
''Ayo masuk, kita langsung bekerja sekarang, tuh pelanggan kita sudah mulai banyak, pasti Nina kualahan kalau melayani tamu tamu itu sendirian.'' Ajak Dani menunjuk ke arah tamu tamu yang mulai berkunjung di workshop nya.
Putri mengangguk, Zein membawanya masuk memperkenalkan pada Nina pegawai Dani.
''Nina, kenalin ini sahabat ku, dia akan bekerja di sini, mohon di bimbing ya.'' Ucap Zein lembut pada Nina.
''Baik Bang, aku Nina.'' Gumam nya mengulurkan tangannya pada Putri.
Putri menerima uluran tangan dari Nina dengan senyum manis di bibir ranum nya.
Tak lama setelah perkenalan nya Nina memberikan seragam buat Putri, namun karena seragam nya pakaian pendek Putri menolak baju tersebut.
''Maaf kak, bukannya Putri menolak. Tapi Putri tak bisa memakai nya?'' tolak Putri secara lembut.
''Biar hari ini aku pakek baju ini nggak apa apa kan?!'' Tanya Putri pada Zein dan juga Dani. Kemudian menatap Nina.
Dani menatap Zein, Zein yang di tatap mengangguk kan kepala nya.
''Besok aku ganti seragam nya Oke.'' Ujar Dani yang di angguki oleh Putri.
''Ya sudah, kalau gitu aku ikut kak Nina dulu Oke.'' Ucap Putri pada sahabat kecilnya.
''Ayo kak Nina, apa yang Putri harus kerjakan.'' Tanya Putri.
''Kita akan layani tamu tamu itu sekarang Oke.'' Jawab Nina tersenyum dan melangkah pergi di ikuti oleh Putri di belakang nya.
Putri mulai membantu Nina melayani pengunjung, dia menanyakan meja satu persatu dan mencatat nya lalu memberikan pada chef yang bertugas di dapur.
Nina tersenyum karena sudah ada yang ngebantu dia melayani pengunjung pengunjung.
''Kirain Putri itu orang nya sombong namun aku salah menduganya.'' Gumam Nina pelan sehingga tidak ada yang mendengar termasuk Putri.
Diruangan lain Dani sedang memuji Putri yang sangat cekatan dan gesit dalam melayani tamu tamu yang datang.
''Zein, lho nggak salah Rekomendasiin teman kamu ini ke aku.'' Gumam Dani senang.
''Syukur lah kalau kamu puas dengan kerjaan sahabat kecilku itu.'' Ujarnya melihat Putri yang lagi sibuk mengantarkan pesanan kepada para pengunjung.
''Puas banget, kamu lihat sendiri kan dia sangat gesit dalam bekerja, dan aku baru ngelihat nya sekarang.'' Ucap Dani lagi.
''Putri emang pekerja keras sejak dia kecil sudah merasakan pahitnya kehidupan.'' Jelasnya.
Dani tidak mengerti maksud dari perkataan Zein yang mengatakan pahitnya kehidupan.
''Maksud kamu apa Zein?!'' Tanya Dani penasaran.
__ADS_1
"Sejak kecil Putri selalu mendapatkan bulyan entah itu dari teman teman dan juga dari Ibunya," kata Zein menceritakan masa lalu Putri sahabat kecilnya.
Dani kaget mendengar ucapan Zein yang mengatakan kalau Ibu Putri juga ikut membully nya.
''Tega banget tu Ibu Ibu, ikutan ngebully sang anak,'' Ujar Dani geram.
''Ya begitulah Sob, namun kini Putri sudah bisa merasakan sebagian kebahagiaan nya.''
Sedangkan di luar ruangan Putri mengerjakan apa yang harus ia kerjakan, sampai akhirnya seseorang mencela Putri.
''Och jadi ini mahasiswa baru di kampus kita?'' Ucap sang senior ketus saat melihat Putri membawa nampan berisi pesanan meja di sebelah sang senior.
''Jadi dia yang mencoba menggoda pacar Diandra.'' Tanya Nisa kepo
''Iya, cuma sebagai pelayan saja belaguk mau menggoda pacar gantengku.
Putri hanya menghela nafas mendengar ucapan para seniornya yang di tujukan pada dirinya.
