Keinginan Anastasya

Keinginan Anastasya
Bab 37 Senyuman Bu Ristie


__ADS_3

Bu Ristie tersenyum dan bergumam ''Kamu memang gadis yang baik Nak Tasya? Erlan tidak salah memilihmu.'' gumaman Bu Ristie sempat di dengar oleh Anastasya namun hanya sekilas tidak begitu jelas di pendengaran nya.


''Nenek juga ikut ke sana Bu?'' tanya Anastasya ragu ragu.


''Iya, Nenek kamu nggak betah tinggal di sini, kemarin dia ikut pulang kampung karena mau melihat calon cucu Menantunya saja.'' ucap Bu Ristie sambil terus memasukkan barang yang akan di bawa ke dalam kardus.


''Kalau boleh tau, kak Erlan kerja apa di sana Bu? kan masih sekolah juga.'' tanya Anastasya memandang Ibu Ristie.


''Erlan bantuin Abangnya di bengkel, setiap pulang sekolah dia pergi ke bengkel Abangnya.'' jawab Bu Ristie menghampiri Anastasya dan memeluk nya.


''Kamu jangan khawatir, kami akan jagain Erlan buat kamu.'' bisik Bu Ristie yang sontak membuat Anastasya salah tingkah.


Bu Ristie melepaskan pelukannya.


''Maksud Tasya bukan itu Bu? yang jadi fikiran Tasya itu gimana kak Erlan membagi waktu dengan pekerjaannya, sedangkan dia masih sekolah.'' sahut Anastasya memegang tangan Bu Ristie.


Erlan terpaku melihat kedekatan Anastasya dengan Ibu-nya, padahal sang Ibu tidak mudah untuk dekat dengan orang, walaupun itu menantunya istri dari Kevin putra sulungnya.


Tapi dengan Anastasya Bu Ristie bisa akrab banget seperti halnya dengan anaknya sendiri.


Itulah keistimewaan dari seorang Anastasya yang mudah bersosialisasi dengan orang baru.


Anastasya sendiri baru 2 kali bertemu dengan Bu Ristie Mertuanya.


Namun Anastasya tidak sungkan berbincang bincang ramah dengan sang Mertua.


Erlan di kejutkan dengan kedatangan sangat Abang yang tiba-tiba menepuk bahunya.


''Ngelamunin apa'an sich lho Lan?!! ujar Kevin yang duduk di sampingnya.


''Nggak ngelamunin apa-apa kok Bang? Abang sotoy sich.'' celetuk Erlan dan mendapatkan sebuah jitakan dari Kevin, ia pun berkata.


''Nggak usah di lamunin kayak gitu, kan sudah di depan kamu sekarang? samperin terus kasih dia ciuman selamat tinggal.'' ucap Kevin mengedip ngedip kan matanya.


''Abang selalu melakukan kekerasan pada adiknya sendiri, bisa kena pasal ini mah.'' cerocos Erlan, Kevin hanya bisa mentertawakan sang Adik.


Kevin pun beranjak dari tempat yang ia duduki, namun sebelum Kevin pergi dia menyempatkan mentuwir kepala Erlan sang Adik. Erlan yang kesal langsung mengejar Kevin, yang hanya mengitari Ibu Ristie dan juga Anastasya.


Bu Ristie hanya bisa berteriak, meneriaki


2 anaknya.

__ADS_1


''Berhenti... !!'' teriaknya dengan nada tinggi.


''Kalian ini bukan anak kecil lagi? bisa nggak sehari saja nggak berantem kayak gini!'' ucap Bu Ristie tegas.


''Abang! yang mulai duluan Bu bukan aku?'' sahut Erlan melotot pada Kevin sang Abang.


Kevin hanya cengengesan dan berpaling muka.


''Tu kan Ibu bisa lihat kelakuan Abang.'' celetuk Erlan memandang sang Ibu.


''Kevin? kamu itu sudah dewasa dan bentar lagi bakaln punya baby juga, jadi jangan kayak kucing dan anjing lagi, malu sama Tasya.'' ucap Bu Ristie menjewer telinga Erlan dan juga Kevin.


''Kok aku di jewer juga sich Bu? sakit nich.'' ucap Erlan memegang telinganya yang memerah akibat jeweran dari sang Ibu.


''Biar tidak iri satu sama lain, jadi kalau gini adil kan.'' jawab Bu Ristie berlalu.


Sedangkan Anastasya tertawa dengan kedua tangannya memegang mulutnya.


Anastasya terpingkel pingkel karena melihat hal yang sangat langka, yang tidak pernah ia lihat sebelum nya.


