Jodoh KEDUA

Jodoh KEDUA
Itu Tak Boleh Terjadi


__ADS_3

Hari ini bisa menjadi hari yang sangat melelahkan bagi Giyan. Tak hanya tenaga dan pikirannya yang terkuras oleh pekerjaannya melaikan dirinya pun disibukkan dengan perasaannya yang kian menderu pada Naina. Semakin hari rasa itu bukannya menepi dan terkikis justru malah semakin berkembang dan berbuih. Jika saja keadaannya tak seperti ini mungkin Giyan sudah melamar dan menikahi Naina secepat mungkin. Tapi itu hanyalah khayalan yang mungkin tak akan hadir dalam kenyataan.


Jam kerja pun akhirnya berakhir. Seperti biasa Reyhan telah menunggu Naina di depan gedung. Naina yang baru bergegas untuk pulang, berpapasan dengan Giyan. Mereka saling berpandangan tanpa bersuara. Giyan yang terlena pada keindahan wanita pujaannya pun tak melewatkan kesempatan untuk memuaskan hatinya memandang sebelum Naina pergi. Sementara Naina yang menerima pandangan yang amat penuh misteri dari Giyan hanya bisa tersipu malu dengan rasa kebingungan. Mengapa bos gantengnya itu menatap dirinya seperti itu.


"Bos, ga papa kan? kenapa bos ngliatin aku seperti itu". Tanya Naina berusaha menyadarkan Giyan dari tatapan tajamnya itu.


"Kamu sangat cantik Nai, aku sangat...." Sebelum melanjutkan perkataannya yang sepertinya lepas kontrol Giyan teringat akan mimpinya tadi siang. Dan akhirnya Giyan buru-buru menghentikan perkataannya.


"Aku sangat apa bos...? terpesona sama kecantikanku maksudnya?" Ledek Naina yang tak menyadari bahwa Giyan nyaris keceplosan perihal perasaannya.


Mendengar jawaban Naina Giyan terlihat masih gugup, "Siapa yang terpesona?". Elak Giyan dengan menekuk lengannya di depan perut dan membusungkan badannya. Pandangannya ia larikan pada sekitar. Agar hatinya bisa ia tata kembali untuk tetap senyap dalam rasa yang sesungguhnya.


"Tadi bos Giyan bilang aku cantik"


"Iya cantik mu kalau lagi di lihat dari ujung sedotan es Nai". Ledek Giyan lagi berusaha untuk mengalihkan perhatian Naina.


"Yakiiiin... itu yang bos Giyan maksud? bukannya bos mau bilang aku cantik dan bos sangat menyukaiku?" Desak Naina.


Giyan terbelalak melihat ekspresi Naina yang begitu enteng menebak perasaannya. Giyan menelan ludah dan terus memutar otak agar Naina tak terus mendesaknya.


Kehabisan akal karena tak bisa berfikir dengan optimal gegara hatinya yang belum stabil akhirnya Giyan memutuskan untuk menggandeng tangan Naina dan keluar dari gedung PT. Prakarsa, Ternyata Reyhan telah lama menunggu Naina. Begitu melihat Reyhan, Giyan buru-buru melepaskan genggaman tangannya pada Naina. Dan Naina pun melihat kearah seberang, disana suaminya telah menunggu.


"Bos, Mas Reyhan sudah disana. Aku pamit pulang dulu yah?" Ucap Naina berpamitan.


Walau dengan berat hati Giyan pun mengangguk tanpa bergeming.


"Jangan terus memandangi aku seperti tadi bos, nanti bisa bisa bos terlena lalu jatuh cinta sama aku!!" Bisik Naina pada Giyan dan di lanjutkan lari kecil ke arah Reyhan, Naina sempet berbalik badan untuk melihat ekspresi Giyan yang masih tertegun karena ucapannya. Melihat Giyan seperti patung Naina hanya tersenyum manis dan mengerlingkan sebelah matanya. Sangat genit dan berhasil menembakkan panah asmara tepat di jantung hati Giyan.


Giyan terus memperhatikan Naina dari seberang. Naina sudah berada bersama Reyhan. Dilihatnya Naina mencium tangan Reyhan dan bergegas masuk kedalam mobil Reyhan. Mereka berdua berlalu dihadapan Giyan yang masih meratapi dan mencoba untuk menepis segala gemuruh yang ada di hatinya. Rasa cinta ini sungguh sangat merepotkan. Namun sangat indah jika kita rasakan, walau lewat diam yang tak terbaca.


🌹🌹🌹Di dalam mobil...🌹🌹🌹

__ADS_1


"Tadi bos Giyan kamu ledekin lagi yah ay....?" Tanya Reyhan pada Naina, yang sempet melihat Naina menggoda bosnya.


