
Malam yang indah dan langit malam yang bertaburan bintang, dan juga cahaya Rembulan yang begitu indah saat di pandang semua insan yang berada di muka Bumi ini, sungguh indah ciptaan sang Maha Kuasa.
Malam tersebut menjadi saksi bisu penyatuan cinta Erlan dan juga Putri istri kecil nya, Erlan yang sudah lama memendam hasrat keinginan nya, ia tumpahkan di malam yang sunyi senyap, hanya suara jangkrik yang terdengar di keheningan malam.
Erlan melepaskan benih cinta nya di dalam rahim sang istri, Erlan melakukan pelepasan berulang kali sampai sang istri merasakan kelelahan yang luar biasa saat di hajar sang suami.
''Makasih sayang,'' Ucapnya mencium kening istri nya dan menyelimuti tubuh lelah sang istri.
''Semoga cepat tumbuh di dalam sini,'' gumam nya lagi memegang perut Putri.
Putri tersenyum dan memegang pipi suami nya, ''Amin... semoga ya kak,'' lirih nya.
Erlan kembali mencium kening sang istri sembari menggodanya, ''Pengen lagi,'' bisik Erlan tersenyum smirk.
''Kak Erlan, Putri capek, Putri ngantuk dan pengen tidur,'' rengek nya manja.
Erlan terkekeh mendengar ucapan istri nya, ''Ya sudah, malam ini Mas biarin istri Mas tidur, tapi besok jangan harap bisa kabur,'' Ucapnya bercanda.
Putri langsung menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut tebal nya.
Adzan Subuh berkumandang, Putri menyingkap selimut nya dan mulai turun dari tempat tidur, ''Ishh...?'' desis nya saat ingin bergegas ke kamar mandi.
Erlan mendengar desisan sang istri, diapun membuka matanya walau masih terasa berat untuk bangun dari tidur nya.
''Kenapa sayang??'' tanyanya lembut.
''Nggak apa apa kok kak, kamu tidur saja Putri mau ke kamar mandi,'' jawab nya menahan sakit di area intimnya.
''Sini biar Mas gendong,'' Ucap Erlan lalu menggendong istri kecil nya membawa ke kamar mandi.
''Mas mandi'in ya,'' pintanya namun Putri menolak dengan gelengan kepalanya.
__ADS_1
''Kak Erlan keluar saja, Putri bisa mandi sendiri, lagian Putri juga malu sama kak Erlan,'' gumam nya pelan.
''Kenapa harus malu sich sayang, Mas kan sudah melihat semuanya,'' ucapnya tersenyum miring.
''Kak Erlan keluar, iich....??'' Putri melemparkan gayung nya pada Erlan, namun Erlan lekas menghindar dengan segera menutup pintu kamar mandi nya.
Erlan berjalan menuju ke tempat tidur dan tak sengaja dia melihat bercak merah di atas sprei, Erlan tersenyum melihat nya dan diapun langsung menggulung sprei tersebut dan di gantinya dengan sprei yang baru.
Erlan takut sang istri merasa malu padanya di saat dia melihat bercak merah yang kemungkinan besar darah perawan sang istri.
Putri keluar dari kamar mandi nya dengan tertatih-tatih karena dia merasakan sakit di area intimnya.
''Kak? kok sprei nya di ganti,'' tanya Putri saat sudah keluar dari kamar mandi nya.
''Iya, pengen ganti yang baru saja,'' jawab Erlan menghampiri istri nya sembari tersenyum.
''Kak Erlan mundur, Putri punya wudhu,'' seru Putri menyuruh suami nya untuk mundur, karena Erlan mencoba mencium nya kembali.
''Pd banget sich kamu sayang, Mas kan cuma mau mengambil handuk saja nich,'' Ucap nya menunjukkan handuk yang sudah ada di tangan nya.
''Bukannya PD gitu, tapi Putri males bolak balik ke kamar mandi karena kejailan kak Erlan,'' celetuk Putri sambil menutupi dadanya.
