
Ngunduh mantu adalah istilah yang berasal dari bahasa Jawa, ngunduh artinya panen atau memanen sedangkan mantu artinya adalah menantu.
Singkat cerita, acara ngunduh mantu dilakukan ketika orangtua menikahkan anak laki-lakinya, kemudian si istri dibawa untuk tinggal bersama suami dan kedua orangtua serta keluarganya, maka secara tidak langsung keluarga tersebut akan mendapatkan personel tambahan.
Saat ini Fadia sudah di rias dengan riasan pengantin adat Jawa begitu pula pakaian yuanng ia kenakan adalah baju pengantin adat Jawa. Sekarang ia sedang berada di rumah kontrakan bersama Harry, Elsa, Gadhing, dan Fatin beserta suami juga Dita anak mereka.
Sama hal saat acara pernikahan mereka beberapa hari lalu, pihak keluarga Fadia mengenakan kebaya berwarna hijau tua dan rok batik sedangkan untuk pria memakai kemeja batik yang sama dengan rok kebaya yang di kenakan Elsa,Fatin, juga Dita.
"Fad. Ricky ganteng ya." celetuk Elsa.
"Gantengan Harry."
"Aku tahu."
"Naksir?" tanya Fadia.
"Tidak mungkin Fad.. Kami jauh dan sekarang aku ada Niko walau di gantung." curhat Elsa.
"Putuskan El. Dan kau harus kontrol hatimu ke Ricky. Ingat dia sudah merasakan gimana rasanya bercin ta diatas tempat tidur. Dia pasti akan susah mengendalikan diri." Fadia memberi nasihat pada sahabatnya itu.
Elsa mengangguk. "Fad. Apa lakikmu itu ganas kali? lihat lah lehermu masih nampak bekas cupa ngan (tanda kepemilikan) padahal sudah di kasih bedak pelapis."
"Ya.. Ini tadi malam gara-gara aku El. Aku menyiksa nya lebih dulu. Jadi ya dia balas dendam." Fadia tertawa sendiri.
"Iisshh kau ini."
Keduanya tertawa. Begitulah persahabatan Fadia dan Elsa. Tidak ada yang ditutupi. Walau Fadia tidak pernah menceritakan hal detail tentang Harry bahkan ia terkadang tidak menanggapi. Karena ia cukup tahu bahwa hati seseorang tidak ada yang mengerti selain si pemilik hati. Ia takut Elsa tertarik dengan Harry walau ia adalah sahabat Elsa.
"Sayang." panggil seseorang dari luar pintu.
Keduanya kenal siapa sang pemilik suara itu yang tak lain adalah Harry.
"Masuk tidak di kunci." seru salah satu MUA.
Kini tampak Harry yang sudah rapi mengenakan baju pengantin Jawa. Ia mendekati Fadia tanpa memperdulikan orang lain di dalam kamar itu. Fokus nya hanya ke Fadia saja.
"Kamu cantik." puji Harry sembari memajukan kepalanya untuk mencium Fadia.
"Jangan mas." seru sang MUA.
Harry menoleh kearah sang MUA. "Kenapa?"
"Nanti riasan nya rusak. Sebentar lagi acara di mulai."
Harry menghembuskan nafas pasrah. "Hahh... Tidak ada tempat untuk ku cium Yu?"
Fadia terkekeh dan menggeleng. "Tidak ada suamiku.."
__ADS_1
"Cium aku kalau gitu." satu ide muncul di kepala Harry. Jarang-jarang Fadia mencium dirinya lebih dulu.
Kesempatan.
Cup
Fadia mendaratkan satu kecupan di pipi Harry dan itu sukses ketiga penonton melongo melihat keuwuan dari Fadia dan Harry.
*****
Acara ngunduh mantu dimulai dengan kedua mempelai datang bersama pangombyong (penggiring) dari rumah mempelai perempuan. Para pengiring ini biasanya terdiri dari keluarga besar, tetangga dekat dan kerabat dekat mempelai perempuan.
Setelah sampai di pelataran rumah Harry tempat berlangsungnya acara ngunduh mantu. Dilanjutkan dengan Imbal Wicara yang di wakil kan dengan Fadil.
Imbal Wicara, yaitu dialog penyerahan pengantin dari keluarga mempelai perempuan kepada keluarga besar mempelai pria.
Sekali lagi Fadia dan Fatin menangis dalam diam. Tempat dimana seharusnya sang ayah lah yang berbicara, kini tiada lagi.
Bolehkah Fatin dan Fadia merasa tidak adil?
