
Tepat jam 5 sore Pak Daniel dan Mas Erlan sampai di rumah Bu Widya, Pak Daniel sengaja satu mobil dengan Mas Erlan karena mereka satu tujuan, sedangkan mobil Pak Daniel di kendarai oleh sang sekretaris.
''Assalamu'alaikum,'' Ucap Mas Erlan sebelum masuk ke rumah besar Bu Widya.
''Waalaikum salam?'' sahut Putri yang sedang duduk di ruang tamu.
Putri yang mendengar suara suaminya beranjak dari tempat duduk nya, dia menghampiri sang suami yang sedang melangkah menghampiri nya.
Putri mengambil tangan sang suami dan di cium punggung tangan Erlan, tak lupa juga Putri mencium punggung tangan Pak Daniel.
''Sayang betah di sini?'' tanya Mas Erlan menatapku.
''Betah, sich betah Mas, malah sangat betah,'' ucapan Putri di potong oleh Bu Widya yang melangkah menghampiri mereka bertiga, yakni Putri, Mas Erlan dan juga Pak Daniel puteranya Bu Widya.
''Mama yang spot jantung, melihat Putri naik ke atas pohon mangga tadi, mana kalian nggak mau pulang juga, terus itu lagi, sempat ngajak gelut pakek bilang monyet dibatas pohon,'' jelas Ibu Widya dan menunjuk ke arah Rijal sang sekretaris, yang berada di ambang pintu.
Mas dan Pak Daniel menoleh ke arah yang di tunjuk oleh Bu Widya dan juga mamanya.
''Rijal? apa iya kami bilang seperti itu,'' tanya Pak Daniel menatap tajam ke arah sang sekretaris.
''Iya, tapi bukannya githu Bos, Rijal lihatnya monyet bukan orang, soalnya jauh banget dan juga tinggi jadi Rijal hanya melihat sekilas saja,'' jawabnya menjelaskan apa yang ia lihat tadi emang seperti monyet yang naik ke atas pohon.
''Enak aja, ngatain Putri monyet, wah... Pak Rijal parah nie,'' sahut Putri memanyunkan bibirnya.
''Maaf Putri, bukan gitu?'' Ucapnya lagi mau menjelaskan.
''Sudahlah Pak Rijal, Putri sudah maafkan Pak Rijal kok, tenang saja Putri nggak dendaman kok orang nya,'' Jelasnya memeluk sang suami.
''Sayang? malu di lihatin orang orang,'' bisik Mas Erlan, namun Putri tak menghiraukan ucapan suaminya.
__ADS_1
''Sudahlah Erlan, wanita hamil emang kayak githu, kadang mood nya sangat bagus, kadang juga mood nya buruk, dan kamu harus sabar menghadapi bumil,'' Ujar Widya menjelaskan apa yang terjadi pada Putri, Mas Erlan mengangguk mengerti apa yang di ucapkan Bu Widya barusan.
''Dulu pernah kok Bu? dia nggak mau sama aku, malah dia pulang bareng sama teman cowok nya, sedang kan di tinggal pergi malah mewek,'' jawab Mas Erlan dan melihat ke arahku yang masih menempel seperti perangko.
''Enak saja, kapan Putri mewek, Putri nggak cengeng,'' tuturnya mencebikkan bibirnya.
''Ayo duduk saja, capek baru pulang kerja malah di suruh berdiri terus kayak gini,'' ajak Bu Widya menghentikan perdebatan mereka berdua.
''Assalamu'alaikum,'' Ucap Kak Sandra yang katanya kuliah, tapi sampai jam segini baru pulang.
''Waalaikum salam,'' jawab mereka kompak.
''Kak Sandra kok baru pulang jam segini, bukannya kalau kuliah itu jam 5 pulangnya ya,'' tanya Putri beruntun.
''Bumil, kepo banget jadi orang,'' jawab Kak Sandra mendelik ke arah Putri.
''Emang bumil bikin ulah apa lagi Ma?'' tanya kak Sandra penasaran.
