"Betul. Tapi sayang dia itu tidak pernah suka sama mantan-mantan nya."


Yudha dan Ricky tertawa .


"Ya gimana mau suka, kan yang maksa terima cinta mantan nya Harry itu istrinya." celetuk Elsa.


Tiga pasang mata lain nya kini menatap kearah Elsa dan Elsa menyadari itu.


"Aku tidak bohong. Sahabat ku itu tempat mengaduh Harry makanya Harry bisa sebucin itu."


🌸

__ADS_1


***Bersambung...


Jangan lupa vote ya sayang.. Beri dukungan karya emak sebanyak-banyaknya***..


__ADS_2