
Putri menikmati peran sebagai istri, walau Putri belum mengiyakan permintaan Erlan yang satu itu, tapi Erlan tak banyak menuntut dari istri nya.
Erlan yang mulai sibuk dengan pekerjaan baru nya, tak pernah meminta yang aneh aneh pada sang istri.
Erlan selalu bilang hidup itu di bawa santai, jangan terlalu memikirkan hal hal yang bersifat duniawi, karena harta benda tak akan menjamin keselamatan kita di akhirat kelak.
Kalau kita mampu untuk berbagi pada seseorang, maka berbagilah di sebagian hartamu, itung itung juga membersihkan harta benda yang kita miliki di dunia ini.
Hanya dengan Amal ibadah dan sedekah tabungan kita kelak di akhirat, dan juga Anak yang sholeh sholehah yang akan menjamin kehidupan kita kelak.
Putri selalu bilang pada sangat suami, jangan pelit untuk berbagi selama kita punya yang kita wajib berbagi.
Pekerjaan hanyalah sebagai prioritas yang sekian, karena hidup seseorang sudah di gariskan oleh sang Maha Kuasa, hidup, rizky, jodoh dan kematian sudah sangat jelas tercatat di lauful mahfud.
''Sayang Mas berangkat kerja dulu,'' pamit Erlan pada sang istri dan mencium kening beserta bibir ranum istri nya.
''Iya hati hati,'' jawab Putri seraya mengambil tangan suaminya dan di ciumnya.
Putri sudah terbiasa dengan perlakuan suaminya, Putri sudah tidak kaget lagi dengan semua itu, Putri sangat menikmati peran baru nya.
Hari ini Putri tak ada kuliah jadi dia membantu Ibu Ibu di dapur yang sedang sibuk menyiapkan Cateringngan nya.
''Nak Putri nggak pergi kuliah,'' tanya salah satu Ibu pekerjanya.
''Putri nggak ada jam kuliah Bu, jadi Putri di rumah saja,'' sahutnya lembut.
''Nak Putri, gimana sudah isi apa belum,'' tanya nya.
Putri tersenyum seraya berkata, ''Belum Bu, kita masih menikmati masa berdua kita dulu,'' jawab nya dengan senyum yang terus mengembang.
''Ibu do'a kan semoga cepat mendapatkan momongan ya Nak Putri,'' ucap nya mendo'akan Putri.
''Amin, makasih Bu do'a nya,'' jawab nya.
Jam 5 sore Ibu Ibu yang bekerja sudah menyelesaikan pekerjaan nya, dan mereka langsung berpamitan untuk pulang, seperti biasa Putri sudah menyiapkan makanan yang akan di bawa Ibu Ibu pekerjanya untuk makan malam bersama keluarga nya di rumah.
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
Setelah kepergian Ibu Ibu pekerja nya, Putri kembali lagi ke dapur, untuk memasak buat suami dan juga kedua sahabat nya yang bakalan datang sebentar lagi.
__ADS_1
Di halaman Erlan sudah memarkirkan motor nya, lalu di susul oleh Reno dan Zein yang sama-sama datang.
''Kebetulan sekali kita bertemu dengan kalian,'' Ucap Erlan.
''Iya nich, kok bisa barengan gini ya datang nya, padahal aku masih ingin berdua dengan Putri,'' canda Reno.
''Coba saja kalau berani,'' sahut Erlan sembari tertawa, Reno juga ikutan tertawa, sedangkan Zein hanya mengerutkan kening nya menanggapi candaan mereka berdua.
''Ya sudah, ayo masuk, mungkin istri ku sekarang lagi ada di dapur,'' ajak Erlan mengajak kedua sahabat Putri yang telah menjaga nya selama ini.
Mereka bertiga masuk ke dalam rumah, karena rumah Putri tak pernah ia kunci.
Erlan, Reno dan juga Zein menghampiri Putri yang sedang sibuk dengan kompor nya.
''Kayaknya sibuk banget,'' Ucap Reno tiba-tiba yang mengagetkan Putri.
''Sayang?'' sapa Erlan lembut memeluk pinggang sang istri.
