Jodoh KEDUA

Jodoh KEDUA
Babak Baru


__ADS_3

Di kamar pengantin yang juga dihiasi bak taman surga yang penuh bunga bunga nan cantik. Naina duduk dihadapan cermin, anteng di dandani oleh dukun manten yang meriasnya.


Memandang ke arah cermin, Naina melihat ibunya yang sedari tadi sudah memandanginya terlebih dulu.


"Buuk..." Panggilnya seraya tersenyum simpul dan tak bergerak dari posisinya.


"kenapa Nduk? apa sudah mulai grogi?" ledek Bu Ani pada anak gadisnya itu.


Tanpa suara Naina pun mengangguk malu. Dalam hatinya Naina bergumam "sebentar lagi aku akan menjadi seorang istri, istri Mas Reyhan."


"Nduk, Reyhan insyaalloh adalah laki laki yang baik, jadi dia juga ibu rasa akan menjadi suami yang baik pula, jadilah kamu istri yang taat untuknya nduk, manut, nunut, dan nurut sama suami mu." tutur Bu Ani menasehati Naina.


"Sudah selesai Mbak, Mbak Naina terlihat manglingi." ucap Bu Sri si dukun manten Naina.


"Mbak Sri juga hebat, bisa buat aku secantik ini." jawab Naina seraya beranjak dari duduknya dan berjalan tertatih menghampiri Ibundanya, lalu duduk disamping sang Ibu.


Bu Ani segera memeluk Naina dan berkata "Bismillah lah Nduk, untuk langkah menuju babak baru mu bersama Nak Reyhan, sebagai orang tua mu, Ibuu dan Bapak akan terus mendoakan yang terbaik untuk masa depan mu." ucap Bu Ani penuh haru dan bahagia melihat putri kecilnya kini sudah menjadi manten.


Naina hanya mengangguk dan memeluk Ibunya lebih erat.


"Bismillahirohmanirohim...,berkahi pernikahan ini ya alloh." gumamnya dalam hati.


Tiba tiba pintu di ketuk seorang wanita dari luar.


"Buk lek apa Mbak Naina sudah selesai?" suara Eva menyapa dari luar kamar.


Bu Ani bangkit dan membukakan pintu kamar Naina.


"sudah Nduk, apa acara ijab qobul didepan sudah selesai?" tanya Bu Ani seketika melihat Eva yang tersenyum dan langsung ngeloyor masuk setelah pintu kamar terbuka.


"Alhamdulillah sudah sah buk lek." jawab Eva yang seraya memeluk Naina.


"Selamat Naina, sekarang kamu sudah sah menjadi istri Mas Reyhan."


Mendengar berita yang disampaikan Eva, hati Naina bergejolak tak menentu, gugup, senang, haru, bahagia dan tegang campur aduk jadi satu. Hingga dirinya tak mampu lagi berkata kata.


Tak ingin berlama lama, Bu Ani dan Eva segera menuntun Naina kedepan, sudah saatnya untuk Naina naik ke atas pelaminan menemui sang suami yang sedari tadi sudah menunggunya.


Reyhan yang sedari tadi tak kalah gugupnya dengan Naina tenyata telah menunggunya disisi pelaminan. Para rekan undangan yang hadir pun kini telah tertib duduk kembali setelah menyaksikan prosesi ijab qobul Reyhan yang telah berlangsung 30 menit yang lalu.


Langkah kecil Naina mulai nampak, Reyhan yang telah merasa lega karena inti acaranya sudah berhasil ia lewati, kini tertegun melihat kedatangan pengantinnya. "Begitu anggun dan mempesonanya istriku ini ya alloh." pujinya dalam hati.

__ADS_1


Reyhan menghampiri dan menjemput tangan Naina untuk ia gandeng menuju tahta pelaminannya itu. Keduanya berjalan beriringan di iringi musik gamelan khas mantenan adat Jawa.



Terlihat nampak serasi kedua sejoli itu. Bak Raja dan Ratu sehari yang tengah berbahagia menikmati suasana pesta.


"Istriku begitu cantik dan mempesona." bisik Reyhan pada Naina.


"Mas, jangan goda aku dulu dong, lagi grogi nih." timpal Naina dengan wajah yang memerah karena malu.


Reyhan meraih tangan Naina dan menarik tubuh Naina agar lebih dekat dengannya lalu berbisik.


"Jangan pikirkan yang lain, pikirkan saja apa tugas istri nanti malam." ledek Reyhan sambil tersenyum nakal menggoda Naina lagi.


Spontan Naina melotot dan mencubit tangan Reyhan.


