Jodoh KEDUA

Jodoh KEDUA
Fadia dan Elsa


__ADS_3

"Lihat pak, bu.. Rambut dan kuku si kembar terus terbentuk." ucap ibu dokter kandungan.


Saat ini Harry dan Fadia sedang berada di klinik praktek dokter kandungan. Seperti bulan sebelumnya, Harry dengan setia menemani Fadia untuk periksa kandungan.


"Berat badan si kembar normal ya pak bu.. Sudah 366 gram panjang 25 cm. Semua sehat. Tinggal ibu nya harus tambah bahagia ya.."


Suster mengelap sisa gel di perut lalu Harry membantu Fadia turun dari brankar. Keduanya kini duduk di depan meja dokter kandungan.


"Pada titik ini, meskipun organ janin masih belum sepenuhnya matang, semuanya sudah terbentuk. Ini termasuk semua jalur pembuluh darah masuk dan keluar jantung, serta rute pembuluh darah dari jantung ke paru dan sebaliknya." kata dokter.


Banyak pertanyaan yang di ajukan Harry seputar kehamilan kembar sang istri. Dan hal itu membuat Fadia bertambah kagum pada Harry.


Jika suami yang ia baca di novel-novel lebih banyak mengutarakan pertanyaan 'Apakah boleh berhubungan?' maka suaminya ini bukan hanya bertanya masalah kasur, melainkan seputar makanan yang bagus untuk ibu hamil, posisi tidur, apa saja yang perlu di hindari di kehamilan trimester kedua.


Apa yang dilakukan Fadia saat itu? tentu saja hanya diam mendengarkan, karena semua pertanyaan sudah di wakilkan oleh sang suami.


"Bu dokter, boleh tidak ya aku puasa?" tanya Fadia.


Ya, dua Minggu lagi bulan Ramadhan telah datang. Siapapun pasti ingin berpuasa di bulan suci ini. Bulan keberkahan penuh pengampunan.


"Kebutuhan nutrisi dan gizi untuk janin masih sangat diperlukan pada fase ini. Jika tidak ada keluhan, ibu hamil disarankan untuk berkonsultasi pada dokter jika ingin berpuasa. Jika ibu hamil mengalami keluhan, dianjurkan untuk tidak berpuasa karena akan membahayakan kesehatan janin."


"Karena ibu tidak mengalami keluhan selama hamil, ibu boleh saja puasa. Asal memperhatikan kesehatan janin sangat diperlukan. Jika ibu berpuasa, tetap perhatikan gizi dan nutrisi untuk kebutuhan janin. Asupan gizi yang harus ibu hamil dapatkan adalah 50 persen karbohidrat, 25 persen protein, 10-15 persen lemak sehat, serta jangan lupa asupan vitamin dan juga mineral." terang dokter itu lagi.


"Tapi dari persyaratan tadi, ada persyaratan lebih penting Bu." ini dokter kembali berujar.


"Apa itu Bu dokter?" tanya Fadia.


"Ijin suami." jawab ibu dokter membuat Fadia tidak bersemangat.


Lalu Fadia menoleh ke arah Harry dengan wajah memelas berharap di beri ijin.


"Tidak sayang, aku tidak mau ambil resiko untuk kalian bertiga." ucap Harry tegas.


Fadia hanya pasrah menuruti Harry. Setelah banyak berbincang dan menebus vitamin untuk Fadia, mereka pamit undur diri.


"Kalau begitu kami pamit dulu ya Bu dokter, terimakasih ilmunya bulan ini." ucap Fadia ramah.


"Iya Bu, tetap bahagia ya bumil.. Jangan stres dan tetap di minum vitamin, susu hamil, dan olah raga hamil nya jangan malas-malas."


"Iya bu. Sampai bertemu bulan depan."


Keduanya berjalan keluar klinik dengan senyum mengembang. Harry dengan setia merangkul bahu Fadia menuju parkiran.


"Langsung pulang atau gimana Yu?"

__ADS_1


"Ke toko kue kak Ricky dulu ya mas.. Aku mau kasih job lagi. Ibu perwiritan nempah kue."


Harry memicingkan mata menatap curiga Fadia. "Bukan kamu yang buat kan Yu?"


Fadia mencebik bibir. "Tenang saja mas, aku tidak pernah kelelahan lagi selain melayani mu di kasur." jawab Fadia ketus.


Harry tersenyum dan tidak marah karena keketusan Fadia. "Memang harus begitu, sudah jangan cemberut."


Harry melajukan sepeda motor matic Fadia menuju toko roti milik Ricky. Selang beberapa waktu keduanya sampai di depan toko roti itu.


