Keinginan Anastasya

Keinginan Anastasya
Bab 76 Acara Wisuda


__ADS_3

Sore hari


Ketika Putri dan kedua orang tuanya lagi duduk santai di teras rumahnya, ada orang yang mengirim paket pada Putri.


Pengantar paket menghampiri Putri dan orang tuanya seraya bertanya. ''Assalamu'alaikum, Maaf Pak numpang tanya, rumahnya Anastasya Putri.'' Tanya nya memegang amplop coklat di tangan nya.


''Saya Anastasya Putri?'' jawab Putri beranjak dari duduknya.


''Ada paket buat mbak nya.'' Ujar Pak Pos memberikan amplop coklat yang ia pegang.


''Tanda tangan di sini mbak?'' Suruh pak Pos menunjuk pada buku yang ia baru keluarkan dari tasnya.


Putri membubuhkan tanda tangan nya di buku yang di berikan Pak Pos tersebut.


''Makasih mbak, saya permisi. Assalamu'alaikum.'' Ucapnya melangkah menuju ke sepeda motor nya yang ia parkir di halaman rumah Putri.


''Waalaikum salam.'' jawab Putri dan kedua orang tuanya.


Putri melangkah menuju ke tempat yang ia duduki tadi, Putri yang penasaran tak langsung membuka amplop yang ia Terima barusan.


''Apa isinya Ndok?'' tanya Bu Yuni penasaran.


Putri menggeleng, ''Putri juga nggak ngerti isinya apa'an Bu?'' Tutur Putri lembut.


''Ya sudah, cepat buka kalau githu.'' Gumam Bu Yuni menyuruh anak nya cepat membuka amplop yang ia pegang dari tadi.


Putri tak mendengarkan perkataan sang Ibu, dia masih sibuk membolak-balikkan amplop yang ia pegang sedari tadi.


Pak Amin yang melihat sang Putri tak ada niatan untuk membuka paket nya mulai bersuara. ''Kalau kamu nggak mau buka amplop nya? biar Bapak saja yang buka.'' Tukas Pak Amin menatap sang Putri.


Putri juga menatap Bapak nya seraya berkata. ''Nggak usah di buka ezt Pak, Putri takut?!'' tukas Putri masih menatap sang Bapak.


Pak Amin mengambil amplop yang di pegang Putri nya, Putri hanya memanyunkan bibirnya karena sang Bapak tiba-tiba mengambil dari tangan Putri.


Pak Amin langsung membuka amplop yang tadi cuma di bolak balik sama Putri nya. Pak Amin membaca tiap baris tulisan di kertas yang ia pegang, Pak Amin menyunggingkan senyumnya setelah membaca isi dari kertas tersebut.


Putri mengerutkan keningnya, karena sang Ayah tersenyum lebar sambil terus membaca isi kertas tersebut.

__ADS_1


Putri kini hanya bisa merutuki dirinya karena dengan tak sengaja dia menyuruh sang ayah membaca isi paket nya. Yang ada di dalam fikiran nya sekarang adalah kertas yang Ayah-nya baca dari Erlan tunangan nya.


-''Jangan jangan dari kak Erlan lagi, gimana dong?!'' pikir Putri yang mengira amplop tersebut dari tunangan nya yang berada jauh di sana.


''Isinya apa Pak, kok senyum senyum githu.'' Tanya Putri memberanikan diri.


Pak Amin hanya melirik putri nya sekilas, dan melanjutkan membaca sampai bawah. Putri yang penasaran beranjak dari duduk nya, lalu menghampiri sang Ayah yang ada di depan nya.


Putri membaca isi dari kertas yang di pegang Ayah-nya, lantas Putri membelalakkan matanya, Putri masih dengan keterkejutan nya.


''Kamu yang mendaftar ini.'' Tanya Pak Amin pada putri nya.


Putri mengangguk.


''Bapak nggak nyangka kamu bakalan nekat berbuat seperti ini, tanpa memberitahu Bapak terlebih dulu.'' Ucap Pak Amin dengan nada kecewa.


''Bapak kecewa sama kamu Putri.'' Imbuhnya dengan mimik wajah pura-pura sedih.