Reyhan meringis kesakitan namun tetap saja ia tersenyum puas karena melihat isterinya yang salah tingkah karena ulahnya itu.



Raut Bahagia kedua mempelai itu terlihat jelas dari senyum merona yang mereka pancarkan ( yang sudah pernah jadi manten pasti tau rasanya saat jadi Raja


dan Ratu sehariπŸ˜‰).


Begitu pula dengan Naina yang terlihat amat mempesona. Dengan kebaya putih dan bermahkota yang juga dipenuhi bunga melati disanggulnya. Terlihat begitu bahagia mengecam indahnya hari pernikahannya dengan Reyhan.


Selanjutnya Naina dan Reyhan melakoni ritual mantenan adat jawa satu demi satu. Tamu hadirin yang kebanyakan merupakan sanak saudara dan keluarga mempelaipun ikut menyaksikan sambungan acara mantenan setelah acara inti ijab qobul yang baru saja berlalu.


Kedua mempelaipun begitu meresapi prosesi prosesi yang mereka jalani dengan penuh hikmat. Setelah semua tahan rampung dipaksakan oleh keduanya, dilanjutkan dengan acara foto foto. Sungguh serangkaian kegiatan yang cukup menguras tenaga namun sangat menyenangkan. Bagaimana tak senang jika sang kekasih hati yang menjadi tambatan kini telah sah menjadi kekasih halal dunia dan semoga sampai di akherat.


Disela-sela acara Reyhan dan Naina curi-curi kesempatan untuk saling menggoda.


"Naina Jasmine Maharani yang sekarang menjadi isteri Reyhan Permana, bagaimana perasaan mu saat ini?" tanya Reyhan seraya melirik kearah Naina.


"Reyhan Permana yang sekarang jadi Suami Naina Jasmine Maharani, jelas lah perasaan ku saat ini bahagia dan lega, bagaimana dengan Mas Reyhan?" balas Naina.


"Yang Mas rasakan saat ini capek, plus 5L, letih, lemas, lesu." jawab Reyhan


Naina melotot dan menengok ke arah suaminya tanda ia tak mengerti dan kurang sreg dengan jawaban yang dilontarkan Reyhan.


Reyhan yang melihat ekspresi Naina seperti itu seakan tahu isterinya tidak mengerti maksud dirinya. Lalu Reyhan pun berbisik "Nanti malam Mas pengen di obati capeknya sama kamu, minta dibuatkan juga jamu anti 5L dari ramuan cinta mu, Sayang..." rayu Reyhan.

__ADS_1


Spontan rona merah di pipi Naina yang sudah merah karena blush on tambah merona lagi.


Jam sudah menunjukan pukul 12.00 Wib, ritual manten dan acara foto-foto pun telah rampung. Kini menjelang adzan duhur, acara di istihatkan sejenak. Nanti akan ada lagi acara pengajian yang akan di isi ceramah oleh salah satu Ustad kondang setempat. Bermaksudkan memberi wejangan wejangan serta nasehat untuk mempelai, agar kedepannya dapat menjalani bahtera rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan warohmah.


Sementara para tamu menikmati hidangan dan jamuan makan siang yang telah disiapkan, Naina dan Reyhan di iringi dukun manten digiring ke dalam kamar untuk berganti gaun penganten.


Reyhan yang ikut digiring tiba-tiba berhenti di depan pintu kamar, sedangkan Naina yang berjalan didepan Reyhan sudah masuk kedalam kamar. Lalu Dukun manten yang ada dibelakang Reyhan berkata, "Masuklah bocah bagus, di dalam itu kan sudah menjadi isteri mu, tak apa jika sekarang kau menyaksikannya berganti baju. sudah halal kok." goda sang Dukun manten yang melihat Reyhan saat itu ragu mengikuti Naina masuk kamar.


Mendengar ucapan Dukun manten Reyhan pun tersenyum lalu melanjutkan langkahnya menyusul Naina yang lebih dulu.


πŸ’


πŸ’


πŸ’


πŸ’


πŸ’


🍁🍁🍁Bersambung...🍁🍁🍁


πŸ’


πŸ’


πŸ’


πŸ’


πŸ’


-


-


-


-


#Tugas pertama apa yang akan diberikan Reyhan untuk Naina itu..? Dan akan ada kejutan apa setelah pernikahan Reyhan dan Naina..

__ADS_1


Mohon selalu dukung kisah ini dengan terus vote, like, comment tulisan amatiran ini...semoga selanjutnya bisa lebih baik dengan dukungan kalian....πŸ‘§πŸ‘§πŸ‘§


__ADS_2