
Jika biasanya Laras akan begitu bersemangat saat akan berangkat ke kantor, namun sepertinya tidak dengan hari ini.
Ia merasa begitu malas, entah malas atau justru malu. Pasalnya berita Laras yang menolak lamaran Ibra masih menjadi tranding topik di kalangan karyawan.
Gila! janda aja sok-sok'an nolak lamaranya Ibra.
Sok cantik dia.
Kurang apa sih Ibra, sampe Laras gak mau terima lamaranya.
Dan masih banyak lagi, komentar-komentar dari karyawan yang melihat vidio Laras saat menolak lamaran Ibra.
Laras berusaha mengabaikan setiap mata yang memandang aneh dirinya, hingga sampai di meja kerjanya, ternyata Ocha sudah merdiri disana menunggu kedatanganya.
Ocha berhambur memeluk Laras, gadis yang hatinya telah dipatahkan oleh cinta sepihak itu menangis sesenggukan dipelukan Laras.
"Ras.. maafin aku. Maafin aku Ras, aku terlalu bodoh." Ocha masih saja terus menangis.
"Cha.. aku gak pernah berniat untuk merebut Ibra, aku juga tidak mencintainya."
"Tapi dia mencintaimu Ras, bukan aku. Kamulah wanita yang paling beruntung itu." ucap Ocha masih drngan sesenggukan.
__ADS_1
"Cha.. aku tidak pernah menerima lamaran Mas Ibra. Dan itu bukan karena kamu atau siapapun, tapi memang karena aku tidak bisa. Cinta itu tidak bisa dipaksa Cha. Kamu bisa melanjutkan perjuanganmu, kejar cintamu Cha, buat Mas Ibra jatuh cinta sama kamu."
Ocha melepaskan pelukanya, lalu menghapus air mata yang masih mrmbasahi pipinya.
"Enggak Ras, uda cukup aku terlalu bodoh selama ini. Sudah aku putuskan untuk berhenti memperjuangkan hal yang sia-sia. Aku akan menerima perjodohan dari orang tuaku. Sudah cukup aku mencintai seseorang yang bahkan tidak menganggap aku ada Ras. Maafin aku ya, uda salah paham sama kamu kemarin." Ocha tersenyum dan kembali memeluk Laras.
"Maafin aku juga ya Cha."
Hari demi hari berlalu dengan begitu cepat, Laras semakin yakin dengan perasaan yang ia miliki. Meskipun awalnya ragu untuk bisa kembali menjalin rumah tangga, namun hati seakan tidak bisa dibohongi.
Perasaanya selalu berdebar-debar manakala dekat dengan Naku. Ketulusan pria itu akhirnya mampu meluluhkan hati Laras.
Naku tidak ingin mengundur pernikahanya terlalu lama, meskipun Laras mengatakan jika pernikahan harus disiapkan sebaik mungkin, namun Naku meyakinkan jika semua akan beres dalam waktu kurang dari dua minggu.
Hingga tibalah pada hari yang begitu dinanti-nantikan.
Laras yang sedang berada dikamar pengantin tidak bisa menyembunyikan kegugupanya, Dikuar sana prosesi ijab kabul sedang berlangsung.
Tidak lama kemudian pintu ruangan di ketuk, Ibu mengatakan prosesi ijab kabul telah selesai dan berjalan dengan lancar, kini Laras telah sah menjadi Istri dari Nakula.
Senyum bahagia seakan tidak pernah sirna dari bibir indah kedua mempelai yang baru saja sah menjadi suami-istri.
__ADS_1
Tidak sedikitpun Naku melepaskan genggaman tanganya saat duduk di pelaminan bersama Laras.
Hampir seluruh karyawan dari kantor pusat hingga cabang, turut hadir dalam acara pesta pernikahan itu. Termasuk Akmar dan Nadia.
Akmar naik ke atas pelaminan bersama dengan Nadia, terlihat beberapa karyawan lain ikut berjalan dibelakang pasangan itu.
Namun ada hal lain yang Laras tangkap dari penampilan Nadia, Wanita itu sedikit jauh berbeda dari terakhir kali mereka bertemu.
Tubuh Nadia sedikit lebih berisi, kulitnya sedikit kurang terawat dan hanya menggunakan make up tipis ala kadarnya. Aura nya pun jauh berbeda dari sebelumnya.
Saat tangan Aqmar akan menyalami Laras, Naku menggenggam erat tangan istrinya, paham dengan kode yang diberikan oleh suami posesivnya, Laras pun akhirnya memilih untuk senyum dan mengangguk tanpa menerima uluran tangan dari Aqmar.
Jam sudah menunjukkan pukul setengah 11 malam,bahkan acara pesta telah selesai dari 30 menit yang lalu.
Laras hanya mampu tersenyum malu-malu saat Naku menggendong tubuhnya menuju kamar pengantin.
Ini bukan pernikahan pertama untuknya, namun ini adalah pengalaman pertama yang paling mendebarkan dalam sejarah hidupnya.
Menikah dengan Bos tidak pernah sedikitpun terbayang dalam hidupnya.
Bak upik abu yang menikah dengan pangeran, itulah yang Laras rasakan saat ini.
__ADS_1