Keinginan Anastasya

Keinginan Anastasya
Bab 60 Rencana Liburan Erlan dan Putri


__ADS_3

Liburan panjang sekolah sebentar lagi, Wulan dan Dewi berencana liburan ke rumah nenek Wulan yang kebetulan ada di daerah Sleman Yogyakarta.


''Putri!!'' Panggil Wulan dan juga Dewi.


Putri menoleh ke asal suara di mana di sana sahabatnya sudah menunggu kedatangan Putri.


''Ya, kenapa?'' tanya Putri saat sudah ada di depannya.


''Liburan besok rencana mau kemana?'' Tanya Wulan pada sahabat nya.


Putri belum juga menjawab namun Dewi sudah mengusulkan Putri ikut liburan kerumah ke nenek Wulan.


''Ikut kita kita saja ya Putri, kita mau liburan bareng ke rumah nenek Wulan yang ada di Sleman.'' tutur Dewi heboh pada Putri.


Putri menggeleng dan berkata, ''Liburan besok ya, rencananya Kak Erlan mau jemput Putri, soalnya Putri belum nengok ponakan di sana?'' Ucap Putri menunduk.


''Ya nggak apa apa, kalau lho sudah ada rencana buat liburan juga, kita senang kok? kalau lho tambah dekat sama Erlan.'' Tukas Wulan yang tumben tumbenan bisa berkata bijak pada sahabatnya.


Putri mengangguk dan memeluk kedua Sahabatnya.


''Iya, sekaligus acara perpisahan Putri sama kak Erlan?'' Ujar Putri dengan mata yang sudah mulai berkaca kaca.


Wulan dan Dewi membelalakkan matanya mendengar ucapan sahabatnya.


''Maksud kamu apa Put, perpisahan kenapa?!'' Tanya Wulan memegang pundak Putri.


''Kalian mau berpisah! tapi kenapa harus seperti ini sich Putri, apa Erlan punya cewek baru di Kalimantan?!'' Cecar Dewi yang sudah mengepalkan kedua tanya-nya karena geram mendengar sahabatnya akan berpisah dengan tunangannya.


''Bukan seperti itu juga Wulan, Dewi?!'' Seru Putri menghapus air matanya yang berhasil lolos begitu saja.


''Terus, perkataan mu tadi? yang bilang perpisahan dengan Erlan?'' Tanya Dewi serius dan mengguncang tubuh Putri.


''Kalau emang buat Erlan dan lho perpisahan yang terbaik, maka lakukan lah.'' Ucap Wulan sok bijak, padahal dugaan mereka berdua salh besar.


''Kak Erlan mau kuliah ke luar negeri.'' tutur Putri yang di selingi dengan senyuman.


''Och, dasar lho Putri, hatiku sudah panas mendengar lho mau berpisah, kok bisa tega githu Erlan mau meninggalkan kamu, sedangkan dia sudah bucin parah.'' celetuk Dewi mentuwir kepala Putri sahabatnya.


''Kan biar heboh, jadi Putri bilangnya githu.'' tertawa renyah yang langsung di pelototi Dewi dan juga Wulan yang sudah panas di area wajahnya, karena harus menahan amarah akibat ulah Putri sang sahabat.

__ADS_1


''Lagian kamu buru buru dalm mengambil kesimpulan, kalau kak Erlan selingkuh.'' tutur Putri tanpa merasa bersalah sedikit pun.


Wulan dan Dewi yang geram menggelitiki Putri, sampai sampai Putri terpingkal pingkal dan duduk di lantai depan kelas nya.


''Kalian ngapain duduk di lantai kayak githu? emangnya sudah tidak ada kursi lagi ya?!!'' Tanya Davin yang baru datang.


''Ini ada orang minta di kruwez mentah-mentah Vin.'' Ujar Wulan yang masih menggelitiki Putri.


''Sudah sudah aku nyerah dech maaf.'' ucap Putri yang sudah mulai tersengal sengal karena gelitikan dari kedua sahabatnya.


''Sudah hentikan, entar Putri sawan lho terus terusan di gelitikin kayak githu.'' Ucap Davin mencegah kedua temannya yang akan menggelitiki Putri lagi.


Dengan cemberut Dewi dan juga Wulan menghentikan gelitikan nya terhadap Putri sahabatnya.


''Sekarang kita masuk! lagian sudah Bel masuk dari tadi juga, tapi kalian masih main main di sini.'' Omel Davin pada ketiganya.


