
''Emang Anggia boleh ikut?'' tanya Anggia pada Putri.
''Ya boleh lah kak? masak iya calon kakak ipar Putri nggak ikut sich, biar rame juga ke sana, Pak Daniel dan Pak Aries juga boleh, kalau mau sich?'' jawab Putri seraya melirik Pak Daniel yang sibuk memainkan ponselnya.
''Lho, kok aku nggak di ajak sich dek?'' rengek Bryan se memelas mungkin.
''Putri nggak ngajak kak Bryan, karena Putri sudah tau kalau kak Bryan pasti ikut, so... Putri sudah ngajak calonnya,'' jawab Putri menyeruput minuman nya hingga tandas.
Anggia tertawa, seraya menutup mulut nya, agar tidak mengeluarkan suara.
''Lucu banget sich keluarga ini, aku merasa beruntung berada di tengah-tengah mereka saat ini, semoga kebersamaan ini abadi untuk selama lamanya,'' batin Anggia menatap semua orang yang berada ruangan tersebut.
''Ya sudah pulang yuck, kak Anggia ikut ke rumah saja, bagaimana?'' ajak kak Sandra yang sudah pengen merebahkan tubuh lelahnya di atas kasur empuk nya di rumah.
''Oiya, Putri boleh tanya nggak? kak Anggia tinggal di mana sekarang?'' tanya Putri lembut dan beranjak dari tempat duduk nya menghampiri Anggia yang masih duduk di samping Bu Widya.
''Anggia, tinggal di hotel dek?'' jawab nya ramah.
''Mending kak Anggia, tinggal di rumah Ibu saja lebih enak dan juga hemat tentunya? hehehe,'' kata Putri merekomendasikan rumah besar Aditama pada calon kakak ipar nya.
''Iya, mending kak Anggia tinggal di rumah saja, biar Sandra juga ada temannya di rumah, Putri nggak pernah mau kalau di suruh nginap di rumah, kerjaan nya nempel terus sama Pak bojo,'' kekeh kak Sandra karena ucapan nya terbilang lucu menurut dia.
''Antar Anggia ke hotel sekarang, dan bawa barang barangnya ke rumah, Mama tunggu di rumah,'' suruh Bu Widya pada putera keduanya.
Bryan mengangguk dan melangkah pergi menuju mobilnya yang terparkir di parkiran restoran, ''Ayo sayang?'' ajak Bryan pada sangat kekasih dan memegang tangannya penuh kelembutan.
__ADS_1
Anggia mengikuti langkah Bryan keluar restoran, setelah dia berpamitan pada keluarga Bryan, Putri ijin pergi ke toilet sebelum keluar dari restoran.
''Putri ke toilet dulu ya Mas, titip tas ya?'' Ucap Putri pada sang suami.
Erlan mengangguk dan berkata, ''Mau di antar nggak dek?''
''Nggak usah, Putri cuma sebentar ke toilet nya,'' tolak Putri dan bergegas pergi ke toilet. Sementara Putri ke toilet ada seseorang yang mengincar Putri, dia melihat Putri pergi ke toilet, dan diapun juga ikutan beranjak dari tempat duduk nya, karena sedari tadi dia sudah memantau keberadaan Putri sekarang ini.
Seorang gadis yang jadi penguntit adalah dan tak lain Agnes, gadis yang begitu membenci Putri, entah Putri punya salah apa? sehingga dia sangat membencinya.
Padahal Putri baru saja mengenal Agnes hanya beberapa minggu saja di kantor Aditama Grub, tanpa ada rasa curiga Putri terus saja melangkah ke dalam toilet.
Putri masuk ke dalam ke toilet, sedangkan Agnes menunggunya di luar, dia pura pura mencuci tangannya, karena ada orang yang kebetulan ke toilet juga. Setelah di rasa sepi Agnes melancarkan aksinya yang menuangkan minyak di lantai, tepat di depan pintu toilet yang di masuki Putri tadi. Agnes bergegas keluar setelah menuangkan minyak tersebut, agar orang orang tidak mengetahui nya.
Kreett....
