Jodoh KEDUA

Jodoh KEDUA
Tergoda


__ADS_3

"Stop... Sesak dada bunda ini." protes Fadia sedikit meninggikan suaranya.


Tapi sepertinya dua pria beda generasi itu tidak menggubris apa yang di katakan Fadia malah keduanya sekarang memeluk Fadia sangat erat.


"Lepasin kalau tidak mau bunda tidur di kamar ibu Hanum." ancam Fadia yang sepertinya cukup manjur karena kedua pria beda generasi itu melepaskan pelukan.


Fadia terduduk kemudian berbalik mengarah kedua pria tersayang nya yang masih rebahan.


"Kenapa tidak ada yang mau mengalah?"


Hening..


Fadia menghela nafas panjang. "Gadhing kenapa?" tanya Fadia lembut.


"Gadhing mau tidur di peluk bunda." jawab Gadhing.


"Ayah juga.." celetuk Harry dan mendapat pelototan dari Fadia.


Fadia menghela nafas. "Sudah biar adil tidak ada yang tidur di peluk bunda."


"Jangan.." ucap Gadhing dan Harry bersamaan.


"Ya sudah biar Gadhing lebih dulu tidur sayang.." Harry mengalah seraya bangkit menuju kamar mandi dengan senyum menyeringai.


Fadia kembali merangkak naik ke tempat tidur lalu memeluk Gadhing sembari menepuk-nepuk bokong Gadhing agar cepat tertidur. Tak lupa ia bersenandung kecil disana.


Harry keluar kamar mandi dengan setelan seperti biasa jika akan tidur. Celana boxer dan kaos dalam tanpa lengan.


Fadia menelan saliva melihat Harry yang mondar-mandir dengan setelan tidur nya. Saat ini ia duduk bersandar di kepala tempat tidur.


Apa suamiku ini mau menggoda ku? kenapa terbalik? oh ya ampun.. Aku pingin di bawah kukungan Harry.. Tidak-tidak.. Kau butuh istirahat Fadia..


Fadia turun dari tempat tidur tanpa perduli suaminya sudah duduk di tepi tempat tidur. Ia melangkah menuju kamar mandi melepaskan kaos dan celana panjang lalu melepaskan pelindung payu dara karena ia terbiasa tidur tanpa memakai benda itu.


Sekarang ia hanya menggunakan tank top tali spaghetti berwarna merah dan hotpants hitam. Ia menatap tampilan nya dan tersenyum menyeringai.


Astaga.. ini namanya aku menggoda suami ku.


****


Harry melihat Fadia keluar dari kamar mandi dengan tampilan yang menggiurkan di matanya.


"Sini." seru Harry menepuk sisi tempat tidur di sebelah nya.


Fadia tampak ragu karena walau sudah menikah tidur bersama dan menyatu berulang kali tidak merubah keadaan jantung yang selalu berpacu cepat saat berdekatan dengan suaminya dan hal itu juga dirasakan Harry.


Harry meraih pinggang Fadia dan menariknya agar duduk merapat di sebelahnya.


"Kamu cantik."


Fadia hanya menunduk tersipu malu. Bisa di pastikan wajah nya sudah memerah karena hal itu. Padahal bukan sekali atau dua kali Harry memuji nya cantik tapi tetap saja ungkapan itu menggetarkan jiwa nya.


"Sudah ayo tidur." ajak Fadia.


"Vitamin sebelum tidur dulu Yu.."

__ADS_1


Fadia mengerutkan keningnya menatap Harry dengan kebingungan. "Vitamin apa?"


"Sun sayang.." rengek Harry.


Cup


Fadia memberikan satu kecupan di pipi suaminya. Tapi tentu Harry tidak membiarkan Fadia lepas begitu saja.


"Harry.." Pekik Fadia saat Harry sudah berada di atas tubuhnya.


"Ssuutts.. Jangan ribut. Nanti anak kita bangun." ucap Harry meletakkan jari telunjuk nya di bibir Fadia.


"Awas Rry.. Aku ngantuk."


Harry menggeleng. "Aku tidak akan melepaskan mu karena kamu sudah menggoda ku."


"Mana ada begitu." ucap Fadia berkilah padahal tadi ia sudah tergoda lebih dulu dengan suami tampan nya itu.


Harry menyeringai. "Kamu tidak ingin mengelus tubuh ku hm?"


"Boleh?" tanya Fadia polos karena ia sangat suka menyentuh dada dan perut sixpack suaminya.


Harry terkekeh dengan pertanyaan Fadia. Tidak tahukah istrinya itu kalau Harry sedang memancing Fadia agar masuk perangkap nya.


