Keinginan Anastasya

Keinginan Anastasya
Bab 75 Gadis kecil


__ADS_3

Keesokan harinya.


Erlan pamit pada Putri, gadis kecilnya dan juga mertuanya untuk pulang ke Kalimantan menemui orang tuanya, dia memutuskan pergi sendiri ke Bandara, karena Erlan tidak mau melihat gadisnya bersedih. Sebelum kepergiannya ke Bandara Erlan memberi uang pada Putri untuk uang jajan nya, Erlan sempat melihat rekening gadisnya, uang yang ia tranfer tak pernah dia ambil. Walaupun Erlan sudah membujuk nya untuk memakai uang tersebut.


''Sayang? itu uang yang kakak tranfer di pakek buat jajan kamu di sini, biar tidak membebani Bapak dan juga Ibu di sini.'' tutur Erlan lembut mengelus puncak kepala Putri.


''Iya kak, nanti kalau Putri butuh banget baru Putri ambil uang yang dari kakak.'' Jawab Putri.


''Lagian uang dari Ayah juga masih ada.'' Ucap Putri lagi pada Erlan, Ayah yang di maksud Putri adalah Ayah mertuanya.


''Ya sudah terserah syang saja, walaupun kakak ngotot nggak bakalan di dengerin juga sama kamu sayang?'' Tukas Erlan memeluk gadis kecilnya untuk terakhir kalinya.


Putri hanya memperlihatkan deretan gigi putihnya, mendengarkan celotehan dari kekasih nya.


''Hati-hati di jalan kak, kalau sudah sampai jangan lupa kabarin Putri, jangan lupa oke?!'' Ujar Putri pada kekasih halalnya.


Erlan mengangguk seraya berkata, ''Kamu juga jaga diri baik baik, jangan lupa istirahat yang cukup agar tidak sakit.'' Pesan Erlan pada gadisnya.


''Siap Pak Bos.'' celoteh Putri tertawa renyah.


''Ya sudah kakak berangkat dulu ya, nggak jadi berangkat nya entar. '' Ucap Erlan melangkah pergi.


Sidul sudah lama menunggu Erlan di teras rumah Putri di temani oleh Pak Amin Bapak nya Putri.

__ADS_1


Sidul merasa tak enak hati karena sudah mengganggu Pak Amin yang mau berangkat ke sawah nya. dan tak lama kemudian Erlan keluar dari dalam seraya menyapa Sidul sang sepupu.


''Sudah lama nunggu nya Dul?'' tanya Erlan tanpa rasa bersalah.


''Lumayan lama Lan, sampe lumutan nunggu nya.'' ucap ketus Sidul.


Pak Amin terkekeh mendengar perkataan sepupu Erlan, ''Bukan lumutan lagi lhe, tapi sampe kering juga minta di angkat.'' sahut Pak Amin bercanda.


Putri dan juga Sidul terkekeh karena ucapan Pak Amin. ''Sudah kalian berangkat sekarang? jangan ngebut bawa motor nya.'' Pesan Pak Amin pada menantu nya dan Sidul.


Keduanya mengangguk dan berkata. ''Iya Pak.'' Ucap kedua nya.


Sidul menyalakan motor sport yang biasa ia kendarai untuk menjemput Putri sang ipar.


Jalanan mulai padat merayap, karena bersama'an dengan pulang nya anak anak sekolah, yang mayoritas membawa motor sendiri sendiri.


''Namanya juga lagi kangen kangenan Dul? ya harus lama lah, lagian aku bakalan lama pulangnya lagi kesini?!'' Ujar Erlan dengan nada sedih nya.


Sidul yang mendengar Erlan bicara demikian hanya melirik sang sepupu dari kaca spion nya.


''Kalau lama pulang nya, emang kamu nggak takut Putri bakalan jatuh padaku!'' celetuk Sidul ngasal.


''Kok bisa?'' Tanya Erlan memiringkan kepalanya melihat expresi sepupu nya.

__ADS_1


''Ya kan Putri selalu bareng aku kalau pulang sekolah.'' Ujar Sidul memperjelas.


Dahi Erlan mengkerut, dia tidak ingin berburuk sangka pada sepupu nya, karena selama ini dia sudah baik padanya, mau menjemput gadis kecilnya dari sekolah, walaupun Erlan tau kesibukan Sidul namun Sidul selalu menyempatkan untuk selalu menjemput sang gadis.


''Ya kalau aku sama gadis kecilku nggak berjodoh, mau gimana lagi.'' Jawab Erlan mencoba tenang dan mengatur amarah nya yang membludak di relung hatinya.


''Kalau dia emang di takdirkan untuk ku, ya walaupun ada yang menggodanya nggak akan tergoda sama sekali.'' Ucap Erlan lagi.


Dalam sekejab Sidul diam membisu, seakan-akan dia mengerti yang ada di fikiran sepupu nya sekarang ini. Putri tidaklah begitu, dia gadis baik dan selalu berkata apa adanya kalau ada laki-laki yang mau berkenalan dengan nya.


Putri adalah gadis yang baik dan jujur, dia tidak pernah mau menyinggung orang di sekeliling nya, kalau itu tidak menyangkut dirinya. Suatu ketika Sidul ingin menjemput Putri di sekolah nya, Sidul melihat ada dua orang laki-laki yang ingin berkenalan, namun Putri menolak dengan sopan, Putri meminta maaf terlebih dahulu pada orang tersebut, lalu Sidul mendengar ucapan Putri yang menyebut nama sepupu nya sebagai tunangan nya.


Sidul menyunggingkan senyuman nya karena Putri mau berterus terang pada orang yang ingin mendekati nya.


''Heh!!'' Tukas Erlan mengagetkan Sidul.


''Kalau nyetir jangan ngelamun, mau bunuh diri ya!!'' tambah Erlan.


''Siapa yang mau bunuh diri.'' sahut Sidul membela diri.


''Sudah nyetir yang bener, tuh ada jalan kecil kita lewat sana saja biar tidak terlalu macet.'' Ucap Erlan ketus karena melihat sepupu nya melamun.


''Untung saja lagi macet, kalau tidak sudah ko'it kita!!'' celetuk Erlan lagi kesal.

__ADS_1


''Iya iya, maaf?!'' Ucap Sidul meminta maaf pada saudara nya.


Sidul dan Erlan menyusuri lorong kecil guna menghindari macet, dan takutnya pesawat yang akan ia tumpangi keburu Take off.


__ADS_2