Keinginan Anastasya

Keinginan Anastasya
Bab 43 Sidul sepupu Erlan


__ADS_3

Anastasya menyimak penjelasan dari Bu Dewi selaku wali kelas nya.


Anastasya mencatat apa yang Bu Dewi terangkan di depan, sampai bel istirahat berbunyi.


''Sampai di sini dulu ya anak-anak, kita lanjutkan minggu depan, Assalamu'alaikum.'' Bu Dewi pun beranjak pergi setelah mengucapkan salam.


''Waalaikum salam.'' sahut semua muridnya dan berhamburan keluar menuju kantin.


''Putri, kamu nggak keluar.'' ucap Wulan, Anastasya menggeleng dan melanjutkan mencatat pelajaran yang kemarin.


dia sengaja meminjam buku catatan pada Wulan.


''Ayolah Putri? temani aku ke kantin ya, bukunya boleh kamu bawa pulang kok.'' rengek Wulan sambil memegang lengan Anastasya,


Wulan memilih manggil Putri ketimbang Anastasya.


Anastasya memegang tangan Wulan dan mengangguk, diapun memasukkan buku bukunya kedalam tas, dan mereka berdua berjalan keluar dari kelas menuju kantin sekolah nya.


''Putri kamu mau pesan apa.'' tanya Wulan.


''Aku es teh saja Wulan.'' sahut Anastasya melihat ponselnya.


''Nggak pesan makan.'' tanya Wulan lagi.


Anastasya menggeleng, '' aku masih kenyang.'' jawabnya memangku dagu sambil melihat ke sekeliling.


Tiba-tiba Sidul menghampiri mereka berdua.


''Boleh duduk di sini kan?!'' ucap Sidul yang sudah duduk di depan Anastasya.


''kak Dul kan sudah duduk kok masih nanya githu.'' celetuk Wulan yang baru datang.


Sidul hanya cengengesan dan garuk tengkuknya yang tak gatal.


''Nggak apa apa kan ya, kita kan calon ipar.'' Ujar Sidul ambigu.


Anastasya hanya tersenyum menanggapi celotehan Sidul sepupu Erlan.


''Ipar dari mana, kak Sidul saja tidak punya kakak cowok juga.'' sahut Wulan yang emang cerewet, dan tak malu pada siapapun kecuali pada orang yang lebih tua.


''Wulan suka bener dech, tadi kan aku hanya asal jiplak saja.'' Ujar nya dan merampas bakso pesanan Wulan.


''Kak Sidul kebiasaan banget, oia kak Sidul sudah kenal sama Putri ya.'' tanya Wulan yang mulai penasaran karena Sidul tak pernah akrab dengan cewek-cewek di sekolahnya, namun berbeda dengan Anastasya, Sidul lebih akrab dengan Anastasya.


Sidul menyentil dahi Wulan, ''aww... ! sakit tak kak, kayaknya kalian berdua patut di curigai nich, ada udang di balik batu dech kayaknya.'' cerocos Wulan sambil memegangi dahinya yang masih sakit.


Ponsel Anastasya berdering, di ambilnya dari saku bajunya, Anastasya tersenyum melihat nama orang yang menelvon.


dia pun menggeser ikon hijau yang langsung menampilkan wajah yang dia kangeni.

__ADS_1


-Assalamu'alaikum.'' ucap Anastasya memulai obrolan nya.


-Waalaikum salam.'' jawab Erlan yang berdasarkan di seberang telfon.


-Kakak sudah sampai, kok baru sekarang menghubungi Anas.'' ucap Anastasya mencebikkan bibirnya.


-Tadi malam kakak sampainya sayang, ini saja langsung sekolah.'' sahut Erlan memperlihatkan seragamnya pada sang gadis.


Anastasya menutup mulutnya, ''kenapa ketawa githu?!'' tanya Erlan.


-siapa yang ketawa, nggak ada yang ketawa kok.'' ucapnya berbohong.


-Kak Erlan? kamu kenal nggak sama kakak ini.'' tanya Anastasya menghadap kan kameranya pada Sidul.


-Itu Sidul sayang? sepupu kakak.'' sahutnya memegang dagu yang terlihat jelas di layar ponselnya.


Anastasya tersenyum renyah, dan memperlihatkan deretan gigi gigi putihnya.


Erlan mencebikkan bibir nya melihat sang gadis pujaan yang ia kangenin.


Tak lama kemudian suara bel terdengar, Anastasya mengakhiri video call nya dengan Erlan, walau sebenarnya ia tak mau mematikan ponselnya, namun ia berfikir kembali bahwasanya keluarga Erlan menyekolahkan nya untuk masa depan dia juga.


''Aku harus semangat dengan hari hariku yang sekarang ini, semangat?!'' gumamnya menyemangati dirinya sendiri.