Boleh asal jangan menyalahkan Sang Ilahi. Fadia dan Fatin adalah dari bagian orang-orang kuat yang di pilih Sang Pencipta untuk menjalani dunia tanpa orang tua. Belum tentu mereka di luar sana bisa sekuat mereka.
Harry menyadari Fadia menangis lantas menggenggam satu tangan Fadia dan satu yang lagi menghapus air mata Fadia yang sudah banjir.
"Jangan menangis Yu.."
"Mau dengerin pantun?" bisik Harry menghibur Fadia.
Fadia mengangguk lagi.
"Godong bayem, digawe jamu. Atiku ayem, nyanding sliramu"
(Daun bayam dibikin jamu. Hatiku tentram bersanding denganmu). Harry berkata dengan nada berbisik pada Fadia.
Akhirnya Fadia tersenyum malu karena pantun yang diutarakan Harry. Debaran jantung itu masih sama seperti saat pertama kali bertemu Harry. Ia pun memilih menunduk tatkala mendengar kekehan Harry.
Tanpa mereka sadari prosesi Imbal Wicara telah usai bahkan bapak dan ibu Harry menggeleng kepala saat melihat anak dan menantunya saat Harry berbisik dan Fadia menunduk malu-malu.
"Ehem.." Bapak berdehem agar dua makhluk sedang di mabuk cinta itu tersadar dan benar keduanya menjadi kikuk.
Bapak dan ibu memberikan Tirta suci pada Harry dan Fadia.
Kedua mempelai diberi tirta suci dua cangkir yang diminumkan oleh kedua orang tua mempelai pria secara bergantian.
Kink Bapak Harry menyampirkan kain sindur ke pundak kedua pengantin dan menuntun pasangan pengantin ke kursi pelaminan. Bapak Harry berada paling depan, pengantin berada di tengah dan ibu Harry berada di belakang mengiringi pengantin sambil memegang pundak kedua pengantin.
Dalam prosesi ini disebut Sindur wayang dan biasanya diiringi gendhing Ketawang Boyong Basuki, Pelog Barang.
__ADS_1
Acara terakhir sebelum acara paripurna yaitu Sambutaan dan ucapan terima kasih dari perwakilan keluarga mempelai pria, saat itu kedua mempelai bersama orangtuanya berdiri berjajar di depan pelaminan.
Dan yang menjadi perwakilan keluarga mempelai pria adalah sang kakek sendiri. Kakek menyampaikan ucapan terimakasih begitu apik.
Fadia mendengar ucapan terimakasih itu pun terpukau. Sekarang ia tahu bahwa keluarga Harry adalah keluarga yang berpendidikan. Ucapan nya sangat lugas dan tegas itu menggambarkan dia adalah pria yang berkualitas.
Merasa rendah diri bersanding dengan Harry. Karena di zaman sekarang sangat banyak menentukan kriteria pasangan dari tamatan pendidikan akhir seseorang.
Apa Harry juga sependapat dengan sebagian orang itu?
Entahlah.. Jika ia bertanya sekarang pun percuma bukan?
"Aku ganteng kan?." bisik Harry karena ia sadar sedari tadi Fadia menatapnya terus.
Fadia mencebik tanpa menjawab. Kini kedua nya sudah duduk di pelaminan. Acara wajib telah usai.
Gadhing sangat pengertian pada ibu dan ayah nya. Di tambah hasutan kakek dan bapak Harry membuat ia jarang bersama dengan Fadia juga Harry.
Di tambah Gadhing sudah terbiasa tidur sendiri membuat semua orang mudah memberi Fadia dan Harry bersama untuk menghabiskan waktu bersama.
****
POV Fadil
Aku salah telah tergoda tanpa sengaja dengan suara syahdu adik ipar ku di malam pertama mereka. Tapi suara itu memenuhi pikiran ku sampai hari ini.
Ya.. Hari ini adalah acara ngunduh mantu adik ipar ku. Aku yang akan melakukan Imbal Wicara untuknya.
Sangat cantik.
Dua kata itulah pertamakali ku sebutkan saat melihatnya. Tapi aku hanya mampu bicara dalam hati saja.
Ini bukan yang di namakan jatuh cinta lagi kan? aku yakin hanya karena pernikahan ku berada di fase jenuh maka aku dengan mudah tergoda di malam pertama adik ipar ku.
Aku yakin setelah kami kembali ke Medan aku akan melupakan suara syahdu adik ipar ku.
Entahlah..
Semoga.
POV Fadil END
🌸
Bersambung..
*Terimakasih sudah ikuti cerita mas Harry dengan dik Ayu..
__ADS_1
Jangan lupa dukung terus ya*..