 


Di perjalanan Erlan bertanya pada sang tunangan.


''Kamu mau kan nunggu aku sampai aku sukses.'' Tanyanya memegang tangan Anastasya yang menempel di perut nya.


Anastasya mengangguk, ''Anas bakalan nunggu kakak, asal kakak juga janji tidak akan meninggalkan aku sendirian di saat kakak sudah sukses.'' sahut Anastasya menggenggam tangan Erlan.


''Iya kakak janji, kakak juga berencana akan membawamu ke sana setelah kita menikah? kamu mau kan ikut kakak ke sana?!'' ucap Erlan yang terus mengendarai motor sport nya.


Dan tak berapa lama motor sport yang mereka tumpangi memasuki halaman rumah Anastasya, Erlan mematikan mesin motor nya.


Anastasya memasuki rumahnya dan di ikuti oleh Erlan, Erlan mencium tangan Bapak dan Ibu Mertuanya di saat ia masuk ke dalam.


''Ayo duduk Nak Erlan.'' Ucap Bu Yuni mempersilahkan sang Menantu.


''Iya Bu makasih, tapi Erlan tidak lama kok di sini, sekalian Erlan mau pamitan juga sama Ibu dan juga Bapak?'' ucap Erlan memainkan tangannya di bawah meja karena grogi.


''Erlan pamit balik ke perantauan, titip adik Tasya Pak, Bu?'' tambah Erlan.


Pak Amin mengangguk sedangkan tangannya memegang dagunya.

__ADS_1


''Kamu tenang saja tidak usah memikirkan adikmu yang ada di sini, lebih baik kamu fokus pada sekolahmu di sana ya?!'' saran Pak Amin, karena Pak Amin takut Erlan tidak fokus sama sekolahnya.


''Biar Bapak sama Ibu jagain Tasya di sini, kamu belajarlah dengan rajin, supaya Cita-cita kamu selama ini terwujud.'' Ujar Bu Yuni yang di angguki oleh Erlan.


''Baiklah kalau githu Erlan bisa tenang, makasih ya Bu sudah mau ngejagain adik Tasya.'' sahut Erlan dan tersenyum karena sudah sedikit lebih tenang.


''Jangan berterimakasih pada Ibu, ini sudah tanggung jawab kita sebagai orang tuanya.'' Ujar pak Amin menepuk nepuk bahu Erlan.


''Ya sudah kalau githu Erlan pamit ya Bu, Pak?'' beranjak pergi setelah mencium tangan kedua Mertuanya.


Erlan menghampiri Anastasya yang duduk sendiri di teras rumahnya, dengan rasa sedihnya ia menatap langit malam yang bertaburan bintang- bintang.


''Sayang? kakak pamit ya, kamu jangan sedih gini dong, kakak juga ikutan sedih kalau adik sedih.''gumam Erlan memeluk Anastasya.


Anastasya mencoba tersenyum dan memandang wajah sang laki-laki nya.


''Kak Erlan tenang saja, Tasya tidak sedih kok kan kak Erlan hanya pergi sebentar bukan selamanya.'' ucap Anastasya sedikit tersenyum.


Erlan tau kalau sang wanitanya terpaksa tersenyum untuk menutupi semua kesedihan nya.


''Kak Erlan belajar yang rajin di sana ya, nggak usah khawatirin aku di sini, kan di rumah ada Ibu sama Bapak.'' ucapnya lagi.


''Ya sudah kalau githu kakak pamit ya, jaga diri baik baik, Assalamu'alaikum.'' pamitnya beranjak pergi setelah mencium kening Anastasya, begitu pula Anastasya mencium tangan sang tunangan.


Erlan melambaikan tangannya dan menstater motor sport nya untuk keluar dari halaman rumah sang gadis.


Emang benar kata pepatah.


Orang yang kita benci malah kita cintai dan kita sayangi.


قال جبریل علیھ السلام یا محمد عش ما شئت فئنك میت, وأحبب من شئت فئنك مفارقة, واعمل ما شئت فئنك مجزى بھ,


Jibril As berkata, “Ya Muhammad hiduplah sesuka engkau karena sesungguhnya engkau akan meninggal dunia. Dan cintailah orang yang engkau suka karena engkau pasti akan berpisah (disebabkan kematian). Dan beramalah sesuka engkau karena engkau akan di beri pahala atas amal itu


👉👉👉👉


Makasih yang sudah dukung karya receh Al-mahyra.


Jangan lupa like, komen,vote dan hadiahnya?


Makasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2