Keinginan Anastasya

Keinginan Anastasya
Bab 77 Kedatangan Reno ke rumah Putri


__ADS_3

Di dalam Aula semua temannya sudah berada di sana semua, hanya Putri dan juga Reno yang datang belakangan.


Putri dan Reno duduk di barisan tengah, sedangkan wulan, Dewi dan juga David ada di belakang Putri.


''Putri!!'' Panggil Wulan pelan.


Putri menoleh kebelakang, dan mengangkat dagunya sebagai pertanyaan.


''Kemana saja lho, baru nongol sekarang.'' tegur Dewi.


''Aku ada di luar dan nggak tau juga semua nya sudah berkumpul di sini.'' sahut Putri pelan sambil menyunggingkan senyum manisnya.


''Ini lagi satu cowok, di suruh manggil Putri malah ikutan lama di luarnya.'' celetuk David pada Reno. Karena Reno di suruh memanggil Putri tadi.


''Jadi Reno tadi buat manggil Putri?'' tanya Putri menatap Reno lalu ketiga temannya.


Mereka mengangguk, Reno yang jadi tersangka di sini hanya memperlihatkan deretan gigi putihnya pada Putri yang menatap nya.


''Tapi Reno nggak bilang tadi?'' Tutur Putri.


Wulan mencubit bahu Reno, ''Pantesan lama.'' Ujar nya kesal.


''Bilang saja mau dua dua'an sama Putri.'' David menimpali ucapan Wulan kekasih nya.


''Sudah sudah, Acaranya mau di mulai tuh, kalian pada berisik!'' Tukas Dewi.


Acaranya telah di mulai, semua siswa siswi nya mendengarkan ucapan ucapan dari Guru Guru mereka. Ada yang sedih saat akan meninggalkan Guru yang sudah sangat ia sayangi, dan ada juga yang tertawa bahagia karena bakalan jauh dari Guru yang selalu bikin kesal mereka, dengan ulangan setiap hari.


Setelah acara di Aula selesai, mereka berhambur keluar Aula, menuju orang tua masing-masing. Putri menghampiri Pak Amin dan Bu Yuni, Bu Yuni tersenyum pada Putri nya. Putri duduk di samping sang Ibu, Ponsel Putri bergetar.


Dret...dret...dret.


Putri merogoh ponsel nya yang di letakkan di dalam tas jinjing nya.


Dia pun tersenyum melihat yang menelfon adalah kekasih nya.


-''Hallo, Assalamu'alaikum.'' Ucap Putri seraya tersenyum.


-''Waalaikum salam?'' jawab Erlan di seberang.


-''Cantik banget sayang?'' Gumam Erlan menatap sang gadis yang berpenampilan beda hari ini. Karena Erlan dan Putri melakukan video call jadi Erlan memandang gadisnya dengan takjub, sekaligus nggak nyangka kalau sang gadis bakalan lebih cantik dari hari hari biasanya.


-''Dari dulu kali kak cantiknya.'' cetus Putri tersenyum pada sang tunangan.


-''Coba kakak ada di sana, bakalan habis kamu thu.'' Ucap Erlan asal.


''Anastasya Putri?'' panggil orang yang memegang camera.


-''Sudah dulu ya kak, Putri mau hebat jebret dulu sama Bapak dan juga Ibu. Assalamu'alaikum.'' Ucap Putri.


-''Baiklah, kakak tunggu. Waalaikum salam.'' Jawab Erlan seraya mematikan video call nya dengan sang gadis.

__ADS_1


Putri memasuki ruangan di mana di sana sudah di sulap sebagai tempat sesi foto bersama keluarga nya, ataupun sama pacarnya juga. Yang jomblo terima nasib saja ya. 🀭🀭✌


*-*-*-*-*-*-*-*-*


*Di Australia*


Erlan sedang menunggu panggilan dari gadis nya, karena kuliah dan kerjaan ya libur, Erlan memilih membaringkan badannya di kasur empuk yang ada di Asrama nya. hari ini Erlan sedang malas malasan menunggu sang gadis untuk menghubungi nya.


Ting, bunyi pesan yang masuk di ponsel Erlan.


Erlan membuka pesan yang masuk. Lalu dia mengumbar senyum nya karena gadis kecilnya mengirimi dia foto.


πŸ“©-Kalau jelek langsung hapus. Isi pesan Putri.


Erlan


πŸ“€-Cantik kok sayang, makasih ya.


Putri


πŸ“©-Iya sama-sama Kak, oia kalau lagi sibuk Putri nelfon nya entaran saja ya.