''Auw....?!'' ringisnya. Tak ada orang lagi di dalam toilet hanya Putri seorang diri.
Putri mengelus perutnya pelan seraya bergumam kecil, ''Sayang? maafin Bunda ya, tapi adek harus kuat di dalam sini ya, bantu Bunda untuk keluar dari sini, Bunda tidak mau membuat ayah kamu khawatir sama Bunda?'' Putri terus bermonolog sambil menghela nafas dan menghembuskan dengan pelan, agar rasa sakitnya berkurang.
Agnes tertawa di luar, dia cukup senang atas kejadian hari ini, ''Rasain kamu Putri, mungkin hari ini kamu bisa lolos dari aku, tapi lain kali jangan harap bisa selamat, gara-gara kamu aku di pecat dari kantor, dan gara gara kamu juga Pak Aries nggak sayang lagi sama aku!'' Gumam Agnes meninggalkan Putri di dalam toilet sendirian.
''Aku puas banget sekarang, ini hanya permulaan nya saja, tunggu ke lanjutannya di lain hari, masih banyak kejutan kejutan yang akan aku kasih Kak padamu secara gratis, bahkan cuma cuma Putri,'' batinnya, Agnes nampak tertawa bahagia dengan penderitaan Putri.
''Ya Allah? kuatkan hamba untuk keluar dari sini, dan menemui keluarga beserta suami hamba di luar,'' Gumamnya pelan, Putri tak henti henti nya beristiqhfar, memohon pada Allah, agar ia di kuatkan dan masih bisa memeluk serta merawat bayi di dalam kandungan nya.
__ADS_1
''Adek yang kuat ya, kita sekarang keluar dari sini,'' Ucap nya mengelus perut buncit nya.
''Astaghfirullah? mbak kenapa?'' tanya pelayan restoran yang kebetulan pergi ke toilet, untuk membersihkan semua toilet toilet yang ada di dalam restoran.
''Alhamdulillah?'' Putri mengucapkan syukur karena masih ada orang yang menemukan dia di dalam toilet.
''Aku terjatuh mbak? boleh minta tolong,'' kata Putri memegang perutnya.
''Boleh, apa yang bisa saya bantu mbak,'' tanya sang pelayan lagi.
''Tolong antarkan aku ke parkiran, keluarga aku menunggu di sana,'' jawabnya lemah, karena perutnya masih terasa sakit.
''Mari saya bantu bangun mbak?'' sang pelayan wanita nampak ingin membantu Putri, agar ia berdiri dan berjalan menuju yang ia katakan barusan, tapi kelihatan nya sangat susah, Putri merasa lemas dan tak kuat untuk berjalan menuju ke parkiran restoran.
''Kalau gitu, saya panggilkan keluarga mbak saja ya, saya takut terjadi sesuatu pada mbak?'' jelas sang pelayan restoran.
''Maaf, kalau boleh tau nama mbak siapa,'' lanjutnya sebelum benar-benar pergi meninggalkan Putri sendirian di dalam toilet.
''Putri, nama saya Putri mbak? suami saya bernama Erlan, dia memegang tas Putri sekarang,'' Jelasnya, diapun memejamkan matanya merasakan sakit yang begitu hebat di perutnya. Putri sudah terkulai lemas tak berdaya, wajahnya pun sudah pucat pasih, Putri tak henti henti nya membaca sholawat, walau ia sering menggigit bibirnya menahan rasa sakit, yang semakin lama semakin terasa di area perutnya.
Sang Pelayan berlari ke parkiran mobil, dia mencari laki laki yang memegang tas yang di sebutkan Putri tadi. ''Di mana suami Mbak itu ya,'' Gumamnya masih celingak celinguk kencri keberadaan Erlan.
''Yun? kamu cari siapa di sini?'' tanya sang satpam yang melihat Yuna celingak celinguk.
BERSAMBUNG
__ADS_1
Terima kasih buat kakak nya yang selalu dukung karya receh ku ini, tanpa kalian semua apalah author, Terima kasih banyak 🙏🙏🙏😘😘😘😘💕💕💕💕💕