Jodoh KEDUA

Jodoh KEDUA
Barisan para mantan


__ADS_3

Setelah melewati beberapa prosesi pernikahan adat Jawa. Suasana haru dan kebahagiaan tak luput dari pandangan. Semua momen tersebut sudah di abadikan oleh sang fotografer.


Kini Fadia berada di kamar karena baru saja selesai menjalani prosesi adat Jawa. Kedua MUA sibuk melepaskan cunduk mentul.


Sedangkan Harry duduk di tepi ranjang memandang Fadia dengan senyum manisnya.


"Kak Fadia.. Suaminya ganteng ya." celetuk salah satu MUA bernama Dila.


Fadia terkekeh tanpa menjawab.


"Kok tidak dijawab kak?"


"Biasa saja kak.. Mantan-mantan ku juga ganteng." ucap Fadia melirik Harry dari pantulan cermin.


"Eheemm.." Harry berdehem.


Deheman Harry membuat kedua MUA kikuk sedangkan Fadia tertawa.


"Istriku.. Kayaknya kamu perlu di hukum."


"Aku tidak takut." jawab Fadia.


Harry tidak menjawab. Ia lebih memilih memainkan ponsel nya dan membalas pesan-pesan yang berisikan ucapan selamat atas pernikahan nya.


Yang paling heboh tentunya dua sahabat nya Yudha dan Ricky. Keduanya yang paling heboh di grub WhatsApp SMA mereka.


Kedua MUA akhirnya menyelesaikan pekerjaan nya yang akan di lanjutkan satu jam lagi.


"Kak Fadia jangan lupa makan malam ya biar tidak kelaparan saat di pelaminan."


Fadia hanya mengangguk.


"Harry.. Ayo kita makan." ajak Fadia.


Harry menyimpan ponsel nya kembali di atas nakas bersama ponsel Fadia juga.


"Ajak Gadhing juga Yu."


Harry menggandeng tangan Fadia keluar kamar. Ternyata banyak tamu undangan yang memilih makan di dalam rumah.


"Mbak.. Gadhing sudah makan belum?" tanya Fadia saat melihat Fatin sedang makan.


"Sudah tadi Yu sama Dita. Mereka sekarang di rumah Elsa." jawab Fatin.


Harry duduk di sudut ruang tamu menjauhi keramaian. Walaupun pekerjaan nya selalu berada di tempat banyak orang dan ia termasuk orang yang friendly tapi jika menyangkut saat makan ia memilih menyendiri. Ia tidak terlalu suka makan di keramaian apalagi dengan orang yang tidak di kenal.


"Kamu tidak nyaman makan di ruang tamu?" tanya Fadia membawa dua piring makanan.


Harry mengangguk. "Aku tidak terlalu suka makan dengan orang yang tidak ku kenal Yu. Apalagi mereka melihat kita terus."


"Ya pasti di lihat dong.. Wong kita yang jadi pengantin."


"Minum nya mau air putih, teh manis, atau es timun?" sambung Fadia lagi.


"Apa yang kamu ambil aku minum."


Itu sama saja dengan terserah aku bukan sih?


Akhirnya Fadia memilih es timun dua gelas. Karena ia merasa gerah sedari tadi.


"Yu. Besok pagi kita ke rumah jabatan ya.. Bapak sama ibu mau balik ke Malang."


"Kakek nenek juga?" tanya Fadia.


Harry mengangguk.


"Kenapa cepat sekali?" tanya Fadia dengan wajah sendu.


"Karena 5 hari lagi acara ngunduh mantu sayang. Kita berangkat 2 hari lagi."


Selama acara resepsi pernikahan Harry maupun Fadia tidak ada kesempatan untuk berbicara berdua. Tamu undangan dari karyawan kebun maupun teman Fadia sangat menyita tenaga. Belum lagi harus bergaya sesuka hati fotografer.


Elsa mendekati Fadia membisikkan sesuatu agar Harry tidak mendengarnya.


