Jodoh KEDUA

Jodoh KEDUA
Terimakasih telah mengandung anakku


__ADS_3

Karena hari ini adalah hari Senin, Bolehlah emak minta vote nya para readers emak..




"Apa bapak atau ibu punya keturunan kembar?" tanya sang dokter.



Saat ini Fadia tengah berbaring di brankar karena melakukan prosesi USG. Fadia memang pernah hamil namun ini adalah pertama kalinya ia USG dan juga Harry tentu ini adalah pertamakali nya berada di ruang dokter kandungan.



"Tidak ada dok." jawab keduanya bersamaan sembari menatap layar monitor tanpa tahu gambar apa yang terpajang disana.



"Bapak dan ibu lihat dua kantung ini?"



"Iya." lagi-lagi kedua nya menjawab bersamaan.



"Itu adalah kantung janin dan 2 titik ini adalah janin bapak dan ibu."



Keduanya diam membisu, bahkan di beri kepercayaan hamil secepat ini saja keduanya tidak pernah memikirkan nya apalagi hamil anak kembar.



Harry mengecup kening Fadia berkali-kali dan berulang kali mengucapkan terimakasih untuk Fadia. Sungguh ia teramat bahagia.



"Apa mereka baik-baik saja dok?." ujar Harry masih fokus menatap layar monitor.



"Alhamdulillah kandungan ibu kuat pak. Sepertinya di lihat dari luka-luka ibu melindungi perut ya makanya luka nya hanya bagian atas?" tanya dokter dan dibalas anggukan oleh Fadia.



"Sekali lagi jangan sampai jatuh ya bu.. Baiklah, mau dengar suara detak jantung nya?"



Keduanya mengangguk dan tetap menatap layar monitor dengan Fadia menggenggam tangan Harry. Namun Harry tak membalas genggaman tersebut karena ia tahu, tangan Fadia terluka.



Mulai terdengar suara detak jantung dari keduanya. Membuat sepasang suami istri itu menangis haru. Sungguh hati mereka sangat terharu.



"Makasih Yu.. Cup..Cup..cup.." ucap Harry sembari mengecup seluruh wajah Fadia. Keduanya dapat merasakan air mata keduanya.



Asin.



"Jantung kecil keduanya sudah dapat berdetak kurang lebih 100-160 per menit denyutan. Sirkulasi darahnya juga sudah mulai bekerja, serta gelombang otaknya sudah dapat terdeteksi dari hari ke-40 saat jaringan otaknya berkembang pesat."



"Organ ginjal, hati, dan paru-paru akan mulai terbentuk." sambung dokter lagi.



Keduanya hanya mendengarkan saja tanpa ingin menyela.



"Panjang Badan yang satu 4cm dan yang satu 3cm. Kalau berat badan nya 1 gram dan 0,8 gram."



"Mereka sangat kecil." celetuk Harry.


__ADS_1


"Sesuai dengan usia kandungan ibu ya pak."



Fadia bangkit karena perut nya sudah di bersihkan oleh suster tadi. Harry dengan sigapnya membantu Fadia dan menggendong nya agar duduk kembali di kursi roda.



"Saya akan resepkan obat untuk penguat kandungan ya.. Dan untuk bapak, biasa mual itu hanya trimester pertama saja. Jadi di nikmati saja ya pak.. Dan tidak bisa di pindahkan ke ibunya juga." terang dokter membuat Fadia cengengesan.



Sembari dokter mencatat resep yang di butuhkan Fadia, sepasang suami istri itu banyak bertanya seputar hamil anak kembar. Seperti apa saja yang harus dihindari, nutrisi yang harus terpenuhi, dan masih banyak lagi.



"Maaf Bu dokter, kalau berhubungan di larang tidak?" tanya Harry yang sedari tadi diam mendengarkan.



Fadia mendengar pertanyaan itu menganga menatap sang suami dengan tatapan tak percaya.



Sang dokter pun tersenyum. Ia sudah biasa di tanya perihal ini.


"Tidak di larang pak. Di usahakan saat trimester pertama lakukan dengan gaya misionaris atau gaya dimana ibu terlentang dan bapak ada dalam posisi siap memasukkan pe nis kedalam va gi na dari atas. Karena janin belum begitu besar dan tekanan ke tulang belakang belum begitu terasa."



"Baik dok." jawab Harry cepat.



"Kalau untuk trimester kedua ibu bisa berada di atas."



"Serius dok?" tanya Harry antusias.



Sang dokter mengangguk.




Senyuman Harry terus saja mengembang mendengar penjelasan sang dokter. Dapat dipastikan bahwa Harry sedang membayangkan gaya yang di anjurkan sang dokter.