''Tak usah di tutupi lagi, mas sudah lihat semua nya,'' gumam nya sambil melangkah kan kakinya ke dalam kamar mandi.
Putri membaca Al Qur'an sembari menunggu suami nya yang sedang membersihkan tubuh nya, Erlan keluar dari kamar mandi hanya dengan memakai handuk, sekilas Erlan melihat istri nya sedang menunggu nya dia pun bergegas untuk segera memakai pakaian yang bersih untuk melaksanakan sholat subuh secara berjama'ah dengan istri nya.
Tak lama setelah mereka berdua selesai melaksanakan sholat Jama'ah nya, pintu rumah di ketuk dari luar, Putri yang sedang berbaring di lantai bergegas untuk bangun namun di cegah oleh Erlan suami nya.
''Biar Mas saja yang bukain pintu untuk Ibu Ibu pekerja, kamu tidur di tempat tidur saja,'' Ucapnya lembut seraya membelai pipi sang istri.
''Tapi kalau Ibu Ibu nanyain Putri gimana?'' tukas Putri.
__ADS_1
''Itu urusan Mas Oke,'' sahutnya beranjak dari duduk nya dan bergegas membuka pintu belakang yang biasa Ibu Ibu pekerja lewati.
Pintu di buka oleh Erlan, dan betul saja di sana sudah berkumpul semua Ibu Ibu yang akan memulai pekerjaan nya.
Tukang sayur juga sudah menunggu bersama Ibu Ibu tersebut.
''Pagi Mas Erlan,'' sapa Ibu Ibu pekerja dan juga Abang sayur yang mengirim sayur sayur nya seperti biasa.
''Maaf Bu lama buka pintu nya, tadi Erlan masih sholat,'' ucapnya.
''Nggak apa apa, Oiya Nak Putri kemana?'' tanya salah satu Ibu pekerja nya yang sudah ada di dalam.
''Istri Erlan tidur lagi Bu, tadi selesai sholat, mungkin masih ngantuk karena semalam begadang ngerjain tugas kampusnya yang tertunda.'' ucap Erlan setengah berbohong, karena dia tau bukan ngantuk karena begadang, tapi karena ulah Erlan yang membuat Putri tak bisa tidur.
Erlan bergegas menuju ke ruang tamu, dia membawa nampan yang berisi gelas gelas kotor sisa tadi malam yang belum sempat ia beresin.
Erlan menaruh nampan tersebut di tempat cuci piring, Ibu Ibu yang melihat Erlan ingin mencuci gelas kotor nya langsung mencegah, ''Biar Ibu saja yang bersihin Mas Erlan,'' ucap nya, mengambil alih gelas gelas kotor dan dengan segera mencuci nya.
''Makasih Bu,'' ucap Erlan, Ibu itu mengangguk dan Erlan kembali ke kamarnya, untuk melihat istri nya.
Pintu kamar di buka nya, dan dia melihat sang istri yang tidur di lantai hanya beralaskan sajadah, Erlan mencium kening Putri dan dengan segera memindahkan istri nya ke tempat tidur.
''Maafkan Mas ya sayang,'' bisik nya lagi, lagi lagi Erlan mencium kening istri nya, dan sekilas dia mencium bibir ranum sang istri yang sudah menjadi candu nya.
Erlan tak mengganggu tidur nyenyak istri nya, dia mulai bersiap siap untuk segera pergi ke tempat kerja nya.
Sebelum Erlan pergi, dia berpesan pada seorang Ibu pekerja nya untuk membangunkan istri nya pada jam 9 pagi, karena Erlan tau istri nya harus pergi ke kampus, kalau sampai dia bolos pasti Erlan yang bakalan kena sasaran dan tak kan di beri jatah kehangatan di malam harinya.
Erlan juga meminta Reno untuk menjemput istri nya untuk berangkat bareng ke kampus, karena Erlan sebagai suami tak bisa mengantarkan istri kecilnya ke kampus di mana sang istri menuntut ilmu.
BERSAMBUNG
__ADS_1
Makasih kk yang selalu dukung karya receh ku, Makasih 🙏🙏😘💕💕