Keinginan Anastasya

Keinginan Anastasya
Bab 168


__ADS_3

Tuan Daniel dan kak Sandra sudah duduk santai di ruang tamu, mereka saat ini tengah menikmati cemilan dan minuman hangat yang di sajikan oleh Bibi tadi, tuan Daniel menyandarkan bahunya ke sandaran sofa, dan dia memejamkan mata nya seakan sangat kelelahan dalam mengurus perusaha'an nya, tuan Daniel sekarang hanya di temani oleh sang sekretaris Rijal, sedangkan tuan Bryan dan Erlan belum juga kembali dari luar negeri mengurus perusaha'an di sana yang sedang ber masalah, rencana awal akan di selesai kan dalam waktu 2 bulan, tapi nyatanya sudah 2 bulan lebih belum juga kembali ke negara nya sendiri.


''Pak Daniel?'' sapa Putri yang tak bisa merubah panggilan nya, karena sudah sangat nyaman memanggil dengan sebutan Bapak.


''Harus berapa kali aku bilang, jangan sekali kali kamu memanggil dengan sebutan itu lagi, aku tidak menikah dengan Ibu mu,'' sahut tuan Daniel dingin, kedua tangan nya sudah di lipat di depan dadanya.


''Iya iya maaf,'' balas Putri seraya duduk di samping kak Sandra yang tengah sibuk dengan ponsel nya.


''Kayaknya kak Sandra sibuk banget sich sekarang?'' tanya Putri melirik ke arah Sandra yang sedang chatingan dengan seseorang.


''Apa sich Putri, kepo banget sich sekarang!'' jawab kak Sandra mematikan ponsel nya, dia menyudahi chatingan nya dengan kekasih nya.


''Cuma nengok dikit saja nggak boleh sich kak?'' Ujar Putri merenggut.


''Tante, Paman?'' sapa Azzam dan Azzura ber barengan.


Azzura dan Azzam mengambil tangan keduanya dan mencium punggung tangan tuan Daniel dan juga kak Sandra.


''Duch pintar nya ponakan tante,'' jawab kak Sandra mengelus kepala Azzam.


''Tante? O'om nya mana,'' tanya Azzura dengan polos nya, sekilas kak Sandra menatap ke arah ku, aku yang mengerti maksud dari tatapan nya hanya bisa menggedik kan bahu saja.


'Biarlah mereka bertanya tentang O'om nya, lagian aku nanya malah di cuekin githu,' batin Putri senang, dengan pertanya'an yang di lontarkan oleh putera nya.


''Tante kok nggak jawab sich, Azzam kan nanya?'' lanjut nya cemberut, dan melipat kedua tangan di dadanya.

__ADS_1


''Azzam kok cuma nanya tante sich sayang? harus nya kalian bertanya pada paman mu itu juga, kan dia lebih tua di banding tante,'' tutur nya, menunjuk ke arah kakak nya, yakni tuan Daniel.


''Kok malah ke aku sich! aku kan nggak ada sangkut paut nya dengan kalian!'' tegur tuan Daniel yang membuka matanya.


''Paman, kan nggak pernah bahas perempuan, tapi yang sering bahas laki-laki itu tante bukan paman?'' bela Azzura, tuan Daniel memberikan 2 jempol pada ponakan cewek nya yang sudah membela dia dari sang adik.


''Sudah lah? Sandra, bawa si kembar keluar! aku ingin mengobrol dengan Bunda nya,'' titah tuan Daniel pada kak Sandra adek nya.


''Ayo, ikut tante ke ruang tengah, kita main di sana okey?'' kak Sandra menuntun tangan Azzura dan Azzam, menuju ke ruang tengah, di mana di sana terdapat banyak mainan.


Setelah kepergian kak Sandra dan si kembar, tuan Daniel mengatakan maksud kedatangan ke rumah Putri.