Mereka tidak menjawab omelan dari Davin, karena yang di bilang Davin ada benarnya juga.


Sesekali mereka menatap Davin, Davin yang mengerti akan tatapan mereka bertiga, lantas Davin menarik tangan ketiganya secara bergantian.


*-*-*-*-*-*-*


''Sudah selesai siap siapnya.'' Tanya Erlan pada gadis kecilnya.


Putri mengangguk pelan, ''Sudah kak?'' Jawab Putri lembut dan meraih tangan Erlan, Putri menciun tangan Erlan sebagai rasa hormat nya pada tunangannya.


Erlan mengelus puncak kepala Putri dan diciumnya kening sang gadis, tak lupa Erlan juga memeluk Putri mesra,sesekali Erlan mencium keningnya secara berulang.


''Kak Erlan kok nggak ngabari Putri sich, kalau sudah tiba.'' Ucap Putri manja dan memanyunkan bibirnya.


''Ish?? manja banget sich gadisnya kakak ini.'' Goda Erlan, Putri menutup tertawa sambil menutup mulutnya.


''Habis ini nggak bakalan bisa manja manja lagi sama Kak Erlan?!'' Ujar Putri mencebik.


''Kakak kan cuma belajar di sana sayang? kalau ada waktu luang kakak mau bekerja juga di sana, biar tidak merepotkan Ayah sama Ibu.'' Ujar Erlan, Putri mendongak menatap mata tunangan nya, tak ada kebohongan di dalam mata Erlan.


''Putri akan selalu mendukung kak Erlan, selama itu baik, pasti Putri akan dukung kamu kak?'' Sahut Putri memeluk sang tunangan lagi.


''Kalau kak Erlan kerja sambilan, jangan sampai mempengaruhi kuliahnya ya.'' Pesan Putri pada Erlan tunangan nya.

__ADS_1


Erlan mengangguk, ''Do'ain kakak ya sayang? agar kelak kakak menjadi orang yang sukses, keinginan kakak sekarang hanya satu, yaitu bahagiain orang terkasih ku.'' Ucap Erlan membelai mesra pipi Putri.


Putri hanya tersenyum, namun dalam hatinya begitu sakit, karena akan di tinggal jauh oleh tunangannya.


''Besok kita berangkat jam 10 pagi, jadi dari sini jam 7 harus berangkat ke bandara.'' Tutur Erlan mengingat kan gadis kecilnya.


''Iya kak, emangnya kakak mau tidur di rumahnya ya.'' Tanya Putri, Erlan menggeleng.


''Kakak tidur disini, tepatnya kamar sebelah.'' Sahut Erlan pada Putri.


Bu Yuni menyuruh Erlan untuk makan siang.


''Nak Erlan? makan dulu sudah di siapkan di meja makan, sekalian ajak tunangannya juga untuk makan siang juga.'' suruh Bu Yuni pada Erlan, karena Putri kalau di suruh makan siang bawaan nya angel dan tak pernah mau makan siang.


Putri yang mendengar perkataan dari Ibu nya langsung cemungut, karena menurut Putri Ibu nya membuka kartu jeleknya, hiii😁😁


Erlan menarik tangan Putri keruang makan, dan dia di duduk kan di tempat duduk yang biasa Putri duduki.


Erlan mengambilkan makanan untuk sang gadis, dan juga lauk pauk yang sudah di taruh di piringnya.


Putri mendengus kesal, karena melihat piringnya yang penuh dengan nasi juga lauk pauk.


''Kakak? ini terlalu banyak buat Putri, nanti yang ada makanannya nggak habis lagi, kan mubazir juga kalau di buang.'' rengek Putri pada Erlan.


Namun Erlan cuek bebek mendengar celotehan gadis nya.


''Makan dulu, kalau belum di makan mana tau habis enggak nya.'' tukas Erlan mengusap puncak kepala gadis nya.


''Jahat banget sich kak Erlan pada Putri!'' Seru Putri kesal pada tunangannya.


Erlan tertawa renyah melihat gadis kecilnya menyuapkan nasi ke mulutnya.


''Kalau kayak gini, kamu lucu sayang?'' goda Erlan pada Putri.


Dengan mulut penuh Putri ingin berujar, namun tak di bolehin Erlan.


''Kunyah dulu makanan nya, baru ngomong.'' Potong Erlan, Putri menghentakkan kakinya kesal.


Jangan bosan baca karya receh ku ya kak.

__ADS_1


makasih yang sudah mampir. 🙏🙏💕


__ADS_2