''Sore kakak, mau pesan apa,'' Tanya Putri lembut dan mengumbar senyumnya.
''Aku mau pesan orange juice, cappucino dan...'' Nadia menghentikan ucapan nya.
''Ech lho mau pesen apa, ponsel terus yang di lihatin,'' seru Nadia pada temannya.
Nadia menoleh ke arah Putri yang sedang menunggu dengan sabar.
''Cappucino 2, orange juice 1. Ingat nggak pakek lama paham!'' Ujar Nadia ketus.
''Iya kak, di tunggu ya, '' sahut Putri melangkah pergi menghampiri Nina.
''Kak Nina, ini pesanan meja no. 6, tolong cepat di bikinin ya kak?'' pintar Putri pada Nina.
Nina menatap Putri sekilas dan terus membuat beberapa minuman pesanan sang pengunjung.
''Putri? kamu antarkan ini ke meja 3 itu dulu ya,'' Suruh Nina yang langsung di angguki Putri.
Putri melangkah pergi membawa pesanan takut meja 3. Lalu kemudian Putri kembali lagi mengambil pesanan Nadia dan juga teman temannya.
Putri dengan pelan membawa nampan berisi minuman pesanan Nadia dan juga yang lainnya, karena Putri belum terbiasa membawa nampan dengan gelas tinggi kayak itu.
''Permisi kak?'' ujar Putri lembut.
''Ini pesanan kakak.'' tambah nya lagi menaruh gelas gelas di atas meja.
Nadia bangun dari duduk nya dan langsung menyiram muka Putri dengan orange juice yang ia pesan.
__ADS_1
''Itu akibatnya kalau lama melayani tamu, tau nggak lho, tamu adalah raja ngerti nggak lho!!'' seru Nadia.
Zein yang tak sengaja melihat sahabat kecilnya di siram dengan minuman, langsung saja menghampiri meja no. 5.
''Maaf, kenapa kamu menyiramnya,'' tanya Zein saat sudah sampai di depan meja no 5.
''Ini pelayan baru ya.'' ketus nya.
''Iya, emang ada masalah apa, sampai kamu menyiramnya kayak gitu.'' sahut Zein mencoba mencari tahu.
Nadia tersenyum miring, ''Kerjanya dia nggak becus, bikin minuman kayak gini saja lama banget.''
''Lagian kalau cari pelayan jangan cari orang yang suka menggoda cowok orang?!'' sindir Nadia.
Putri sendiri hnya bisa menundukkan kepalanya, sesekali dia mengusap wajahnya yang masih masih basah.
''Cuma masalah minuman lama, kamu sudah menyiram Putri.'' ledek nya.
''Yang aku tahu, Putri nggak bakalan menggoda cowok kamu, kalau bukan cowok kamu yang lebih dulu menggoda nya.'' sindir Zein yang tak terima sahabat nya di perlakukan kayak gini.
''Siapa kamu, berani ikut campur urusan ku dengan pelayan baru ini.'' ketus Nadia.
Kedua teman Nadia hanya menatap Zein lalu beralih menatap Putri yang sedari tadi hanya menundukkan kepala nya.
Nadia menaruh kedua tangannya di pinggang ramping nya seraya berkata.
''Aku ingin bertemu pemilik workshop ini.'' cakap Nadia.
Dani yang mendengar suara ribut ribut di luar langsung beranjak dari duduk nya, melangkah menuju suara ribut yang ternyata di sana sudah ada Zein.
''Ada masalah apa Zein, kok berisik banget.'' Tanya Dani lalu menata Putri yang menunduk.
''Kamu pemilik workshop ini!'' tanya Nadia .
Dani mengernyitkan keningnya dan berkata, ''Iya, ada apa?'' jawab Dani.
''Seharusnya kamu nggak mempekerjakan pelayan lelet kayak ini orang.'' cibir Nadia.
''Ini bukan salah Putri Dani, ini semua salah cewek gila ini yang langsung menyiramkan minuman nya pada Putri.'' bela Zein setelah di tatap Dani.
''Iya benar, cewek itu langsung menyiram begitu saja thu mbak pelayan nya, gara-gara lama nunggunya.'' sahut pengunjung meja no 3.
👉👉👉👉
Maaf kalau membosankan 🙏🙏
__ADS_1