Jodoh KEDUA

Jodoh KEDUA
Membuatmu Tersenyum


__ADS_3

Giyan melangkah menuju ruangan kerjanya dengan perlahan, maksud hati ingin lebih memperhatikan Naina dan memastikan bahwa Naina baik baik saja. Pagi ini kelabu bagi Giyan, Karena pagi ini ia tak mendapati senyum Naina sedikitpun. Jadi rasanya ada yang kurang dihati Giyan.


Tapi yang sedang diperhatikan itu malah begitu sibuk dengan komputer di meja kerjanya. Giyan yang melewati ruangan Naina tadinya hendak menatapnya sejenak, tapi nyalinya menciut begitu ada didepan Naina. Alhasil ia pun buru-buru masuk ke ruangan kerjanya tanpa menyapa sang mentari.


Sesampainya Giyan diruangan yang di dominasi warna cream berpadu coklat, Giyan tak lekas bekerja. Bahkan Ia mendekati jendela untuk mengintip Naina dari dalam.


"Nai... kamu kenapa hari ini? Tak biasanya kamu secuek dan murung seperti ini. Apa ada yang bisa aku lakukan untuk mengembalikan senyum indah mu itu? Jika ada, bagaimana cara melakukannya Nai, karena senyum mu sangat berarti untuk ku." aku Giyan dalam hati kecilnya.


Giyan terus memutar otak agar dapat melihat apa yang jadi keinginannya. Dan akhirnya ia pun memutuskan untuk meminta bantuan Nita, karena menurutnya Naina saat ini membutuhkan seseorang yang bisa diajaknya bicara untuk mencurahkan apa isi hatinya.


Giyan segera menghubungi Nita dan memintanya untuk cepat ke ruangan. Tak butuh waktu lama Nita pun datang, dan Giyan tanpa basa basi menceritakan maksud hatinya kepada Nita.


Nita mengerti apa yang dijelaskan Giyan dan tahu apa yang Giyan maksudkan dengan memberi tahu keadaan sahabatnya itu.


Setelah berbincang serius dengan Giyan, Nita pun kembali ke ruangannya dan melanjutkan pekerjaannya. Nita tak menyadari bahwa Giyan memberi perhatian lebih pada Naina karena sudah mulai timbul rasa yang sampai saat inipun belum Giyan sadari. Nita hanya beranggapan memang Giyan adalah atasan yang baik yang memperhatikan keadaan bawahannya.


Jam menunjukan pukul 12 pas. Ponsel Naina berdering, Naina meraih ponsel yang tergeletak disebelahnya. Lalu di lihat ya Foto Reyhan yang terpampang di layar ponselnya. Seketika Naina menjawab telfon, suara Reyhan terdengar menyapa dari seberang sana.


"Asalamualaikum isteriku yang cantik jelita, sudah waktunya istirahat kan?" sapa Reyhan.


"Wa'allaikumsalam Mas. Iya ini baru saja selesai merapikan dokumen yang selesai direvisi. Oh ya Mas, aku pamit yah, mau makan siang bersama Nita di Resto depan lampu merah. Mas sendiri sudah makan?" tutur Naina yang masih saja belum seceria biasanya.


"Iya Sayang, Boleh. Yang penting, Mas titip isteri Mas baik-baik ya disana. Nanti Mas jemputnya mungkin agak telat ya, Mas mau nyelesein tugas dan laporan dulu sama Bos."

__ADS_1


"Iya Mas. Hati-hati ya...! Ya sudah aku mau siap-siap makan siang dulu sama Nita. Asalamualaikum Mas Reyhannya Naina." Naina mengakhiri telfon Reyhan dengan sedikit senyuman.


Selang beberapa menit kemudian Nita datang dan langsung mengajak Naina pergi makan siang. Mereka berdua menuju sebuah Resto yang tak jauh dari kantor mereka.


Dan sesampainya di Resto, mereka pun tak enggan berlama-lama memesan menu favorit masing masing.


Naina memesan jus melon dengan susu coklat, serta nasi goreng extra pedas. Sedangkan Nita memesan jus guava dan spageti tabur sweet cheese.


Sambil menunggu makanan yang mereka pesan Nita akhirnya mulai bertanya serius kepada Naina perihal kekhawatiran Giyan hari ini.


"Nai, kamu lagi ada masalah apa? aku perhatiin seharian ini kamu terlihat murung dan tak seceria biasanya, kalau kamu mau, kamu boleh cerita sama aku." ucap Nita penuh perhatian.


Naina malah memasang muka murungnya yang kini ditambah dengan bibir cemberut. kedua tangannya ditekuk dan Naina merebahkan kepalanya di lengan tangannya. Masih dengan diamnya yang masih menjadi misteri bagi Nita saat ini.


"Nai... cerita dong, jangan kayak gini. Bikin kita khawatir tau..," bujuk Nita sambil menyeruput jus guavanya.


Nita yang mendengar jawaban singkat Naina sedikit lega walau sedikit bingung dimana letak masalahnya jika saat ini Naina memang belum bisa hamil, toh dirinya baru menikah 1 bulan yang lalu, itu bukan kah masih wajar? lantas apa yang membuat sahabatnya itu sedih?


"Ya ampun Say, aku kira masalah besar. Ternyata cuma karena belum bisa hamil?" jawab Nita berusaha menenangkan.


Naina hanya mengangguk lemas, dan tak lama kemudian makanan yang mereka pesan telah di antar ke meja mereka.


Sembari bersiap menyantap menu makan siangnya, Nita berusaha untuk terus menghibur dan memberi sedikit masukan untuk Naina agar tak merasa sedih atau galau lagi gara-gara belum bisa hamil bulan ini.

__ADS_1


"Naina Sayang, dengerin aku. Mending kamu nikmatin aja dulu, masa-masa berdua mu dengan Reyhan. Kalian bisa pacaran dulu setelah menikah. Lagian Nai, hamil itu kan perlu mental yang kuat juga. Belum nanti fisik mu akan berubah total. Semua pasti kan butuh persiapan. Apa kami sudah siap?"


"Jawaban mu sama persis dengan Mas Rayhan." balas Naina singkat.


"Gampang aja sih. Semua kan bakal indah pada waktunya. Jadi gak usah terlalu di pikirin lah Nai."


Naina mulai mengangguk dan kini ia pun melahab menu makan siangnya dengan semangat yang perlahan mulai kembali dan menyeruak dalam dirinya.


Naina sependapat dengan Nita, jika hamil pasti membutuhkan persiapan yang lebih dari sekedar keinginannya saat ini. Ia menyadari jika memang saat ini mungkin adalah waktu baginya dan Reyhan untuk bisa menikmati masa-masa pacaran setelah menikah.


"Makasih Nit, omongan mu sedikit membuat ku lega saat ini." ucap Naina sembari tersenyum manis.


"Sama-sama Say, dan satu lagi, kali ini biar semua makanan ini, aku yang bayar. Okeh...!"


Naina mengangguk dan kembali tersenyum.


-


-


-


-

__ADS_1


#Apa reaksi Giyan jika tahu kegelisahan Naina disebabkan karena Naina berharap bisa cepat hamil?? Apa usaha Giyan dan Reyhan selanjutnya?


Jangan lupa vote dan dukung kelanjutan kisahnya ya kawan...😉


__ADS_2