''Ayo Put buruan! hari ini Pak Guru killer yang ngajar, jangan sampai telat.'' ajak Wulan menarik tangan tangan Anastasya.


Anastasya hanya mengikuti Wulan, dengan berlari kecil Anastasya mengikutinya, karena langkah panjang Wulan.


Namun siapa sangka waktu Anastasya dan juga Wulan sudah mendudukkan dirinya Pak Tomy Guru killer sudah memasuki ruang kelasnya.


Pak Tomy berdeham, '' Heeemm.''


''Kayaknya di sini ada siswa baru ya.'' Ujar Pak Tomy memandang kearah Anastasya.


Anastasya mengangguk dan berdiri. ''Assalamu'alaikum Pak.'' Ucapnya mengumbar senyum termanis nya.


''Waalaikum salam! duduklah.'' jawab Pak Tomy menyuruh ku untuk duduk.


''Walaupun kita kedatangan siswa baru? ulangan tetap lanjut.'' Ujar Pak Tomy yang membuat Anastasya melongo.


''Gimana dengan murid barunya Pak, dia kan tidak punya buku catatan dan tidak pernah belajar mata pelajaran ini.'' celetuk Boy, panggilan keren Lana.


''Boy, kamu tidak usah memikirkan itu ya! ini bukan untuk dia melainkan untuk kalian.'' sahut Pak Tomy yang disambut seruan semua siswanya.


''Sudah sudah!'' teriak Pak Tomy di saat semuanya mulai memberontak.


''Kalau kalian tidak diam, soalnya akan bapak tambah?!'' ancamnya, semua siswanya langsung diam membisu tak ada yang berani protes lagi.


Pak Tomy mulai memberikan lembaran soal soalnya pada semua siswanya, kecuali Anastasya yang tidak ia kasih soal ulangan mingguan.

__ADS_1


''Maaf Pak? lembar ulangan saya?'' Ucap Anastasya berdiri dari tempat duduknya.


Pak Tomy menghentikan langkah nya yang sudah hampir sampai di meja Guru.


''Kamu yakin ingin mengerjakan lembar ulangan ini.'' tanya Pak Tomy serius menatap Anastasya.


Anastasya mengangguk, ''insya Allah saya usahakan Pak.'' sahut Anastasya yakin.


Pak Tomy menghampiri Anastasya dan memberikan lembaran soal ulangan nya.


''Selamat mengerjakan.'' Ujar Pak Tomy berjalan menuju meja depannya.


''Bapak harap kalian serius mengerjakan soal ulangan ini, soalnya ulangan ini akan menambah nilai kalian semuanya?!'' Ujar Pak Tomy yang langsung menduduki kursinya.


Semua siswa hanya mengangguk paham dan mereka pun langsung mengerjakan soal-soalnya yang super jlimet kata Wulan.


''Pak killer emang keterlaluan ya, ngasih soal ulangan sesusah ini?!'' cetusnya pada Anastasya, Anastasya hanya menanggapi nya dengan senyuman.


''Ya sudah nggak usah berisik kayak gini, kita kerjakan pelan-pelan Oke.''sahut Anastasya yang di acungi jempol teman sebelahnya.


''Wulan emang githu Put, ngeluh mulu' kalau di kasih tugas.'' kata Roby yang langsung dapat pelototan dari Wulan.


Anastasya menutup mulut nya agar tertawa nya tidak di dengar oleh sang Guru.


''Aduch.'' kata Anastasya saat Wulan menginjak kakinya.


Wulan berbicara dengan bahasa isyarat, kalau dia mau meminta jawaban dari soal soal ulangannya.


Ia hanya menggelengkan kepalanya, sedangkan Wulan sudah merampas soal ulangan yang Anastasya sudah kerjakan.


Wulan cengengesan, dan dengan terburu-buru dia mengerjakan soal ulangan nya, dengan mencontek soal ulangan Anastasya.


Ketika sudah selesai dengan contekannya Pak Tomy menyuruh semuanya untuk mengumpulkan semua tugas-tugas nya.


''Ayo kumpulkan tugas kalian masing-masing.'' teriak Pak Tomy pada semua siswanya.


Semua siswanya dengan segera mengumpulkan tugas hari ini.


''Kalau sudah selesai kalian boleh pulang, semua Guru mau mengadakan rapat.'' ujar Pak Tomy yang membuat seisi ruang kelas langsung berisik bilang hore hore.


Dasar ya🤭🤭🤭✌


👉👉👉👉


Makasih kakak, yang selalu dukung karya receh Al-mahyra.


Jangan bosan membaca karya receh ku ya🤭🤭


jangan lupa like, komen dan votenya kakak.

__ADS_1


Makasih kk 🙏🙏😘💕💕💕


__ADS_2