Keinginan Anastasya

Keinginan Anastasya
Bab 41 Sepeda motor buat Anastasya


__ADS_3

Di kala jam sudah menunjukkan pukul 5 sore, ada 2 orang yang datang ke rumah Anastasya, dia mengetuk pintu dan mengucapkan salam.


''Assalamu'alaikum.'' Ucap keduanya dari luar.


''Waalaikum salam.'' jawab Anastasya dan berjalan menuju pintu untuk membukanya.


''Apa benar ini rumahnya dek Anastasya?'' tanya salah seorang ketika pintu sudah di buka.


''Iya, benar Pak? mari masuk dulu.'' Ujar Anastasya mempersilahkan mereka untuk masuk ke dalam rumahnya.


Sedangkan mereka berdua sudah duduk di ruang tamu Anastasya pamit ke belakang untuk memanggil orang tuanya kalau ada tamu.


''Pak di luar ada tamu, Anas bikin teh dulu.'' kata Anastasya pada Pak Amin.


Pak Amin mengangguk dan berjalan keluar guna menemui tamu tamu tersebut.


''Assalamu'alaikum.'' Ucap Pak Amin dan mengulurkan tangannya kepada kedua tamunya.


''Waalaikum salam Pak.'' Jawab keduanya hampir bersamaan dan menerima uluran tangan Pak Amin.


''Kalau boleh tau Mas Mas ini dari mana.'' tanya Pak Amin sopan.


''Oia, kami sepupu Kevin dan juga Erlan Pak? kami datang kemari untuk mengantarkan motor dan juga ini.'' sahut Robby memberikan sebuah kardus pada Pak Amin.


Pak Amin menerima kardus tersebut yang ternyata lumayan berat.


''Pak Dhe nggak sempat untuk mengantar ini semua Pak, jadi kita kita yang di suruh untuk mengantarkannya.'' tambah Robby sedangkan Sidul diam tak mengeluarkan sepatah katapun.


Sidul orang nya pemalu, dan dia juga masih sekolah di SMK Negeri, di mana Anastasya akan meneruskan sekolahnya yang tertunda.


Anastasya meletakkan kedua gelas yang berisi teh di atas meja, dan ia pun mempersilahkan keduanya untuk meminumnya.


''Ndok? kardus ini bawa ke dalam.'' ujar Pak Amin ketika Anastasya mau melangkah, dia mengangguk dan membawa kardus tersebut masuk kekamar nya.


''Oia Pak, kata Pak Dhe surat-suratnya ada di Jok motor.'' Ujar Robby.


''Kalau githu kami pamit dulu Pak, soalnya masih ada urusan.'' tambah Robby undur diri, mereka beranjak dari tempat duduknya dan melangkah keluar rumah. Pak Amin mengikuti mereka dari belakang.


Ketika sudah ada di teras Robby berkata.

__ADS_1


''Ini Pak motornya, mau taruh di mana?'' tanya Robby menunjukkan motor bebek yang akan di pakek Anastasya ke sekolah.


''Biar Bapak saja nanti yang mindahin, makasih ya sudah mau ngantar ke sini.'' Ucap Pak Amin tersenyum.


''Ya sudah kalau githu, kami permisi dulu Pak, Assalamu'alaikum.'' Ucapnya dan menstater motor sport nya.


''Waalaikum salam, hati hati di jalan, bawa motor jangan ngebut?!'' kata Pak Amin menasehati keduanya.


keduanya hanya mengangguk dan tersenyum, lalu melajukan motornya keluar dari pekarangan Anastasya yang tidak terlalu luas.


Pak Amin memindahkan motor ke teras rumahnya, tak berapa lama Anastasya menghampiri Pak Amin.


''Ini Ndok, motor dari Mertua kamu? apa mau di coba sekarang.'' tanya Pak Amin.


Anastasya menggeleng dan memilih duduk di kursi yang ada di teras.


''Pak? apa ini semua tidak berlebihan.'' tanya balik Anastasya pada sang Ayah.


''Berlebihan yang bagaimana Ndok?!'' jawab Pak Amin duduk di samping Putri nya.


''Masak baru tunangan saja, sudah sembarang yang mereka kasih ke Anas Pak?'' ucap Anastasya menunduk karena menurut dia keluarga sang tunangan sangat berlebihan sekali.


