Jodoh KEDUA

Jodoh KEDUA
Mimpi ku


__ADS_3

Ketika pertama bertemu Naina, Giyan memang belum mempunyai rasa tersendiri untuk Naina. Bahkan terkesan acuh tak menghiraukan kehadiran Naina. Seperti yang diceritakan diawal Giyan tipe orang yang tidak mudah bergaul dengan sembarang orang. Hanya orang orang tertentu yang bisa akrab dan dekat dengannya. Sebab itu pula lah Naina tak menaruh simpati padanya. Sekarang Naina menjelma bak bidadari yang enggan pergi dari hati dan pikiran Giyan. Slalu menjadi salah satu penyemangat hari demi hari yang Giyan lalui. Giyan tak masalah dengan statusnya yang masih jomblo, asal bisa terus dekat dengan Naina itu lebih dari cukup darikebahagiaan yang ia rasakan ketika memiliki tambahan hati.


Namun keadaan yang demikianlah, yang teramat Giyan sesali saat ini. Andaikan waktu bisa diulang kembali, andaikan Giyan mampu kembali pada masa itu, dirinya ingin merubah jalan cerita yang menurutnya dapat ia perbaiki untuk membuka jalan baginya dan Naina. Tapi pada kenyataannya itu tak mungkin ia lakukan. Apalah daya jika kini dirinya hanya bisa menikmati rasa yang kian tumbuh subur tanpa ia pupuk. Memiliki Naina saat ini hanyalah sebatas khayalannya belaka. Entah Naina mungkin sama sekali tak memiliki perasaaan yang sama dengannya. Cinta Naina pastilah hanya untuk Reyhan seorang.


****Ketika itu....,****


Naina berdiri dihadapan Giyan, dirinya menatap tajam ke arah Giyan yang juga tengah menatapnya.


Lalu sesaat Naina tersenyum manis dan berkata "Mengapa Mas Giyan seperti ini?". Setelah itu Naina melangkah mendekati Giyan dengan tatapan yang semakin tajam bak tak peduli dengan apapun selain Giyan yang ada di hadapannya.


Giyan pun melangkah jua mendekati Naina yang terhenti, Seraya berkata "Maafkan aku Nai, aku tak kuasa mengendalikan perasaan ini". Jawab Giyan atas pertanyaan Naina.


Mendengar itu Naina pun terlihat masih sangat santai menanggapi pernyataan Giyan yang penuh pilu.


Naina dan Giyan hanya berjarak 1 meter. Lalu Naina meraih tangan Giyan tak lupa senyum manis yang selalu terlukis di bibirnya.


Sembari menggenggam tangan Giyan Naina pun kembali berkata " Mas, jika Mas jujur dari awal mungkin cinta Mas akan terbalas dan tak kan sesakit ini. Sekarang aku ini isteri Mas Reyhan, apa yang bisa ku lakukan jika aku pun telah memiliki rasa yang tak biasa untuk Mas". Pernyataan Naina terasa begitu penuh perasaan yang sulit untuk diungkapkan. Membuat Giyan semakin merasa pilu melihat Naina sang wanita pujaannya terlihat begitu tulus mengungkapkan isi hatinya yang ia pendam dan kubur dari dunia.

__ADS_1


Giyan mencoba merangkul pundak Naina dan meletakkannya di bahunya yang kekar. Naina hanya mengikuti bahasa tubuh yang Giyan lakukan untuk mencoba menenangkannya dalam kegalauan.


Dengan rasa yang tak karuan Giyan meneteskan air mata seraya merangkul Naina dan berkata "Aku sangat mencintai mu Nai, tetaplah disisi ku seperti ini. Aku rela melakukan apa pun untuk membahagia kan mu dengan cinta ku". Giyan menangisi perasaannya yang datang terlambat pada Naina.


Naina pun membalas perlakuan Giyan dengan melepaskan rangkulan tangan Giyan di bahunya dan mundur satu langkah menjauhi posisi Giyan semula.


"Cinta tidak memihak pada kita Mas, aku dan kamu tak berdaya untuk memutar waktu. Walau aku memiliki rasa yang sama tak mungkin itu akan bersatu sempurna. Dan tempatku bukan disisi mu". Ucap Naina mencoba untuk menepis suatu hal yang menurutnya tak seharusnya terjadi.


Giyan semakin sesak dan ingin rasanya membawa Naina pergi sejauh jauhnya agar Naina tak dapat kembali pada Reyhan. Giyan terus memohon tanpa kata agar Naina tak meninggalkannya. Namun Naina terus melangkah mundur semakin jauh dari jangkauan tangan Giyan.


"Ku mohon Nai, jangan tinggalkan aku seperti ini. Aku mencintaimu tanpa syarat kau harus menjadi milik ku. Cukup tetaplah bersama ku, disisi ku. Walau sekedar hanya menjadi teman. Itu cukup bagi ku. Aku tak akan meminta lebih atas perasaanku. Ku mohon Nai.....,". Pintan Giyan penuh pilu di hatinya.


Tiba tiba terdengar suara seseorang mengetuk pintu.


Tok...tok...tok...


Giyan terperanjat dan terbangun seketika dari mimpinya. Dirinya baru menyadari bahwa tadi dirinya hanya bermimpi. Mimpi menyatakan cintanya pada Naina yang berakhir dengan ditinggal pergi oleh Naina. Giyan bersyukur itu hanya mimpi. Kenyataanya Naina masih belum mengetahui tentang perasaannya. Dan yang terpenting tidak akan meninggalkannya seperti yang terjadi dalam mimpinya tadi.

__ADS_1


-


-


-


-


-


-


-


****Bersambung****


#Setelah itu apakah akan sulit bagi Giyan membedakan antara mimpinya dan kenyataan yang ia hadapi? Saat ini fokus membahas mengenai Giyan. Naina dan Reyhan ada waktunya tersendiri nanti, tentunya di episode selanjutnya.

__ADS_1


Jangan lupa, selalu mohon dukungannya dari temen semua..😎😉


__ADS_2