
Malam harinya Anastasya Putri memasukkan barang bawa'an nya ke dalam tas ransel, dia mengemasi barang yang akan ia bawa besok pagi.
Tatkala sedang asik memasukkan cemilan dan beberapa minuman botol ke dalam tas ransel nya, ia dikagetkan oleh kedatangan Erlan yang masuk kedalam kamarnya tanpa permisi.
''Kayaknya lagi sibuk, sibuk ngapain sich sayang?'' tanya Erlan pada tunangannya.
Putri masih memegangi dadanya yang dag dig dug tak karuan, karena terkejut dengan kedatangan Erlan yang menurutnya tiba-tiba.
''Kak Erlan ngagetin orang saja, untung jantungku nggak copot.'' sahut Putri ketus karena kesal pada sang tunangan.
''Masuk kamar tanpa permisi.'' ucap Putri lagi, Erlan hanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal, mendengar omelan dari sang gadis.
''Kakak sudah pamit kok sama kamu sayang, namun kamu tak menghiraukan ucapan kakak, jadi langsung masuk saja.'' jawab Erlan karena menurut Erlan dia tidak bersalah, dia sudah permisi pada Putri, namun sama sekali tidak ada sahutan dari gadisnya.
''Jadi bukan salah kakak dong kalau gitu sayang..?'' kata Erlan menggoda Putri tunangannya.
Anastasya Putri mendengus kesal mendengar perkataan sang tunangan.
''Sudahlah, nggak usah di bahas lagi! makin kesal saja Putri kak.'' ucapnya melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda.
''Sayang? lagi ngapain sich, kakak di cuekin githu.'' seru Erlan karena Putri memalingkan wajahnya dari Erlan sang tunangan.
''Putri lagi beres beres kak, biar besok tinggal berangkat saja.'' celetuk nya membuat Erlan bingung dengan perkataan gadisnya.
''Maksudnya gimana sayang?'' tanya Erlan.
''Besok kita kan mau liburan kakakku sayang? jadi Putri harus mengemas barang barang yang mau di bawa besok.'' sahut Putri mencubit kedua pipi Erlan.
Erlan mengerutkan keningnya, ''Cuma liburan sehari bawa barang sebanyak ini sayang?!'' tanya Erlan yang di angguki Putri.
''Astagfirullah sayang? kamu terlalu antusias begini cuma mau liburan ke pantai doang.'' ujar Erlan menggenggam tangan Putri.
Putri hanya menanggapi celotehan Erlan dengan tawa renyahnya.
Ya Putri emang terlalu antusias menyambut datangnya liburan sekolah nya, sampai-sampai dia membawa banyak barang.
Erlan mengeluarkan sebagian barang yang sudah Putri masukin kedalam tas ransel nya.
__ADS_1
Putri memelototi Erlan, karena sebagian barangnya ia keluarkan dari dalam tasnya.
''Kok di keluarin lagi sich kak? barang barang nya, Putri capek tau kak?!'' ucap Putri sedih dan memegang tangan Erlan supaya dia berhenti mengeluarkan barang barang nya dari dalam tasnya.
Erlan mengelus tangan Putri dan berkata.
''Sayang...? liburan nya cuma satu hari dan barang yang kamu bawa banyak banget, kayak mau liburan 3 hari saja.'' ucap Erlan pada sang tunangan.
''Kita bawa barang seadanya saja ya, kan kita bisa beli di sana juga.'' tambah nya lagi, Putri mengangguk pasrah, karena Putri mengumpulkan barang barangnya dari kemarin, seperti halnya camilan, minuman botol dan beberapa snack juga.
Di bilang kecewa sich? ya kecewa lah pastinya, karena dia menghabiskan uang sakunya selama seminggu yang ia simpan, tidak buat jajan sama sekali.
''Sudah jangan sedih, camilan nya kan bisa buat Ibu dan Bapak juga di rumah?'' kata Erlan memeluk sang gadis.
''Sekarang senyum dong, masak kakak di cemberutin kayak githu.'' ujar nya, otomatis Putri langsung tertawa bukan tersenyum lagi, hanya gara-gara melihat Erlan mengedip ngedip kan matanya.