Putri yang mendengar perkataan Ayah-nya tak kuasa menahan air matanya lagi, air mata penyesalan karena Putri ikut serta dalam pemilihan Beasiswa untuk melanjutkan sekolah nya ke Perguruan tinggi yang ada di Jakarta.


Siapa sangka Putri masuk daftar di dalamnya, dari 50 anak hanya ada 5 anak yang mendapat kan Beasiswa tersebut.


''Maafin Putri Pak, karena Putri tidak meminta ijin dulu pada Bapak?'' gumam Putri dengan tangisannya.


''Putri tidak mengira akan mendapatkan Beasiswa itu, kalau Bapak tidak mengijinkan Putri tidak akan berangkat kok.'' Ucap Putri sedih seraya menghapus air matanya yang mengalir di kedua pipinya.


Kaki Putri lemas, kini badan nya mulai merosot ke lantai tepat di bawah kaki sang Ayah. Putri merutuki kesalahan nya.


''Maafin Putri Pak? Putri tak bermaksud buat nutupi dari Bapak, namun Putri nggak punya keberanian untuk ngomongin ini sama Bapak, Putri takut Bapak kecewa kalau sampai Putri nggak lolos.'' Ujar Putri masih dengan tangisan nya.


Pak Amin melihat sang putri yang begitu menyedihkan, hati Pak Amin merasa tercubit karena prank yang ia buat.


Pak Amin mengangkat sang putri dan di bawa ke pelukannya seraya berucap. ''Maafin Bapak ya sayang, Bapak tidak pernah kecewa kok sama kamu, Bapak merasa bangga memiliki putri sehebat dan secerdas kamu.'' mengelus pundak putri nya.


''Putri sudah mengecewakan Bapak, Putri sudah tidak jujur sama Bapak, Putri minta maaf...?'' Ujarnya sesenggukan.


Pak Amin mengangkat dagu sang Putri, ia lantas tersenyum melihat mata bengkak sang putri karena dari tadi dia menangis. ''Lihat matamu sekarang, kalau Nak Erlan melihat penampilan kamu sekarang, pasti dia akan tertawa terbahak-bahak.'' tukas Pak Amin pada anak nya.

__ADS_1


''tadi Bapak hanya becanda saja kok sayang?'' tambah nya.


Putri cemberut dan kesal karena sudah di prank sama Ayah-nya.


Sedangkan Bu Yuni hanya menjadi penonton yang baik, melihat adegan drama Bapak dan anak yang sedang kecewa dan satunya sedih sampai nangis nangis.


*-*-*-*-*-*-*-*


Seminggu kemudian


Putri make up ala kadarnya saja untuk menghadiri acara Wisuda di sekolah nya.


Dengan memakai kebaya warna pink menambah kesan cantik dan juga Anggun. Putri di antar oleh orang tuanya ke sekolah untuk menghadiri acara pisah kenang dengan semua Guru guru yang sudah mengajar selama 3 tahun ini.


Reno yang melihat Putri langsung menghampiri nya, ''Kamu cantik banget.'' Gumam Reno memuji temannya.


''Makasih pujian nya, tapi mujinya cukup sekali saja ya.'' Putri mengingat kan.


''Kenapa gitu Put?'' Tanya Reno penasaran.


''Kalau di puji terus, Putri harus mencari jarum dulu untuk menusuk kepalaku yang membesar.'' Ujar Putri tertawa renyah.


''Temanku yang satu ini emang paling bisa kalau di suruh ngelawak.'' tukas Reno tersenyum.


''Erlan nggak datang?'' Tanya Reno tiba-tiba.


''Kak Erlan nggak datang, dia lagi sibuk dengan kuliahnya, serta pekerjaan nya juga.'' tutur Putri.


Reno mengangguk paham.


''Lagian kalau datang hanya untuk menemui aku yang lagi pakek baju Wisuda saja,itu bisa menghabiskan uang tabungan nya selama beberapa bulan ini, jadi mending nggak usah datang.'' Putri menambahkan.


Reno tersenyum dan mengajak Putri ke Aula sekolah nya, karena acaranya akan segera di mulai.


👉👉👉👉


Jangan bosan ya kak bacanya, dan jangan lupa mampir juga di karya receh ku ''Cinta Nadhira'' Makasih yang sudah mampir 🙏🙏🙏😘😘😘💕💕

__ADS_1


__ADS_2