''Putri, aku mau minta tolong kembali lah ke kantor,'' Ucap tuan Daniel memulai pembicara'an nya.


''Tapi kak? kalau Putri kembali ke kantor, bagaimana dengan si kembar, dan juga rumah catering Putri, semua nya Putri urus sendiri kak?'' jawab Putri membalas tatapan tuan Daniel.


''Kenapa nggak minta sama Khumairoh saja kak? dia lebih cerdas dari Putri, dan dia juga gesit dalam bekerja. Lagian kalau Putri kembali ke perusaha'an apa kata karyawan di sana coba?'' balas Putri dengan santai, Putri takut takut dalam memikirkan pilihan ini.


Putri takut kalau dia menelantarkan kedua anak anak nya.


''Si kembar pulang sekolah akan berada di rumah, jadi kamu nggak usah terlalu mikirin si kembar takut terlantar, Mama yang bilang sendiri tadi sama aku, makanya aku langsung ke sini,'' jelas tuan Daniel yang membuat Putri terkejut dengan setiap perkata'an dari kakak angkat nya tersebut.


''Bunda bilang githu sama kakak?'' tanya Putri lagi, takut nya dia malah salah dengar dengan ucapan sang kakak.


''Iya Putri, masak aku berbohong sich sama kamu, lagian ngapain juga aku berbohong, aku juga sangat sayang pada kedua anak mu itu, mereka semua pona'an aku,'' jawab tuan Daniel meyakinkan Putri, agar dia percaya semua yang di ucapkan nya barusan.

__ADS_1


Putri masih memikirkan kedua anak nya, dan juga rumah catering yang selama ini ia kelola.


''Tapi kak, kalau adik adik bentrok dengan mata kuliah nya bagaimana, kasian juga mereka kak, harus mengurus rumah catering dan juga harus belajar?'' Ucap Putri yang memikirkan ketiga adik adik nya yang sudah berkuliah. Sebenarnya bukan adik kandung sich? tapi lebih tepat nya adik adik yang berada di yayasan yang sudah ia anggap sebagai adik nya sendiri.


''Nanti aku suruh Rijal buat cari orang yang bisa meng-handle rumah catering kamu? Puas!'' tuan Daniel menekan kan kata puas pada akhir kalimat nya.


Putri hanya terkekeh menanggapi kakak angkat nya itu, Putri tak pernah merasa takut pada nya, atau pun merasa malu pada tuan Daniel.


''Baiklah? kalau githu Putri akan kembali ke perusaha'an, bulan depan kan kak?'' canda Putri yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari tuan Daniel.


''Iya, iya? serius amat sich, biasa aja kali kak natap Putri nggak usah sampai segitunya juga. Apa Putri makin cantik?'' goda Putri yang membuat tuan Daniel beranjak dari tempat duduk nya, dan menghampiri Putri, tuan Daniel menonyor pelan kepala adik angkat nya.


''Ich rese' amat sich lho kak, Putri aduin sama Bunda lho? biar nyahok sekalian!'' Ucap Putri kesal. Putri mengelus kepalanya yang di tonyor kakak angkat nya barusan.


''Pantesan nggak ada yang suka sama kamu kak?'' lanjut Putri yang sekarang malah mengikuti langkah kakak angkat nya tersebut.


''Bukan nya nggak laku, tapi aku yang nggak mau,'' jawab nya datar dan terus melangkah ke belakang, di mana kedua bocil nakal berada.


''Cepat nikah dong kak? biar bocil dua itu ada temen nya juga,'' Ujar Putri lagi.


''Kamu saja yang bikinin mereka adik, kan sama saja?'' jawab nya dingin, tuan Daniel menatap adik angkat nya sebentar, diapun melanjutkan langkah kakinya kembali dengan satu tangan di masukkan ke saku celana nya.


''Sok cool? padahal iya juga sich!'' Gumam Putri yang di jawab sendiri oleh nya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2