''Kita keluar yuck, jalan jalan kemana? githu.'' ajak Erlan pada gadisnya, namun Putri menggelengkan kepalanya, dia tidak mau pergi karena hari sudah malam, dengan cuaca yang tidak mendukung.
''Kenapa tidak mau sich sayang?'' tanya Erlan penasaran.
''Emang Kakak nggak dengar suara apa itu barusan?!'' tanya Putri balik.
'''Lha itu tau kalau suara petir, terus kenapa masih ngajak jalan sich kak?'' Putri melipat kedua tangannya di dada.
Hujan pun turun sangat lebat, kini mereka berdua sudah berada di ruang tamu beserta kedua orang tuanya.
mereka berempat ngobrol santai di ruang tamu, dan tanpa ia sadari jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, namun hujannya belum reda juga.
orang tua Anastasya Putri menyuruh Erlan menginap di rumahnya.
*_*_*_*_*_*_*_*_*
Pagi pagi sekali Bu Yuni sudah menyiapkan bekal yang akan di bawa sang Putri pergi liburan bareng tunangan nya.
''Pagi ini Ibu masak banyak banget, ada acara apa?'' tanya Putri di kala ia melihat lauk-pauk yang macam macam.
''Kamu lupa apa pura-pura lupa sich Ndok?!'' tanya balik Bu Yuni pada sang Putri.
__ADS_1
''Ya sudahlah jangan bahas ini sekarang, panggil Nak Erlan suruh dia makan sekarang, sebelum berangkat ke sekolah.'' suruh Bu Yuni, Putri bergegas menuju ke kamarnya, karena Erlan sedang ada di kamarnya.
Selesai sarapan Erlan dan juga Putri berpamitan pada Bu Yuni dan Pak Amin.
mereka pun berangkat ke sekolah menggunakan motor sport Erlan, sesampainya di sekolah di sana sudah mulai rame, Wulan dan Dewi menghampiri Putri, sedangkan Erlan menaruh motornya di parkiran sekolah.
''Cie...? yang mau liburan bareng Do'i.'' ucap Dewi meledek Putri sahabat nya.
''Iya nich si Putri, enak banget bisa bawa Do'i juga.''kata wulan merengut dan melipat kedua tangan di dadanya.
''Makanya kalian cepat cari cowok, biar ada yang nemenin kayak Putri kalau liburan gini.'' seru Putri yang makin memanas manasi kedua sahabat nya.
''Apa semuanya sudah datang, kalau sudah kita berangkat Oke.'' teriak Pak Darso pada siswa-siswi nya.
Semuanya mulai memasuki Bus, Dewi dan juga Wulan duduk di belakang Putri dan tunangannya.
''Putri!'' panggil Wulan, Putri menoleh kebelakang dan melihat Wulan yang berdiri di belakangnya.
''Kenapa Lan?'' tanya Putri lembut.
''Put, kamu jadi kan bawa cemilan yang di beli kemarin itu.'' tanya Wulan, Putri memandang Erlan dan menggelengkan kepalanya karena cemilan yang ia beli kemarin di keluarin Erlan dari dalam tas ransel nya.
''Kok nggak di bawa Put, ya sudah nggak apa apa, aku bawa banyak makanan dan cemilan di sini.'' ujar Wulan yang di angguki oleh Putri.
Setelah sampai Pak Darso memberi peringatan pada semua siswa-siswi nya, agar mereka tidak terlalu jauh mainnya.
Erlan mengikuti gadisnya, sesekali dia tersenyum melihat sang gadis yang memakai baju muslim sendiri, sedangkan yang lain memakai celana.
''Kenapa kak?'' tanya Putri melihat Erlan yang senyum senyum sendiri.
''Nggak kenapa napa kok sayang.'' sahut Erlan memeluk tunangan nya.
''Kalau nggak apa apa, kenapa kak Erlan melihat Putri kayak githu.'' tanyanya sambil menendang air yang menghampiri nya.
''Kita duduk di sana yuck, sambil main air.'' ajak Erlan pada gadisnya, Putri mengangguk dan berjalan di samping Erlan, karena tangan Putri terus di genggam Erlan.
👉👉👉👉
__ADS_1
Makasih yang selalu dukung karya receh Al-mahyra.
jangan lupa like, komen, vote dan favorit kan ya kak, Makasih 🙏🙏😘💕💕