
"Karena aku tidak mau hubungan persahabatan kami hancur karena menyukai orang yang sama. Perasaan itu salah dan semoga kamu mengerti." jawab Ricky lugas dan berniat menyindir Elsa.
Deg
Elsa membeku mendengar itu. Ia menatap Ricky.
"Menikahlah dengan ku agar kamu tidak menggangu sahabat ku terlalu jauh."
Elsa menatap Ricky yang tampak tenang. Ia tidak bisa menjabarkan apa yang di rasakan pria di depan nya.
Aku dilamar?
"Apa masalah nya jika aku menyukai Harry dan kenapa harus menikah dengan mu?" tanya Elsa.
Ricky tersenyum menyeringai ke arah Elsa. "Ternyata kamu mengakui kalau kamu suka dengan Harry. Jadilah perempuan bijak. Pikirkan apa yang akan terjadi kalau perasaan mu itu kamu biarkan tumbuh? Jangan bilang cinta itu tak harus memiliki, karena pada dasar hati pasti ada keinginan memiliki dan berujung andai nya.. andai nya.. dan andai nya."
Elsa diam membisu. Ia membenarkan apa yang dikatakan Ricky. Memang sering sekali ia merasa iri dengan perhatian yang di berikan Harry untuk Fadia dan berujung pada rasa ingin memiliki Harry.
"Kamu harus tahu.. Jika nanti kamu nekad merebut Harry dari Ayu, perlakuan Harry ke kamu tidak akan sama saat Harry memperlakukan Ayu. Karena apa? karena kamu memaksakan kehendak dan dengan cara yang salah. Cinta mu itu salah Elsa." Ricky terus berusaha membuat Elsa sadar.
"Sejak kapan kamu jatuh cinta pada Harry?" tanya Ricky mengintimidasi.
"Se-sejak Harry mengirim foto pada Fadia." jawab Elsa lirih.
Ricky berdecak meremehkan Elsa. "Itu berarti kamu hanya suka dengan wajah ganteng nya. Lalu aku tanya lagi, sejak kapan Ayu jatuh cinta pada Harry?"
Lagi-lagi Ricky berbicara mengintimidasi Elsa. Ia lakukan demi sahabatnya. Karena ia tahu Harry adalah tipe orang sulit untuk jatuh cinta maka bisa di pastikan jika terjadi sesuatu pada hubungan Harry dan Fadia dan Fadia memilih pergi maka Harry akan hancur.
Elsa di tanya seperti itu hanya mampu diam dan memikirkan sejak kapan Fadia mulai jatuh cinta pada Harry. Memang ia tidak menemukan jawaban yang tepat tapi diyakini bahwa Fadia jatuh cinta sebelum bertemu ataupun melihat foto Harry.
"Ayo aku antar balik ke rumah suami Ayu." Ricky berbicara dengan menekan kata Suami Ayu.
Elsa hanya diam sepanjang perjalanan meresapi keadaan hatinya. Ia memang merasa bersalah pada Fadia tapi selama ini ia berusaha menutupi perasaan nya dan tidak pernah berpikir untuk memiliki Harry.
****
"Bee.. Aku ingin.. Aahh.."
"Bersama sayang.. aahh.."
Kedua insan halal telah menyatu dari beberapa jam lalu baru saja menuntaskan hasrat yang tak terbendung sedari di perjalanan tadi.
Disini lah Harry dan Fadia. Di salah satu hotel kota Malang. Harry benar-benar sudah tidak dapat membendung gelora gairah yang ia tahan sejak pagi pada istrinya itu.
Hingga mendapatkan satu kamar dan memasuki nya, ia langsung menyerang Fadia. Mencumbu nya penuh damba. Memperlakukan Fadia penuh puja dan dapat ia pastikan bahwa istrinya sangat menikmati apa yang ia berikan pada Fadia.
__ADS_1
Kini tubuh Harry masih di atas tubuh Fadia karena Fadia masih memeluknya dengan posesif.
"Ada apa hem? cerita sama aku." Harry menyadari Fadia belum merasa baik-baik saja.
"Apa kamu mencintai ku Harry?" tanya Fadia lirih sembari menatap Harry yang sedang memeluknya saat ini.
"Apa yang membuatmu ragu akan cinta ku?" Harry tidak menjawab melainkan balik bertanya.
Fadia menggeleng dalam dekapan Harry. Sungguh ia tidak meragukan cinta Harry untuknya.
"Aku takut suatu saat nanti kamu menemukan seseorang yang lebih baik dariku dan kamu pergi meninggalkan aku."