Fadia terbelalak. "Serius? Semua?"


Elsa mengangguk. "Padahal aku tidak ada undang loh Fad."

__ADS_1


Wajah Fadia mendadak puas dan ia menatap Harry yang juga sedang menatapnya. Ia hanya bisa berpura-pura cengengesan.


"Ada apa Yu?" tanya Harry yang juga penasaran.


Fadia menggeleng. "Tidak kok."


Beberapa saat kemudian. Fadia merasakan sesak di dada nya. Bagaimana tidak? beberapa orang menuju pelaminan.


Barisan para mantan.


Mendadak gugup. Bukan karena masih ada perasaan. Namun ia khawatir bagaimana reaksi Harry jika tahu para mantan nya sedari SMP hingga SMA datang barengan lagi.


Lihatlah tindakan mereka. Dengan sengaja tidak ada yang berjabat tangan pada Harry.


"Selamat ya beb." ucap Doni mantan pacar waktu SMP kelas VIII dan 'beb' adalah panggilan mereka kala itu.


Fadia hanya mengangguk dan tersenyum canggung.


"Selamat ay." ucap Riki.


"Selamat ayank." ucap Adit.


"Selamat yayank." ucap Bayu.


"Selamat mi." ucap Hendra.


"Selamat Hasian ku." ucap Jody menatap Fadia lembut.


Jody adalah mantan terlama dan Fadia dulu sempat berharap Jody lah yang akan menjadi suaminya. Karena mereka pacaran dari kelas X SMA hingga kelas XII semester 1.


Keduanya putus karena Fadia suku Jawa dan anak yatim piatu dan orang tua nya tidak setuju kala itu. Hingga kini Jody masih betah sendiri.


"Terimakasih sudah datang. Sudah makan?" tanya Fadia.


Jody mengangguk.


Selepas barisan para mantan turun Harry menatap Fadia penuh kecurigaan.


"Itu para mantan." kata Fadia seakan mengerti arti tatapan itu.


"Jangan lagi jabatan tangan sama tamu. Aku cemburu." Harry meraih pinggang Fadia agar merapat dengan nya.


"Apa itu tadi? ay, ayank, beb. Dasar Lebay." sindir Harry.


Fadia tentu tidak terima. "Eh.. Tolong ya.. Makanya pacaran jangan kaku. Ya gitu cuma panggil nama. Iisshh.. Panggil sayang saja masih bisa di hitung. Dasar tidak romantis."


Harry menatap Fadia tanpa menjawab. Ia hanya bermonolog pada dirinya sendiri.


Bukan nya aku yang cemburu? aku bahkan menyindir nya hanya satu kalimat. Dan apa itu tadi? bahkan ia membalasnya panjang lebar. Astaga.. Dasar wanita. Untung cinta. Sudah jadi istri lagi.


Terdengar sorak-sorai di depan pentas hiburan. Ternyata barisan para mantan sudah berada di pentas.


Ijinkanlah kukecup keningmu


Bukan hanya ada di dalam angan


Fadia kenal betul suara dan lagu yang sedang di nyanyikan. Ini adalah lagu yang sering di nyanyikan Jody untuknya saat di sekolah SMA dulu. Bukankah kisah kasih di sekolah adalah hal terindah? begitulah yang Fadia rasakan sekarang.


Esok pagi, kau buka jendela


'Kan kau dapati seikat kembang merah


Sekelebat kisah cinta dulu teringat kembali. Bagaimana seru nya bolos sekolah bersama, panjat pagar bersama, di hukum bersama.


Lagu kenangan. 'Elegi Esok Pagi'.


****


Harry melihat itu semua hanya bisa mencoba meredam amarah dan cemburunya.


Satu hal yang baru ia sadari. Ternyata dirinya lah sedari dulu yang terlalu terbuka dengan Fadia tetapi tidak untuk Fadia. Ia hanya tahu mantan nya yang bernyanyi ini bernama Jody dan dialah mantan terlama Fadia selama pacaran.