''Kamu kan tidak meminta nya Nak, ini semua pemberian dia sendiri, kecuali motor ini? ini hanya di pinjamkan oleh kakak ipar kamu hanya untuk kamu berangkat sekolah saja?!'' sahut Pak Amin memegang motor yang berada di sampingnya, Anastasya pun mengerti apa yang di ucapkan oleh Bapaknya kalau dia tidak meminta nya.


Pak Amin terus menggadeng Anastasya.


''Ternyata gadis kecil Bapak sudah mulai tumbuh dewasa dan cantik.'' gumam Pak Amin yang di dengar Anastasya.


''Bapak nggak usah githu? jadi malu Anas.'' ujar Anastasya yang langsung di tertawakan oleh Pak Amin.


''Sudah ach, Anas mau ke musholla dulu.'' ucap Anastasya menurunkan tangan sang Bapak dari bahunya, dan dia buru buru masuk kekamar untuk mengambil mukenah juga sajadah nya.


Anastasya bergegas menuju ke musholla setelah ia berpamitan pada Pak Amin, sedangkan Bu Yuni sedang tidak ada di rumahnya, dia membantu tetangganya yang lagi menggelar nikahan anaknya.


Bu Yuni menyempatkan pulang ke rumahnya untuk menunaikan kewajiban nya, yakni sholat magrib.


Bu Yuni melongo melihat sebuah motor yang ada di teras rumahnya.


Bu Yuni hanya mengembangkan senyum ketika melihat sang suami yang lagi duduk di ruang tamu sambil memegang Al-Qur'an dan beberapa buku yang ada di atas mejanya.

__ADS_1


Bu Yuni bergegas masuk ke tempat sholatnya, untuk segera menunaikan ibadah sholat maghrib nya.


Selesai sholat Bu Yuni menghampiri sang suami dan menanyakan perihal yang terjadi di rumahnya selama dia tidak berada di rumah seharian ini.


''Di luar Ibu melihat ada motor?kalau Ibu boleh tau motor siapa Pak.'' tanya Bu Yuni karena rasa keponya yang sudah memuncak sampai ke ubun ubun.


''Och itu motor nya kevin, tadi kedua sepupu Kevin yang mengantar ke sini Bu?'' jawab Pak Amin tanpa menoleh ke Ibu Yuni dia terus menatap Al-Qur'annya.


''Kok di bawa kesini Pak?'' tanyanya lagi.


''Iya, buat anak kita Bu, Kevin menyuruh Anas naik motor itu kalau pergi sekolah.'' jelas nya.


Bu Yuni mengangguk, dan berpamitan pada suaminya untuk kembali kerumah Bu Juminten.


''Kalau githu Ibu berangkat lagi ke rumah Bu Juminten.'' ucap Bu Yuni berlalu pergi.


Selang berapa menit dari kepergian Bu Yuni, Anastasya pulang dari Musholla, dia menuju kamarnya membuka mukenah dan melihatnya dengan rapi.


Anastasya keluar dari kamar membawa serta kardus yang tadi sore ia bawa masuk ke kamarnya. Anastasya menaruh kardus di meja depan sang Ayah.


Pak Amin menoleh sekilas dan berkata.


''Kamu sudah buka, isinya apa'an kalau boleh Bapak tau.'' tanyanya


''Anas belum membukanya Pak? jadi Anas belum tau isi di dalamnya seperti apa.'' sahut nya dan mendudukkan bokongnya ke kursi sebelah Pak Amin.


Pak Amin menghela nafas dan menhembuskan lagi, dia pun membuka kardus yang entah berisi apa'an.


Pak Amin mengeluarkan satu persatu yang ada di dalam kardus tersebut.


Ada Tas sekolah, sepatu, Buku tulis beserta pasukannya, semuanya lengkap ada di dalam kardus yang Robby antar tadi sore.


Anastasya memejamkan matanya sejenak, melihat semuanya sudah di siapkan oleh sang tunangan dan juga sang Mertua.


Anastasya meraih ponselnya menekan nomer Erlan sang tunangan, guna menanyakan semuanya pada Erlan sang tunangan.


👉👉👉👉


Terima kasih buat kakak yang selalu dukung karya receh Al-mahyra 🙏🙏

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, voten dan favorit kan ya kk🤭🤭✌


Makasih 🙏🙏🙏


__ADS_2