"Kok ketawa sih?"


"Boleh sayang.. Lakukan sepuas mu.." ucap Harry melepaskan kaos dalaman yang ia kenakan.


Harry dapat melihat Fadia terpaku menatap tubuh nya dengan menelan saliva. Dapat ia pastikan pikiran istrinya sudah traveling ke permainan nya saat ini.


Ia dapat merasakan belaian tangan Fadia di bawah kukungan nya. Menikmati setiap jengkal belaian itu membuat junior bangun meronta ingin merasakan hal sama.


Lagi-lagi Harry menyeringai saat Fadia menatapnya penuh gairah. "Kita ke kamar mandi." bisik Harry dibalas anggukan kepala dari Fadia.


Harry bangkit lebih dulu lalu menggendong Fadia ke kamar mandi. Ia duduk kan Fadia di bak mandi lalu melucuti pakaian Fadia.


Keduanya saling bercumbu, mencecap dengan lidah saling bertaut. Saling memberikan pelayanan terbaik. Tak lupa ia memberikan jejak setiap jengkal permainan.


Ini yang di suka Harry dari Fadia. Jika di awal Fadia akan menolak tapi setelah membutuhkan dirinya maka Fadia akan memberikan pelayanan terbaik walau setelah bermain istrinya itu akan mengomel karena kelelahan akibat ulahnya yang tidak puas hanya sekali permainan.


Siapa yang menolak bila seseorang mengatakan kalimat cinta setiap bermain penyatuan? inilah yang membuat Fadia jatuh sedalam-dalamnya kedalam jeratan cinta Harry. Sepanjang permainan sang suami selalu mengatakan kalimat cinta.


"Aku mencintaimu.."


"Kamu tahu.. Dunia ku hanya tentang mu."


"Aku tidak pernah merasakan cinta lain selain cinta mu.."


"Tetaplah bersama ku apapun terjadi."


"Apa kamu merasakan apa yang ku rasakan?"


"Aku sayang dan cinta kamu.."


Kalimat itu hanya beberapa yang terucap dari suaminya. Ia begitu merasa di cintai dan di puja oleh Harry. Lalu apalagi yang membuat ia ragu akan cinta Harry?

__ADS_1


"Bee.. a-aku aahh.."


"Aahh.."


Tubuh keduanya menegang membiarkan junior bergetar hebat di dalam rumah nya mengeluarkan cairan masa depan hubungan mereka. Dan ini bukan pertama kali pelepasan keduanya di dalam kamar mandi.


"Aku capek.." keluh Fadia padahal sedari tadi Harry lah yang bekerja karena ia hanya berada di bak mandi atau dalam gendongan Harry.


Harry cukup mengerti dan ia tidak membiarkan Fadia berdiri barang sedikit pun.


"Padahal aku yang berdiri dan gendong kamu loh.."


Fadia hanya mencebik bibir lalu bangkit membersihkan diri di ikuti Harry. Ia ingin segera tidur karena sangat kelelahan.


****


"Ibu.. Maaf Fadia kesiangan." ucap Fadia yang memang bangun kesiangan bahkan subuh terlewatkan.


"Ibu ngerti kok. Ya sudah sini bantu ibu bawakan sarapan nya ke meja ya.."


Fadia mengangguk lalu membawa sarapan ke meja makan.


"Yu.. Nanti ibu mau kerumah kakek. Kamu ada rencana pergi sama Harry?"


"Tidak bu.. Apa aku boleh ikut?"


"Maksud ibu juga mau ajak kamu. Sana bangunin Harry sama Gadhing." titah sang ibu.


"Iya bu."


Belum melangkah, Harry dan Gadhing sudah tiba di dapur dengan keadaan rapi. Fadia tersenyum melihat itu.


"Siapa yang mandiin Gadhing?" tanya Fadia mengajak anaknya duduk.


"Ayah."


Semua orang sudah duduk di kursi masing-masing. Dengan Fadia yang masih berdiri mengambil kan sarapan untuk suami dan anaknya.


"Mbak mu jadi balik hari ini ndok?" tanya sang bapak.


"Jadi pak. Pagi ini berangkat."


Bapak hanya manggut-manggut. Dan suasana kembali hening.


"Bunda sama ayah ngapain tadi malam di kamar mandi ribut-ribut?" tanya Gadhing polos.


*Gubrak..


🌸*


Bersambung..


*Hai readers emak..


sayur apa hari ini?

__ADS_1


emak sayur jengkol masakan mertua dan gulai entok(bebek) masakan mamak nya emak 😁😁


enak nya emak 😍😍*


__ADS_2