
Pagi pagi sekali Putri menghampiri tukang sayur, dia membeli beberapa sayuran dan juga lauk-pauk, walau itu hanya berupa tempe dan tahu.
Kemarin Putri memutuskan untuk membeli perlengkapan masak, dan itu di dukung oleh kedua teman nya.
Zein yang tiap hari membeli nasi bungkus untuk dia sarapan,memdukung penuh saat Putri bilang ingin masak sendiri.
Akhirnya mereka bertiga patungan untuk membeli kompor lengkap dengan tabung gas nya, Panci, wajan dan alat yang di kira di butuhkan lainnya.
Putri lanjut memasak sebelum Reno dan Zein datang menghampiri nya di kosan nya untuk makan bareng.
''Alhamdulillah selesai sudah masaknya, tinggal mandi dech sekarang, semangat?'' Gumam Putri menyemangati dirinya sendiri.
Putri bergegas ke kamar mandi yang terletak di sebelah kos kosan nya.
Putri mengangguk kan kepalanya saat bertemu sesama penghuni kosan tersebut. ''Pagi mbak?'' sapa Putri sopan.
''Pagi juga kak.'' Balas orang yang di sapa Putri.
Dengan cepat Putri menyiram seluruh tubuh nya dengan air dingin. ''Tumben dingin gini ya nie air?!'' Gumam Putri mulai menggigil.
Putri pun memakai baju gantinya yang dia bawa ke dalam kamar mandi. dengan tergesa-gesa Putri menuju kosan nya, takutnya para cowok cowok sudah menunggu dia di kosan nya.
Putri memelankan langkah kakinya saat melihat para cowok sudah menunggu nya di teras kosan nya.
''Cepat banget kalian kesini nya.'' Sapa Putri pada Reno dan juga Zein sahabat kecilnya.
''Aku mau makan lah Putri?'' Jawab Zein tersenyum.
''Ya sudah kalian masuk saja. Aku akan menata nya buat kalian dulu.'' tutur Putri membuka pintu kosan nya.
''Masak apa sekarang Putri.'' Tanya Reno penasaran karena baunya sangat harum membuat rasa laparnya meronta ronta ingin cepat memakannya.
''Makanan kampung Reno, semoga kamu menyukai masakan aku.'' Jawab Putri menaaruh makanannya di lantai yang sudah di alasi tikar.
''Ya, kalaupun nggak suka ya nggak apa apa Reno, tinggal beli saja kan Putri?!'' Sahut Zein bercanda.
''Enggak lah Zein, gue juga orang kampung kok.'' Ucap Reno.
''Ya sudah makan cepat, ini piring nya?'' Ujar Putri memberikan piring pada keduanya.
''Kamu nggak makan Putri?'' Tanya Zein saat melihat Putri merapikan hijabnya yang di pakek asal asalan.
''Masih ngerapiin hijab dulu.'' Ujar Putri menatap Zein.
Zein langsung menarik tangan Putri, dan mendudukkan di sampingnya. Zein juga mengambilkan nasi beserta lauk pauknya buat sahabat kecilnya.
__ADS_1
''Setelah makan kan bisa di rapiin tu hijab.'' tutur Zein memberikan piring yang sudah terisi dengan makanan.
Putri tersenyum seraya berkata. ''Makasih?''
''Sama-sama.'' Jawab Zein membalas senyuman nya.
''Oia Putri, Erlan tau nggak kalau kamu memasakkan kita berdua.'' Tanya Reno di saat makannya.
''Aku sudah memberi tahu Kak Erlan kok Reno, kamu tenang saja dia nggak keberatan kok. Dia bilang sangat tenang karena ada yang menjaga aku di kota orang.'' Jelas Putri pada Reno.
''Och, syukur lah kalau githu. Aku takut saja dia malah salah paham karena kamu memasakkan kita berdua, iya nggak Zein.'' Ucap Reno melemparkan tatapan nya pada Zein yang sedang makan dengan lahapnya.
''Sudah nggak usah mikirin itu semua, Erlan ngerti kok.'' Sahut Zein menyelesaikan makanannya.
''Cepat amat makannya, aku belum selesai lho.'' Ucap Putri mempercepat suapan nya.