Tampak Ricky sedang melayani beberapa pembeli di bantu satu orang pekerja nya. Sedangkan Elsa duduk di kursi di depan meja kasir.


"Kamu cantik Yu.." ucap Harry setelah turun dari sepeda motor.


"Memangnya aku pernah jelek di mata kamu?" Fadia balik tanya karena menyembunyikan rasa malu karena pujian Harry. Sudah sering di puji namun tidak pernah menghilangkan rasa malu-malu dan gugup ketika Harry memujinya.


Fadia memang tampak cantik dengan dress berwarna biru muda selutut dengan sendal krim. Rambut yang ia kuncir kuda keatas dengan tas selempang hitam.


Jangan lupakan perut buncit yang masih 5 bulan namun seperti 7 bulan karena ada dua janin di dalam sana.


Harry tertawa renyah mendengar pertanyaan Fadia. Tentu saja jawaban nya tidak pernah jelek. Bahkan wajah bangun tidur Fadia ia nilai sangat cantik.



"Elsa..." panggil Fadia dari depan toko.


Fadia cengengesan sembari melangkah dengan Harry terus merangkul bahunya. Ketika sudah di dalam toko, Harry sengaja meninggalkan Fadia berdua dengan Elsa dan ia kembali duduk di depan toko roti itu.


"El.. Gimana kehamilan mu?" tanya Fadia yang tahu tentang kehamilan Elsa.


"Ya muntah-muntah sama pusing Fad. Gimana si kembar?"


Fadia tersenyum. "Mereka sangat sehat."


Fadia memperhatikan raut wajah Elsa dengan seksama. "Gimana hubungan kalian El?"


Elsa mengedikkan bahu. "Sampai sekarang suamiku belum nyatakan cinta nya padahal sering kali dia cemburu."


Fadia mencebik bibir. Ia tahu cemburunya Ricky karena Harry. "Aku punya ide."


"Jangan aneh-aneh Fad, suamiku bukan kayak suamimu."


Fadia terkekeh. "Tenang, aku bakal buat suami mu itu jujur sama perasaan nya."


"Tidak mungkin terjadi."

__ADS_1


"Ayo kita taruhan." ujar Fadia.


"Oke. 500 ribu." ucap Elsa sangat yakin.


Mata Fadia berbinar, walau keuangan nya tercukupi oleh Harry namun memenangkan taruhan memiliki kesenangan sendiri.


Fadia berjalan mendatangi Harry. "Mas.. Kamu masih ada duit 500 di dompet tidak?" sebenarnya di dompetnya masih ada, tapi ia tidak mau uang nya berkurang jika ia kalah taruhan.


Harry tidak curiga sama sekali mengeluarkan dompet lalu mengambil uang lima lembar ratusan ribu menyerahkan pada Fadia.


"Untuk apa Yu?"


"Untuk main mas. Makasih ya.." Fadia berlalu begitu saja.


Fadia meletakkan uang lima lembar ratusan ribu itu di meja kasir dengan senyum mengembang.


"Mana uang mu El?"


Elsa meletakkan juga uang sama besar seperti Fadia. "Kau licik kali. Tidak mau berkurang isi dompet mu."


Keduanya tertawa. Lalu Fadia menghubungi seseorang untuk melancarkan rencana nya.


...****...


Di depan toko roti Harry dan Ricky banyak berbincang. Lebih tepatnya Harry mendengarkan keluhan tentang toko roti nya.


"Namanya juga kota kecil Rick. Tapi kan kata istriku kalian jualan lewat online juga kan?"


Ricky mengangguk. "Iya, dan Ayu juga banyak bantu Harr. Dia sering promosikan di media sosialnya."


Harry terkekeh. "Iya betul aku kadang juga jadi dapat pesanan dari karyawan ku nitipin uang kue-kue mu dari karyawan ku."


"Oh ya? maafkan aku sudah merepotkan kalian." ucap Ricky.


"Kita saudara bukan? lebih baik aku di titipin dari pada harus istriku yang di datangi di rumah. Kamu tahu kan kalau aku tidak suka tamu yang tidak di undang?"


Ricky mencebik bibir saja. "Itu istri-istri kita kenapa pada ketawa ya?"


Harry mengedikkan bahu. "Dari tadi pas istriku minta duit aku sudah curiga akan ada sesuatu terjadi." gumam Harry masih di dengar Ricky.


"Maksud mu gimana?"


"Istriku dan istrimu itu punya sisi lain."


🌸

__ADS_1


Bersambung..


Maaf terlambat up nya ya..


__ADS_2