Dan apa ini? mantan pacar istrinya ada 6? astaga.. Ia saja hanya ada dua.


Kini waktunya kedua mempelai untuk naik pentas guna menyumbang kan sebuah lagu. Ini adalah akhir acara resepsi pernikahan.


Fadia merangkul lengan Harry dan kedua MUA mengikuti di belakang karena mereka harus tetap memperhatikan penampilan Fadia yang memakai gaun pengantin.

__ADS_1


Elsa juga stay di pentas menemani Fadia sebelum atraksi.


Di ujung cerita ini


Di ujung kegelisahanmu


Harry menggenggam satu tangan Fadia. Menatapnya penuh cinta. Menyampaikan perasaan nya lewat lagu.


Kupandang tajam bola matamu


Cantik, dengarkanlah aku


Fadia yang dinyanyikan lagu romantis seperti itu lantas terpaku. Hatinya menghangat. Ini adalah pertama kalinya Harry bernyanyi untuknya dan pertama kali pula ia mengetahui suara Harry begitu merdu saat bernyanyi.


Aku tak setampan Don Juan


Tak ada yang lebih dari cintaku


Fadia tersenyum haru mendengar lagu itu. Ia sungguh menikmati nya.


Tapi saat ini 'ku tak ragu


'Ku sungguh memintamu


Begitu juga Harry, ia bernyanyi menatap Fadia dengan senyum menawan nya.


Jadilah pasangan hidupku


Jadilah ibu dari anak-anakku


Membuka mata dan tertidur di sampingku


Ia selipkan kecupan di kening Fadia saat bernyanyi. Ia tidak peduli dengan para tamu yang mengenal atau tidak dengan nya.


Aku tak main-main


Seperti lelaki yang lain


Elsa yang melihat sepasang yang belum ada sehari menjadi suami istri itu tersentuh. Ia tahu bagaimana perjalanan hidup sahabat nya dan bagaimana hubungan nya dengan suaminya sekarang. Tanpa terasa tetesan air mata itu keluar juga.


Satu yang kutahu


Kuingin melamarmu


Fadia tidak tahan untuk tidak menangis. Tangisan nya pecah dalam pelukan Harry. Ia dapat melihat dan merasakan cinta suaminya lebih besar darinya.


Harry bernyanyi sembari mengusap punggung istrinya yang menangis dalam pelukannya. Bahkan setelah Fadia menangis ia tidak fokus pada nyanyian nya. Fokus nya lebih ke Fadia dan ia berkali-kali mengecup pucuk kepala Fadia memberikan ketenangan untuk istrinya.


****


Setelah Fadia tenang begitu juga Elsa yang ternyata ikut menangis tadi. Kini kedua sahabat itu bersiap untuk mempersembahkan sebuah lagu.


Harry tetap menggenggam tangan Fadia.


"Mau nyanyi apa Yu?"


Fadia tersenyum nakal. "Lagu romantis."


Elsa memberi kode untuk memulai lagu nya karena ia tadi sudah memberi tahu lagi apa yang akan mereka nyanyikan.


Fadia tersenyum ketika musik telah dimainkan.


Abang pilih yang mana


Perawan atau janda?


Harry tercengang dengan lagu yang di nyanyikan Fadia. Ini bukan lagu romantis namanya.


Perawan memang menawan


Janda lebih menggoda


Harry tidak rela kala Fadia mulai berjoget dengan Elsa walau tangan nya masih setia berada di genggaman tangan Harry.


Ia baru tahu bila Fadia bukan hanya saat marah berubah menjadi bar-bar. Tapi saat bernyanyi juga.


Hari semakin larut tapi agaknya suasana resepsi pernikahannya semakin ramai. Apalagi semenjak Fadia bernyanyi, bahkan Bapak dan Ibu nya tampak bersorak-sorai mengikuti alunan lagu yang di bawa oleh Fadia.

__ADS_1


🌸


Bersambung...


__ADS_2