Reyhan tahu kedekatan Naina dan Giyan, jadi sikap Naina yang barusan bukanlah masalah bagi Reyhan. Dirinya menganggap Naina hanya bercanda biasa dengan Giyan. Sama sekali tak menyadari adanya benih cinta yang luar biasa di hati Giyan untuk Naina.


"He'eh Mas, habise gemes sama Mas Giyan, terlalu lama jadi Jones, alias jomblo ngenes" Jelas Naina.


"Memangnya bos Giyan mu itu belum move on dari wanita yang sudah menikah itu ay?"


Naina mengangkat bahu tanda ia tak mengerti "Entahlah Mas, Bos Giyan tak begitu banyak menceritakan wanitanya itu".


"Nasibnya tak sebaik nasib cinta Mas, yang berhasil memperisteri wanita yang dari dulu Mas cintai".


Naina tersenyum simpul dan kemudian teringat pada seseorang yang ia kenal. Naina berfikir mungki orang itu bisa membantunya. Lebih tepatnya membantu Giyan move on dari zona jomblonya.


"Mas, bagaimana dengan Salsa?"


"Maksud ay, Giyan kita kenalkan dengan Salsa?" Tanya Reyhan memastikan maksud Naina menyebut nama Salsa.


"Lebih baik jangan Salsa deh ay,... Kasian sama si bos Giyan mu itu. Dia pantas mendapatkan yang jauh lebih baik dari Salsa.


Mendengar tanggapan Reyhan, Naina sedikit tidak mengerti apa maksudnya.


Naina mengenal Salsa, tapi Naina dan Salsa hanya sebatas saling mengenal saja. Tidak lebih dari itu. Jadi Naina tidak tahu sama sekali bagaimana perangai, watak, sikap dan sifat Salsa sendiri. Sementara Reyhan yang lebih dulu mengenal Salsa lantaran Salsa adalah anak dari salah satu rekan bisnisnya, memiliki feel yang kurang baik terhadap Salsa. Berulang kali Reyhan memergoki skandal keluarga Salsa yang ribut lantaran Salsa pulang larut malam dengan seorang laki-laki, itu sebabnya Reyhan tidak menyetujui ide Naina untuk mengenalkan Giyan pada Salsa. Tapi alasannya tadi tidak ia ceritakan pada Naina.


"Kenapa jangan sih Mas? Apa ada yang salah?"


"Kita kan nggak tahu ay, selera Salsa suka laki-laki yang seperti apa? belum tentu Salsa cocok dengan Giyan, begitu pula sebaliknya". Reyhan terpaksa memakai alasan itu karena tak ingin berlama lama membahas Salsa dengan Naina.


Tapi ternyata keinginan Naina untuk mengenalkan Salsa pada Giyan bukanlah sesuatu yang tidak serius, walau Reyhan sudah mencoba mencegahnya.


"Salsa pasti mau sama bos Giyan, lagian siapa sih yang mau nolak laki-laki seperti bos Giyan, sudah ganteng, baik hati, mapan, ya walaupun sikapnya kadang terlalu dingin kaya siluman es, tapi aku yakin, wanita sulit untuk menolak cintanya". Jelas Naina yang tanpa disadari mengundang rasa cemburu di hati Reyhan, karena sang isterinya terlihat terang-terangan memuji laki-laki lain di depannya.

__ADS_1


"Kamu sendiri bisa nolak kalau Giyan cinta sama kamu?" Nada bertanya Reyhan sudah mulai berubah lebih dingin.


"Kalau dulu mungkin aku pun tak kuasa menolak bos Giyan Mas, tapi sekarang ada Mas Reyhan yang jadi alasanku menolak cinta bos Giyan. Karena cinta Mas Reyhan sudah lebih dari cukup untuk ku". Rayu Naina yang menyadari ada rasa cemburu di hati suaminya ketika dirinya tadi memuji Giyan.


Reyhan pun tersenyum kecil mendengar apa jawaban yang Naina lontarkan. Jawaban Naina memang jujur apa adanya. Jika saja Giyan menyatakan cintanya ketika dirinya belum bersama Reyhan mungkin Naina dengan senang hati menerima cinta Giyan sepenuh hati. Namun jika kenyataannya seperti ini Naina tak memiliki daya atau upaya lain selain menolak cinta Giyan yang sudah menjadi terlarang baginya.


🌻


🌻


🌻


🌻


🌻🌻Bersambung....!!🌻🌻


🌻


🌻


🌻


🌻


🌻


#Terimakasih teman, yang sudah setia meluangkan waktunya untuk membaca kelanjutan kisah ini. πŸ˜—


Jangan lupa vote, like dan comment tulisan ku sebagai motivasi ku kedepannya..


πŸ˜ŽπŸ‘ΌπŸ‘§πŸ‘§

__ADS_1


__ADS_2