Erlan


πŸ“€-Kakak lagi libur kok sayang? sekarang saja ya, kakak tunggu.


Tak lama kemudian Ponsel Erlan berdring, Erlan dengan cepat menggeser warna hijau di layar ponsel nya.


-''Duch, bikin hatiku dag dig dug saja sayang.


-''Kenapa?'' Tanya Putri.


-''Lihat wajah cantikmu itu, ingin rasanya aku bawa kamu Ke KUA sekarang.'' Gumam nya.


Putri hanya terkekeh mendengar ucapan kekasih nya.


-''Malah di ketawain githu sich sayang?'' Tanya Erlan sedih.


-''Ya pengen ketawa saja kak? jawab nya.


-''Kak Erlan.'' Putri tidak melanjutkan ucapan nya, membuat Erlan penasaran.


-''Kenapa sayang?'' tanya Erlan lembut.


-''Putri sekalian minta ijin sama kak Erlan.'' Gumam Putri.


''Ijin...??'' ucap Erlan.


Putri mengangguk dan menatap ke arah lain.


-''Ijin untuk?'' Ucap Erlan menggantung.

__ADS_1


Putri beranjak dari duduk nya, berjalan menuju meja belajar nya, di mana dia menyimpan amplop yang kemarin ia Terima.


-''Putri dapat Beasiswa itu kak?'' tutur Putri lembut pada tunangannya. Ia lantas memperlihatkan se lembaran yang ia Terima kemarin.


Erlan tersenyum menatap gadis nya karena menurut dia Putri sangatlah lucu seperti boneka Barbie.


-''Harusnya kamu senang dong sayang? sudah dapat Beasiswa itu.'' tukas Erlan.


-''Putri takut kak Erlan nggak ijinin Putri untuk kuliah, karena bakalan jauh dari Ibu dan juga Bapak.'' tukas nya.


''Kak Erlan akan selalu mendukung dan akan selalu percaya sama kamu sayang, karena kamu sudah percaya sama kakak, maka kakak juga harus percaya sama kamu, selama kamu tidak melakukan hal hal yang akan membahayakan diri kamu maka kakak akan ijinin kamu Oke.'' Ucap nya panjang lebar.


Putri sekarang bisa bernafas lega karena sudah memberi tahu sang tunangan.


-''Ada apa lagi sich sayang, ada hal apa lagi yang mengganjal di fikiran kamu.'' Tanya Erlan ketika melihat senyuman dari gadis nya menghilang.


-''Kak? menurut mu, Ibu Ristie dan Ayah Enggar bakalan ijinin Putri nggak ya kak.'' Tanya nya dengan nada sedih.


-''Ayah sama Ibu bakalan ijinin kamu kok, kamu tenang saja dan tersenyum sekarang, karena kakak nggak mau lihat wajah kamu yang sedih, bikin kakak sedih juga tau nggak?!'' jawab nya pura-pura sedih.


-''Ich...kak Erlan jangan ledekin Putri dong, lgi sedih nich.'' sahutnya. Putri tau kalau Erlan hanya pura pura sedih saja.


Erlan tertawa melihat gadis kecilnya cemberut.


-''Gue cium juga lho sayang?'' Ujar nya.


-''Mana berani kamu kak?!'' Ucap Putri menjulurkan lidahnya😜.


-''Awas saja kalau sudah sah secara hukum, kakak bakalan habisin kamu tu.'' tukas nya absurd.


-''Ich kak Erlan apa'an sich?!'' Gumam Putri.


''Putri...'' panggil Bu Yuni.


''Iya Bu?'' jawabnya.


''Ada teman kamu di luar, cepat samperin.'' Ujar Bu Yuni dari luar kamar Putri nya.


-''Kak? maaf ya, Putri matiin dulu sambungan telfonnya, Assalamu'alaikum.'' Ujar Putri pada tunangan nya seraya meminta maaf.


-''Iya, nggak apa apa kok sayang? waalaikum salam.'' Jawab Erlan memutuskan panggilan nya.


Putri keluar dari kamarnya menuju ruang tamu di mana temannya berada. Ternyata di sana hanya ada Reno seorang diri, Putri menghampiri Reno dan menyapanya dengan lembut, walau dalam hatinya ada perasaan kesal karena sudah memutus panggilan telfon dengan tunangan nya.


πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰


Jangan lupa like, komen dan votenya kak.


Makasih yang sudah mampir, jangan lupa mampir juga di karya receh ku ''Cinta Nadhira''


Makasih πŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ’•πŸ’•πŸ’•

__ADS_1


__ADS_2