Keinginan Anastasya

Keinginan Anastasya
Bab 62 Pesona Hutan Pinus Mentaos


__ADS_3

Selama berada di Kalimantan, Erlan selalu mengajak Putri untuk berkeliling, dan juga berwisata Kuliner, Putri terus mengumbar senyumnya karena perlakuan Erlan yang selalu memanjakan Putri, tanpa Putri minta pun Erlan kasih.


(Jadi pengen punya tunangan kalau kayak gini, soalnya author tak pernah tunangan, tapi langsung nikah 🤭🤭, buka kartu 😄😄😄)


Yang terakhir Putri di bawa Erlan ke Hutan Pinus Mentaos, Banjar Baru.


Hutan Pinus Mentaos telah menjadi destinasi wajib bagi traveller dan juga instagramer, yang datang ke Banjar Baru.


Disana banyak tempat spot foto yang menarik, dengan hiasan payung warna warni yang di gantung di setiap sudutnya, orang yang datang kebanyakan untuk memburu tempat tempat yang indah dan unik yang ada di sana,


Erlan dan Putri mengabadikan kedatangan mereka kesana.


Dengan berbagai gaya sudah mereka ambil di tempat yang berbeda, senyuman Putri tak pernah pudar di bibir ranum nya, Erlan yang melihat senyum manis sangat gadis hanya bisa menelan ludah, meskipun sebenarnya dia sudah sah secara agama, namun Erlan belum berani menyentuh gadisnya lebih dari pelukan.


Putri memegangi perutnya yang sudah mulai dangdutan, Erlan memandang gadisnya dan bertanya.


''Kenapa sayang?'' tanya Erlan lembut dan mengelus puncak kepala Putri.


''Lapar...?'' tutur Putri tersenyum karena malu pada Erlan.


Erlan merangkul Putri, dibawanya ia ke warung makan yang ada di sekitaran sana.


''Mau makan apa sayang?'' tanya Erlan.


''Soto Banjar kak, rasanya bikin ketagihan? lagian Putri besok sudah balik ke Jawa kak?'' Jawab Putri pura-pura sedih.


Erlan terkekeh, ''Kalau nggak mau pulang ke Jawa, ya tinggal saja sama kakak di sini.'' tutur Erlan, namun Putri malah merengut mendengar perkataan Erlan barusan.


'''Lho kok malah merengut gitu sich sayang?!'' Tanya Erlan lagi pada gadisnya.


''Kalau Putri di sini, terus kak Erlan ada di Ausi!'' Ucap Putri ketus.


''Ya kan di sini ada keluarga kakak sayang, kan nggak apa apa juga kamu ngumpul sama keluarga kakak di sini?'' Ujar Erlan lembut dan merangkul Putri gadis kecilnya yang selalu merengut.

__ADS_1


''Biasanya kamu kan selalu ceria, kenapa sekarang malah merengut kayak gini sich Dek? bikin kakak nggak tenang mau berangkat ke Ausi.'' tutur Erlan lembut dan mengecup puncak kepala Putri yang tertutup oleh hijab.


''Ya bukan githu kakakku sayang? hanya saja nggak enak kalau harus tinggal bersama keluarga kak Erlan, namun kakak sendiri nggak ada di rumah.'' Sahut Putri, dan tersenyum ke arah Erlan sang tunangan.


''Ya nggak apa apa juga lah sayang? keluarga kakak keluarga kamu juga, begitu sebaliknya.'' tukas Erlan pada gadisnya, yang di angguki oleh Putri.


Makanan sudah tersaji di meja, Erlan dan juga Putri langsung menyantapnya karena emang sudah sangat lapar.


''Pelan pelan saja makannya, nggak bakalan ada yang ngambil kok?!'' canda Erlan yang langsung mendapatkan cubitan kecil di perutnya.


''Sudah ach makan saja kak, entar keburu dingin nggak enak lho soto nya thu.'' Ucap Putri pada Erlan tunangannya.


Erlan mengangguk dan melanjutkan makan ya, pulang dari Hutan pinus Mentaos Erlan mengajak Putri ke toko pusat oleh-oleh khas Kalimantan, karena besok Putri akan di antar pulang ke rumahnya oleh Erlan.


Sedangkan Erlan harus terbang ke Ausi setelah mengantar gadisnya pulang.


