Keinginan Anastasya

Keinginan Anastasya
bab 24


__ADS_3

Anastasya memasuki rumah-nya dengan hati yang tak menentu, ucapan demi ucapan yang di lontarkan oleh Fera, Naura dan juga Sisil terus Terngiang-ngiang di telinga-nya.


''Assalamu'alaikum Ibu?'' Ucap Anastasya ketika melihat sangat ibu duduk di ruang tamu.


''Waalaikum salam, kok lesu githu kenapa?'' tanya sangat Ibu lembut.


''Nggak apa apa kok Bu? Anas cuma capek saja.'' jawabnya mencium punggung tangan sang Ibu.


''Ya sudah kalau kayak githu? kamu istirahat dulu saja habis itu sholat dhuhur.'' Ucap sang Ibu mengingat kan.


''Iya Bu? Anas ke kamar dulu ya, mau istirahat.'' Ujar Anas tersenyum dan berlalu dari hadapan sang Ibu.


Anastasya membuka pintu kamarnya, melemparkan tas sekolahnya ke atas kasur,dan Anastasya pun mulai merebahkan tubuhnya yang teramat capek! bahkan hatinya juga ikut ikutan capek.


Di kira sudah cukup istirahat nya Anastasya beranjak menuju ke kamar mandi, untuk membersihkan tubuhnya yang capek sebelum menghadap sang Kuasa, kemudian Anastasya menuju ke kran untuk mengambil air wudhu.


Setelah itu dilanjutkan dengan sholat dhuhur karna memang sudah waktunya.


"Semua yang dikatakan oleh Fera dan teman-teman nya ithu benar adanya, siapa sich yang mau sama Anastasya yang cebol, yang jelek kayak gini.'' gumam nya sebelum Anastasya melaksanakan sholat nya, dengan linangan air mata Anastasya memakai mukenah nya.


" Anas sejak kapan kamu cengeng kayak gini sich? kamu tidak boleh cengeng, mana Anas yang tegar, Anas yang selalu ikhlas, Anas yang extra sabar.'' ucap nya menghapus air matanya yang sudah menganak sungai di kedua pipinya.


''Kamu harus semangat menghadapi orang-orang yang ngebully kamu, tak terkecuali Ibu kandung Anas sendiri.'' ucap-nya lagi menyemangati diri nya sendiri.


"semangatโ€ฆ?!'' ๐Ÿ’ช


Anastasya pun segera menyelesaikan sholatnya, dan tak lupa Anastasya berdo'a kepada sang Khaliq, yang menciptakan seluruh alam semesta dan segala isi di dalam-nya.

__ADS_1


Anastasya memohon ampunan atas segala dosa dan segala kesalahan yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja.


memohon selalu di beri ketabahan di dalam hatinya,


dan keikhlasan, serta kesabaran menghadapi orang-orang yang selalu berbuat zholim padanya.


"Ya Allah hamba ikhlas dengan semua coba'an-coba'an yang engkau berikan,


tabahkan lah hati hamba dalam menghadapi semua coba'an ini.


kalau memang hamba sudah tidak berhak untuk bahagia di dunia fana ini, hamba mohon tempatkan lah hamba di surga mu ya Allah?'' ucap-nya di dalam doa do'anya,seperti biasa Anastasya masih mengeluarkan air matanya.


" Dan sesungguhnya engkau Maha adil pada seluruh umat-Nya, hamba hanya memohon padamu dekatkanlah jodoh hamba ya Allah?'' lanjutnya.


"Robbana atina fid dunya hasanah wafil akhi roti khasanatau waqita adza bannar, Amiiin.'' ucap-nya mengakhiri Do'a-do'a nya.


...๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ...


Reno hanya menampakkan deretan gigi putihnya saat melihat Zein yang sudah berada di ambang pintu


"Ech...! so sweet banget sich Zein sampek nunggu kedatangan kua di situ.'' celetuk Reno cengengesan sedangkan Zein membulatkan matanya karena celotehan sang teman.


''PD banget lho bro, gue di sini tu tadinya mau pergi? tapi malah lho nongol di saat yang tidak tepat.'' ucap Zein ketus.


''Emangnya lho mau kemana?'' tanya Reno yang sudah tak mau bikin sang teman tambah jengkel dengan kedatangan nya.


"Tadinya gue mau ke rumah temen, tapi malah lho nongol! ya sudahlah kita duduk di sana saja.'' ucap Zein menunjuk kursi yang ada di teras rumah-nya.

__ADS_1


mereka berdua mengobrol di teras rumah-nya, karena sang Ibu dan juga ayahnya lagi pergi ke rumah saudaranya yang kebetulan baru datang dari perantauan.


" Tumben-tumbenan lho kesini? mau ngapain nich tiba tiba datang ke rumahku.'' Tanyanya.


"Emang nggak boleh ya kalau gue main di sini." tanya Reno cemberut.


"Ya Boleh-boleh aja sich Ren, tapi gue nggak nyangka aja bakalan kedatangan tamu penting.'' ucap si Zein dengan nada meledek.


Reno masih dengan cemberut nya, sedangkan Zein memasuki rumahnya? tak lama kemudian Zein keluar dengan membawa minuman botol dan tak lupa juga dengan camilan nya.


" Nich minum dulu! gue nggak bisa bikin teh atau kopi, karena gue bukan cewek.'' ucap Zein sambil menaruh minuman Kemasan-nya di atas meja.


"Ech Anastasya apa kabar nya, setelah di bully sama Fera dan juga Cs nya.'' tanya Reno sedikit khawatir.


" Anastasya baik-baik saja kok, cuma itu dia Anastasya masih mengingat perkata'an yang di lontarkan oleh Fera dan Cs nya.


"Syukur lah kalau anas tidak apa-apaa, lambat laun akan hilang begitu saja perkataan dari Fera Cs thu Zein.'' ujar Reno yang di angguki oleh Zein.


" Lho sendiri ke sini mau ngapain.'' tanya Zein pada Reno.


"Nggak ngapa-ngapain sich, cuma mau nanya keada'an Anastasya doang.'' ucap Reno garuk garuk kepala nya yang tak gatal.


Zein hanya bisa menepuk jidadnya mendengar omongan dari si Reno.


...๐Ÿ‘‰๐Ÿ‘‰๐Ÿ‘‰...


jangan lupa dukung Al-mahyra ya kakak.

__ADS_1


jangan lupa like, komen dan votenya kk.


maksih๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2