"Satu lagi Bu dokter, boleh di keluarkan di dalam?" tanya Harry.



Fadia sedari tadi menyimak pembicaraan nyeleneh Harry hanya bisa menyembunyikan rasa malu nya. Sungguh, ia sangat tidak nyaman bila membicarakan hal ini. Tapi lihatlah sang suami begitu lugas bertanya hal seperti ini.



"Sebaiknya selama trimester pertama gunakan kon dom ya pak. Untuk mencegah kemungkinan hal buruk terjadi."



Harry mengangguk mengerti.



"Untuk ibu banyak makan sayur hijau dan protein juga alpukat ya.. Minum asam folat secara teratur, istirahat cukup dan jangan begadang. Banyak minum air putih untuk mencegah infeksi saluran kemih."



Fadia mendengar kata ***alpukat*** hanya bisa menelan saliva nya. Ia tidak mungkin memakan buah itu, itu adalah buah paling yang ia tidak suka. Tidak ada yang tahu itu, bahkan Harry pun tidak pernah ia beri tahukan.



"Baik Bu dokter. Boleh tanya lagi?"



"Oh silahkan Bu, saya senang mendapat pasien banyak bertanya seperti ini."



"Apa benar jika hamil kembar harus di *caesar*?"

__ADS_1



"Benar Bu, kita tidak ingin mengambil resiko."



Sang dokter kembali tersenyum, ia senang jika pasien banyak bertanya seputaran kehamilan. Karena masih banyak orang awam yang minim pengetahuan tentang kehamilan. Kebanyakan mereka beranggapan enteng masalah penjagaan semasa kehamilan.



Apalagi mengenai lahiran secara caesar. Banyak yang menilai seorang wanita melahirkan secara caesar bukanlah wanita yang sempurna. Padahal, lebih sakit dan tersiksa wanita yang melahirkan secara caesar.



"Sebagian besar proses persalinan bayi kembar dilakukan dengan operasi caesar. Hal ini karena meski kepala bayi berada di bawah dan bayi pertama dapat lahir secara normal, bayi kedua biasanya akan mengalami kesulitan untuk juga dilahirkan secara normal." Dengan sabar dokter Siti menjelaskan tiap-tiap pertanyaan yang di lontarkan sepasang suami istri tersebut.



"Baiklah dokter, kami mengerti. Maaf banyak bertanya pada dokter." ucap Fadia menyadari kebawelan mereka.



Sang dokter terkekeh. "Tidak masalah Bu, malah saya senang dengan pasien pintar seperti ibu juga suami. Benar-benar pertanyaan yang memang harus di tanyakan ke kami. Bukan pertanyaan seputaran hubungan suami istri saja."



"Bahkan mereka yang bertanya boleh berhubungan atau tidak hanya memastikan jika memang di perbolehkan. Tidak seperti bapak yang bertanya dengan tujuan tetap menjaga buah hati."



Keduanya tersenyum merekah. Harry mengecup pucuk kepala Fadia dengan lembut. Sekarang, tanggung jawab nya bertambah.



"Ini foto USG nya ya pak."



"Terimakasih banyak bu dokter.." ucap keduanya bersamaan.



Harry mendorong kursi roda Fadia menuju kamar rawat inap nya.


"Apa kamu senang?" tanyanya ketika melihat Fadia tengah menatap foto USG janin mereka.



"Sangat. Aku tidak menyangka ada dua makhluk kecil di rahimku Harry.." jawab Fadia dengan suara bergetar.



Harry membuka pintu kamar rawat inap Fadia. Ia tidak ingin menatap mata Fadia yang sudah berderai air mata sebelum Fadia naik ke atas tempat tidur.



Di tatapnya mata sembab Fadia. Wanita yang akan menjadi ibu dari anak-anaknya. Belum ada yang memecahkan keheningan keduanya. Hanya wajah mereka yang kian mendekat.



Lu matan dan se sapan terdengar di kamar itu. Tangan kedua nya sudah berada di tempat semestinya. Mengantarkan perasaan cinta yang menggebu. Suara ce capan kian terdengar syahdu di telinga Harry maupun Fadia.



"Terimakasih telah mengandung anak dariku Yu." ucap Harry tulus usai saling berpa gut. Ia usap bibir Fadia dengan yang basah karena ulahnya.



"Sama-sama mas Harry." balas Fadia malu-malu.



Harry tersenyum mendengar Fadia menyebutnya dengan sebutan 'mas'. Bukan memaksa tapi sungguh ia menginginkan Fadia menyebut dirinya dengan sebutan 'mas'.



"Suaramu tambah seksi kalau panggil aku mas." bisik Harry sembari memeluk Fadia.



🌸



***Bersambung***...

__ADS_1


__ADS_2