Erlan memilih mengantar gadisnya sendiri pulang untuk memastikan keselamatan Putri gadis kecilnya yang begitu manja saat di sampingnya.


Sedangkan di saat bersama teman temanya, Putri bisa menjadi orang yang dewasa dan sangat mandiri.


Walau dirinya juga punya masalah, namun Putri selalu tersenyum, masalah pribadi tak membuat Putri bermurung durja, karena menurutnya masalah harus di hadapi bukan di hindari.


*-*-*-*-*-*-*


Kini Putri sudah sampai di rumahnya dengan selamat tanpa kekurangan apapun.


Putri memeluk Bu Yuni erat, guna melepas kangennya pada sang Ibu yang selalu sayang padanya.


begitu pula dengan Pak Amin, dia memeluk Putri nya sangat lama, hampir 3 minggu Erlan membawa Putri nya ke Kalimantan, tempat tinggal Erlan beserta keluarga nya, tadinya keluarga Erlan hanya perantau yang sering bolak balik kampung nya, dengan berpindah-pindah tempat juga, kalau kontrakan nya sudah habis, namun sekarang keluarga Erlan sangat bersyukur karena sudah bisa membeli sebidang tanah dan di bangunlah rumah di sana, walaupun rumah tersebut tidak terlalu besar buat mereka tempati bersama.


Karena kebersamaan lah membuat keluarga Erlan menjadi dekat dengan yang lainnya.


Kevin juga meraih kesuksesan nya di Kalimantan.

__ADS_1


''Nak Erlan kapan berangkat kuliahnya.''tanya Pak Amin pada anak menantunya.


''Insya Allah lusa Pak? minta do'anya Pak agar Erlan selamat sampai tujuan dan selalu di beri kesehatan.'' Ujar Erlan pada sang mertua.


Pak Amin mengangguk, ''Bapak selalu berdoa untukmu dan juga semua keluarga mu yang jauh di sana, karena hanya ini yang Bapak bisa kasih.'' Sahut Pak Amin panjang lebar dan menepuk-nepuk bahu Erlan.


''Makasih atas do'anya Pak.'' tutur Erlan memeluk Pak Amin juga.


''Ya sudah istirahat saja di kamar, besok pagi kamu harus balik ke Kalimantan lagi.'' Ujar Pak Amin yang di angguki Erlan.


Sedangkan Putri sudah tepar di kamarnya, karena sangat lelah sampai-sampai dia lupa sama tunangan nya, dan di tinggal tidur begitu saja.


Erlan sendiri membuka pintu kamar gadisnya, terlihatlah wajah sang gadis yang sudah terlelap, namun hijabnya tidak ia buka.


Putri masih memakai hijab di tidurnya, Erlan menghampiri untuk membuka hijab gadisnya.


Dengan pelan Erlan membuka hijab Putri dan menyelimuti tubuh sang gadis, tak lupa pula Erlan mencium kening Putri sebelum dia keluar guna beristirahat di kamar sebelah.


Di sisi lain Pak Amin dan Bu Yuni lagi mengobrol di ruang tamu.


''Pak, apa mungkin putri kita, akan di tinggalin sama Erlan.'' Tanya Bu Yuni pada suaminya.


''Ibu jangan seperti itu, menantu kita hanya menimba Ilmu di negeri orang, dan akan kembali setelah ia lulus, kita doakan yang terbaik saja untuk anak-anak kita ya Bu?'' pesan Pak Amin pada Bu Yuni sang istri.


Bu Yuni mengangguk mengerti ucapan dari suaminya barusan.


''Semoga mereka selalu bersama dan selalu bahagia ya Pak.'' Tutur Bu Yuni lembut.


''Makanya Ibu nggak boleh punya fikiran jelek tentang menantu kita ini.'' Ucap Pak Amin mengelus pundak Bu Yuni.


''Iya Pak, Ibu akan selalu berpikiran positif pada menantu kita, keluarga nya juga sudah baik pada Putri kita Pak?'' Sahut Bu Yuni yang di angguki Pak Amin.


''Kita do'a kan yang terbaik buat mereka berdua ya Bu.'' tutur Pak Amin pada istri tercinta.

__ADS_1


👉👉👉👉


Jangan bosan baca karya receh ku ya kak, Makasih 🙏🙏😘😘💕💕💕


__ADS_2