"Tidak akan sayang.. Aku tidak bisa berjanji tapi akan aku buktikan hanya kamu dan dia yang akan ku tatap dan akan aku cintai."
"Dia? kamu punya perempuan lain Harry?" Fadia menggeser tubuhnya dan terlepas dari dekapan Harry. Ia memicingkan mata curiga pada Harry.
Harry terkekeh dan merasa gemas melihat Fadia yang cemburu padanya. Ia suka akan hal itu.
"Dia.." Harry sengaja menggantung kan ucapan nya.
"Kita baru menikah seminggu kamu sudah punya perempuan lain? tega kamu." pungkas Fadia berbalik memunggungi Harry.
Harry tertawa dan menarik Fadia dalam dekapan nya lagi. Sungguh ia merasa gemas pada Fadia.
"Dia calon anak kita sayang.. Aku ingin punya anak perempuan dari mu dan aku mau tiga anak lagi dari mu." ucap Harry mengelus kepala Fadia.
"Loh.. Kok nangis.. Maafin aku sayang jika membuat mu menangis lagi." ucap Harry.
Kekuatan dan kelemahan Harry terletak pada Fadia. Dan sekarang ia lemah melihat wanita tercintanya menangis apalagi karena ulah nya.
Fadia gemas dengan Harry, ia menangis karena hatinya sudah sesak memikirkan Elsa menyukai Harry. Tentu ia tahu dan sangat hafal gelagat Elsa karena mereka sudah bersama sejak lahir bukan?
Dan ia sedih serta haru karena Harry meminta 3 anak lagi dan itu artinya ia akan memiliki banyak anak.
Fadia memukul dada Harry karena kesal air matanya tak juga mau berhenti.
"Nanti kalau aku banyak anak, badan ku rusak kamu cari perempuan lain." ucap Fadia sesegukan.
Harry mencium pipi basah Fadia dengan gemas. "Kenapa mikir nya sampai kesana Yu?"
"Nanti kalau punya ku tidak rapat lagi gimana?" tanya Fadia polos.
Harry menyeringai penuh maksud. "Punya mu yang mana?"
"Yang itu loh di bawah.." ucap Fadia lagi.
__ADS_1
Tangan Harry menyelusup masuk dalam selimut dan menggapai apa yang dimaksud Fadia.
"Ini sayang? eemm.. Coba ya masih rapat kok ini." Harry sengaja menggesekkan jemari nya dan kemudian masuk ke dalam sana.
"Ssshh Harry.. Kamu mengerjai ku." pekik Fadia setengah mende sah.
Harry tidak menjawab karena sudah melakukan penyerangan kembali pada lawan main nya di atas tempat tidur. Sungguh terkadang sifat polos Fadia datang tiba-tiba membuat ia leluasa memanfaatkan untuk kepuasan keduanya.
****
"Assalamualaikum.." ucap Yudha dan Hanum.
"Waalaikumussalam.." ucap sang ibu.
"Loh menantu ibu sama mas mu kemana Num?" tanya ibu Harry penasaran.
Bapak yang sedang baca koran langsung menjawab. "Mampir di hotel bulan madu."
Semua mata tertuju pada sang bapak seolah bertanya bagaimana bapak bisa tahu?
"Harry SMS bapak." jawab sang bapak tanpa mengalihkan dari koran nya.
Mereka terlibat obrolan dan sang ibu tidak memperbolehkan Yudha pulang sebelum makan malam dan tentu membuat ia senang.
****
"Harry.. Kamu membuatku capek." keluh Fadia yang baru saja keluar dari kamar mandi menggunakan bathrobe yang disediakan hotel. Begitu pula Harry yang masih menggunakan bathrobe juga.
Ia dengan santainya memakan dimsum yang dipesan dari pihak hotel dan memakai kacamata hitam di dalam kamar hotel itu.
"Ya ampun Harry.. Kenapa makan di tempat tidur? dan apa itu? makan pakai kacamata hitam?". Fadia mengomel di depan Harry yang masih asik makan dimsum dengan kacamata hitam bertengger di hidung nya.
"Aku pakai kacamata biar tidak melihat kamu Yu. Kalau aku melihatmu sekarang maka kita tidak akan pulang."
"Mana bisa gitu."
"Sudah sini.." Harry menarik Fadia hingga jatuh di tempat tidur.
Fadia tidak marah bahkan ia tertawa karena ulah Harry. Dengan santai ia melahap dimsum yang di suapi Harry melalui bibir Harry ke bibirnya.
Dasar mesum.
🌸
__ADS_1
Bersambung...
I love you readers ku semua..