
"Tungguin Zein?, kamu nich sudah nakut nakutin aku malah mau di tinggal githu aja sich?!'' Ucap Anas ketus pada Zein sang teman, Zein hanya cengengesan menanggapi perkataan dari Anastasya.
''Lagian kamu juga nggak mau di ajak pulang sich Anas?, bentar lagi gelap nich, yaudah sini aku bantu.'' ucap Zein
"Nggak usah Zein makasich, tinggal ngikat doang kok?'' Jawabnya tersenyum
''Duch senyuman nya membuat orang mabuk kepayang.''kata Zein yang langsung dapat pukulan dari Anastasya.
''Udah ayo pulang?!'' ucap Anastasya yang sudah menaruh kayu bakar nya di atas kepalanya.
" Emang orang rumah nggak ada yang nyari kalau kamu cari kayu bakar sampai sore gini?'' Tanya Zein penasaran.
Karena Anastasya selalu mencari kayu bakar sampai ke sore'an.
"Sudah biasa kok Zein seperti ini, aku kan berangkat nya emang udah sore, jadi ya gituu dech", ucapnya tersenyum.
" Ya nggak kayak biasa_nya ajja gituu An.'' ujar Zein
"Kan bentar lagi kita ujian jadi aku pulang sekolah langsung belajar, terus sore_nya baru nyari kayu bakar githu?'' jawabnya cengengesan.
Sedangkan di dalam hati Anastasya menangis karna melihat anak_anak lainnya pada bermain, sedangkan dirinya harus mencari kayu bakar di pekarangan orang.
Zein terus mengoceh yang nggak jelas,
Anastasya cuma menanggapi_nya dengan senyuman, seberat-beratnya beban yang di pikul Anastasya dia selalu tersenyum seperti tak punya beban di pundak nya.
Anastasya selalu memperlihatkan senyuman nya pada semua teman teman-nya dan orang-orang di sekeliling nya.
Tak sekalipun Anastasya memperlihatkan air mata kesedihan-nya di hadapan teman dan juga orang tuanya.
"Biarlah hanya aku dan sang Khalik yang tau semua penderitaan ku ", Batin_nya
" Biar aku yang bawa An kayu bakarnya ", ucap Zein membuyarkan lamunan Anastasya
" Nggak usah zein, ini enteng kok", jawab Anastasya.
Zein langsung mengambil alih membawa kayu bakarnya walaupun nggak di bolehin sama Anastasya.
Akhirnya Anastasya menurut perkataan Zein teman sekelas-nya.
__ADS_1
Kini hanya Zein yang selalu ada buat Anastasya, di saat sedih Zein selalu menghiburnya.
Ya walaupun kadang_kadang Zein juga ikutan di buly sama temen-temen nya,
Zein tetap bersama Anastasya.
Zein tak pernah menghiraukan buly'an yang di lontarkan pada Diri'nya.
Zein selalu membela Anastasya.
đđđđđ
Kini hari yang di tunggu_tunggu telah tiba.
Semua murid kelas 6 (enam) sudah berkumpul di halaman sekolah_nya.
Mereka berbaris sang guru mulai meng absen satu persatu murid-murid nya.
"Semuanya sudah lengkap ya?'' tanya sang Guru
" Sudah Pak...!'' teriak murid-murid nya
" Iya Pak..? ", jawab nya
Satu per satu semua murid naik mobil bak (pik'up) setelah mereka naik semua_nya, mobil mulai melajukan pelan-pelan,.
Sang Guru memperingatkan murid-murid nya agar tidak bercanda di atas kendaraan.
" Tidak boleh bercanda selama kendaraan berjalan oke", kata sang Guru
"Siap Pak Guru", jawab nya barengan
Dan tak lama kemudian mobil yang membawa semua murid-murid nya sudah sampai di halaman sekolah-nya, semua murid-murid turun dan langsung menuju ke kelas mencari tempat duduk sesuai nomer yang sudah di berikan sang Guru.
Anastasya duduk bersebelahan dengan murid di sekolah tersebut.
Anastasya cuma bisa menghela nafas panjang_nya menghilangkan rasa gugup nya menjelang ujian akhir sekolahnya.
huhf... huhf... huhf..
__ADS_1
"Sudah nggak usah gerogi gituu, santai saja", kata Reno murid di sekolah yang Anastasya dan teman-temannya menumpang buat ujian.
" I..iya", ucap Anastasya sambil menganggukkan kepala_nya.
Jam 7:10 Guru Pengawas mulai memberi soal ujian_nya.
Anastasya mengerjakan semua soal_soalnya dengan santai,
berbeda dengan Erlan yang celingak celinguk mencari contekan, maklum lah si Erlan emang anak nakal dia tidak pernah mau belajar dan mencatat pelajaran_nya di buku tulis-nya.
Kerjaan Erlan hanya membuly Anastasya saja.
"Jawaban nomer 4 apa.'' Bisiknya pada Zein yang kebetulan ber sebelahan dengan Erlan.
Zein hanya menggelengkan kepalanya tanda tidak tahu.
Anastasya mendongak menatap Zein, Zein hanya menggelengkan kepala nya saja.
" Kamu sudah selesai.'' tanya Guru Pengawas pada Anastasya di saat Anastasya melihat Zein.
" Su...sudah Pak", jawab_nya gugup
"Kalau sudah selesai bawa kesini soalnya", kata sang Guru Pengawas
Anastasya melangkah menuju kursi sang Guru Pengawas, lalu dengan rasa takut Anastasya memberikan soal ujiannya.
" Cepat banget ngerjain soal_soalnya.'' Tanya sang guru pengawas
"Alhamdulillah soalnya tidak terlalu susah Pak", ucap Anastasya takut takut.
" Ya sudah balik ke tempat duduknya.'' kata sang Guru Pengawas
" Iya, permisi Pak", jawabnya sambil menundukkan kepalanya.
đđđđ.
Makasih kk yang selalu dukung karya receh Al-mahyra.
jangan lupa like, komen dan votenya?.
__ADS_1
makasih kkđđ