Putri mencium tangan suaminya, Erlan membalas mencium kening sang istri.
Putri pun menatap kepada kedua sahabat nya lalu bertanya, ''Kenapa kalian bisa barengan datengnya,''
''Kami bertemu di depan barusan, jdi langsung ke dapur saja karena istri Mas ku ini nggak ada di ruang tamu,'' jawab Erlan yang di angguki Reno dan juga Zein.
''Ya sudah kalau gitu kita langsung makan saja,'' Ajak Putri memegang tangan suami nya.
Putri mengambil kan nasi untuk suaminya, Reno juga ikutan menyodorkan piringnya pada Putri.
''Kamu ambil sendiri,'' Ucap Zein menatap Reno yang cengengesan.
''Sini piring nya, biar Putri ambilin juga,''
''Punya kamu mana Zein?'' tanya Putri karena Zein tak memberikan piring padanya.
''Emng nggak apa apa, entar malah ada yang cemburu lagi,'' gumam Zein pelan.
''Nggak pah, mana mungkin aku cemburu pada kalian berdua sich, kalian berdua bukan cuma sehari dua hari bersama dengan Putri yang kini sudah menjadi istri ku,'' jelas Erlan panjang lebar.
''Takut nya malah kamu marah sama Putri nantinya,'' jawab Zein.
__ADS_1
''Ngapain harus bertengkar segala sich, hanya karena aku ngambilin nasi untuk kalian berdua,'' seru Putri menggeleng gelengkan kepala nya.
Erlan tertawa seraya berkata, ''Sudah lah jangan bahas ini lagi, sekarang kita makan saja, selagi makanan nya masih hangat,'' Ucap nya menyuapkan nasi ke mulut nya.
Mereka ber empat memakan makanan nya hingga tandas tanpa tersisa, Putri langsung merapikan meja makan nya dan mencuci semua peralatan makannya.
Selesai mencuci piring piring kotor nya, Putri langsung membuatkan minuman buat suami nya dan buat kedua sahabat juga.
Sedangkan Erlan dan Zein sedang mengobrol di ruang tamu, Reno keluar mencari gorengan kesukaan Putri.
''Lho Reno mana kok nggak ada,'' tanya Putri pada kedua nya, sambil meletakkan nampan yang berisi minuman serta camilan untuk teman mengobrol.
''Katanya sich mau cari gorengan kesukaan kamu sayang?'' jawab Erlan menarik tangan istri nya agr duduk di samping nya.
''Sudah isi belum Put,'' tanya Zein tiba-tiba mengejutkan Erlan dan juga Putri.
Putri tersenyum menanggapi pertanya'an sahabat nya, ''Ya belum lah Zein, kita masih ingin berdua dulu sekarang ini,'' jawab Putri menjelaskan.
''Ya juga sich, tapi jangan lama lama lah nundanya, aku kan pengen lihat ponakan aku lahir,'' Ucap Zein sembari terkekeh renyah.
''Do'a kan saja ya Zein, semoga cepat di kasih sama Allah,'' Sahut Putri lagi dan meminta di do'a kan pada sahabat nya.
Sedangkan Erlan menatap istri nya sembari mengembangkan senyuman nya.
Putri juga menatap suami nya sembari menyunggingkan senyum manisnya.
''Hallo semua, gorengan sudah tiba nich,'' seru Reno dari luar rumah.
''Tumben lho baik Reno, biasanya nggak seperti ini,'' tanya Zein menaikkan satu alisnya.
''Baik salah, nggak di beliin juga di bilang pelit, jadi serba salah dech,'' Seru Reno ketus.
Putri beranjak dari duduk nya dan langsung menghampiri Reno.
''Makasih ya Reno, seharusnya kamu nggak usah repot repot begini,'' Ucap Putri lembut.
''Sini biar Putri taruh di piring dulu,'' Ucap Putri lagi.
Reno tersenyum menatap Putri yang berkata sangat lembut pada nya.
__ADS_1
Reno memberikan kresek yang berisi gorengan pada Putri, ''Nggak repot kok,'' jawab nya tersenyum.
BERSAMBUNG