''Emang Putri jadi biang ya,'' tanya nya ngasal.
''Biang! apa'an tuh biang Putri?'' tanya kak Sandra yang nggak ngerti biang.
''Biang apa buang sich?'' lanjut Pak Aries yang tiba-tiba nimbrung.
''Biang Pak? bukan buang,'' jawab Putri pelan.
''Apa'an sich jangan bikin penasaran dech,'' kata kak Sandra ketus karena Putri tak mau bilang.
''Cari di mbah google dong kak?''
__ADS_1
''Putri...!! pekik kak Sandra.
''Apa sich kak? lawong Putri deket kok kagak usah teriak,'' jawabnya tanpa merasa bersalah.
''Jawab dong? biang itu apa sich!!
''Biang itu yang buat adonan kue donat. Hahaha,'' semua orang pada menggelengkan kepala sedang bumil yang jahil masih terus percaya.
''Kamu kok betah sih Lan, sama istri begajulan kayak Putri!'' cetus kak Sandra yang sudah mulai marah dan menahan emosi nya yang sebentar lagi akan meletup letup, layak nya lava gunung yang mau mengalir keluar.
Sedang di dapur para asisten rumah pada mentertawakan kejailan Putri pada keluarga yang terpandang ini.
''Bi? beruntung banget ya, mbak Putri,'' Ujar sang asisten pelan.
''Iya, semenjak kehadiran Non Putri rumah ini jadi rame, nggak kayak dulu yang sepi, senyap dan juga, orang orang rumah juga jarang pulang ke rumah besar ini, mereka lebih asik di dunianya masing-masing, Non Sandra juga kelihatan nya begitu senang dengan kehadiran Non Putri,'' jelas Bi Siti yang tadi siang di bikin jantungan, gara-gara Putri naik pohon mangga, sebenarnya Bi Siti sudah membawa galah panjang, untuk mengambil buah mangga yang ada di atas, namun siapa yang mengira kalau nona kecilnya ini langsung manjat begitu saja, Bu Widya juga sempat mengomeli Bi Siti. Beliau bilang nggak becus jagain Putri? karena aksi yang di lakukan Ibu hamil ini sungguh extrim. Bagaimana tidak, dia hamil hampir 3 bulan tapi tingkah begajulan nya tiba-tiba tampak. Putri yang begitu anggun dan juga manis malah memilih manjat pohon mangga, dari pada harus nungguin mangga jatuh.
''Iya benar banget itu Bi, Atun juga senang melihat majikan Atun sebahagia ini, apalagi sebentar lagi di rumah ini bakalan di isi suara tangisan bayi,'' kata Atun yang juga ikutan bahagia, karena kebahagiaan sang majikan.
''Iya, kalau mbak Putri pulang ke sini, kalau di rumahnya gimana?'' tanya asisten rumah tangga yang lain.
''Lha kan bisa sesekali di bawa ke sini, gimana sich. Punya otak lemot kok di pelihara, ganti suku biar nggak lemot tu otak,'' canda Atun pada rekan kerja nya, yang sama-sama menjadi asisten rumah besar ini.
''Emang sepeda motor? yang harus di ganti suku cadang!'' jawab nya ketus.
''Sudah sudah, sebentar lagi malam. Ayo cepetan selesaikan pekerjaan kalian, sebelum makan malam.'' ucap Bi Siti yang menyuruh junior nya agar lebih cepat lagi dalam bekerja.
Makanan untuk makan malam sudah siap di meja makan, semua orang beranjak dari tempat duduk nya menuju ruang makan. Mereka menyantap makanan dengan lahap, apalagi lauk pauknya yang terbilang banyak. Namun lagi lagi Putri bikin orang rumah geleng-geleng kepala, kenapa tidak coba lihat sendiri tingkah aneh Putri, masak iya mangga muda di makan bersama nasi, apa enaknya coba, sedangkan di atas meja banyak macam lauk.
BERSAMBUNG
__ADS_1