''Nggak usah terburu-buru, biar kita saja yang beresin ini semua, kamu tenang tenang saja makannya.'' tutur Zein lembut.
Putri mengangguk sambil meneruskan suapan nya.
Zein dan juga Reno membereskan tempat yang di gunakan untuk makan.
''Nggak usah di cuci Reno? taruh saja di ember itu, biar aku saja yang mencucinya nanti.'' Ucapnya mencegah Reno yang mau mencuci piring kotor nya.
''Nggak apa apa kok Putri? lagian kita harus bekerja sama dalam hal ini kak, cuma 3 piring sambil menunggu kamu bersiap, Oke?'' Sahutnya membulat kan jarinyaπ.
''Selesai?'' bisik Reno. Dan bergegas menuju ke kosan nya Putri.
''Sudah?'' Tanya Putri pada Reno.
''Sudah kok, cepat kan?'' gumamnya menaruh ember di pojokan kamar kosan nya Putri.
Akhirnya mereka bertiga bergegas menuju kampusnya untuk mengikuti pelajaran hari ini.
Putri yang di bonceng oleh Zein bertanya.
''Besok mau lauk apa?'' Tanya Putri.
''Terserah kamu saja Putri, apapun itu pasti aku makan kok. Dari pada beli di warung lauknya itu itu terus.'' Ujar Zein menatap Putri lewat kaca spion motor nya.
Reno yang mengendarai motor sport nya sendiri hanya mendengus kesal, karena tiap hari selalu melihat pemandangan keakraban antara Zein dan juga Putri.
Tak berapa lama mereka bertiga sudah sampai di kampus nya. Zein dan Reno langsung menuju ke parkiran kampus nya. Putri membuka Helmnya lalu ia berikan pada Zein.
''Oia Putri, Nanti jadi kan?'' Tanya Zein pada Putri.
__ADS_1
''Jadilah Zein,gue kan mau kerja biar dapat cuan.'' Jawab Putri cengengesan.
''Ya sudah gue cabut dulu ya.'' Pamit Putri melangkah pergi menuju kampus nya.
Karena Putri dan Reno beda jurusan.
Putri buru buru menuju kelasnya dan ''Brukk.'' Putri menabrak seseorang membuat Putri jatuh tersungkur.
''Lho nggak apa apa kan?'' Tanya seorang cowok mengulurkan tangannya pada Putri.
''Ach iya maaf, gue nggak sengaja.'' Jawab Putri menerima uluran tangan cowok tersebut.
''Ach lho sengaja kan nabrak cowok gue, jangan carmuk dech lho!!'' Tukas ai cewek ketus.
''Maaf kak, aku emang nggak sengaja nabrak kakak ini, bukan cari muka?'' sahut Putri.
''Udah nggak usah cari alasan dech lho, gue sudah tau akal-akalan cewek modus kayak lho ini.'' Ucap nya sarkas.
''Beneran kak?aku nggak sengaja?!'' sahut Putri masih dengan nada lembutnya.
''Sudah lah Diandra, dia nggak sengaja. Lagian aku juga nggak lihat jalan tadi.'' Gumam sang cowok yang biasa di panggil Boy.
Boy langsung mengajak Diandra ke kelasnya takutnya sang dosen sudah ada di kelas.
*-*-*-*-*-*-*
*Cafe*
Zein membawa Putri menuju ke workshop temannya.
Zein melambaikan tangannya pada Dani ketika sudah sampai di workshop Dani.
''Zein, orang nya nggak galak kan.'' bisik Putri menarik baju Zein.
''Nggak lah, dia baik kok. Baik banget malah.'' Gumam Zein merangkul sahabat kecilnya.
Dani sudah menunggu kedatangan Zein dan juga Putri di workshop nya.
''Lama lho bro, gue dah jamuran nungguin kamu tau nggak?!'' tukas Dani.
''Ya maaf, aku masih nunggu Ratu dulu, baru dech kesini.'' Ujar Zein asal.
Putri mencubit perut Zein karena asal bicara. ''Zein apaan sich?'' Gumam Putri pelan dan menundukkan kepala nya. Mereka berdua terkekeh renyah.
ππππ
__ADS_1
Jangan bosan baca karya receh ku ya kak, Makasih uang sudah Mampir πππππππ