Keinginan Anastasya

Keinginan Anastasya
Bab 72 Dia Putri


__ADS_3

Sedangkan Erlan hanya menjadi pendengar yang baik, perdebatan antara pegawai dengan tunangan nya dan juga kedua sahabat gadisnya.


Sejak kejadian itu Bella sudah tidak bekerja lagi, dia langsung di pecat oleh Irfan Bos nya.


Pegawai yang lainnya sudah mengetahui kebenaran nya, kalau Putri sebenar nya sudah memiliki seorang tunangan.


Hari hari yang di tunggu pun sudah tiba, Putri menyelesaikan masa magang nya hari ini, namun siapa sangka pujaan hatinya malah menjemput Putri di tempat kerjanya. Erlan menghampiri pegawai toko dan bertanya. ''Mbak Anastasya Putri sudah pulang?'' Tanya Erlan sopan.


''Maaf anda siapa nya Putri.'' tanya balik pegawai yang di tanya Erlan.


''Tunangan Putri?'' jawab singkat Erlan.


3 Pegawai yang kebetulan lagi berkumpul berbisik satu sama lain. Dan tak lama kemudian keluar lah seorang gadis mungil dari ruangan sang Bos, dan di ikuti oleh Irfan dan juga Daniel di belakang nya.


Erlan tersenyum simpul melihat gadis kecilnya berjalan menghampiri nya, Putri mencium tangan Erlan, dan Erlan sendiri mencium kening Putri.


Putri mendongak menatap wajah yang selama ini ia kangenin, ''Pulang kok nggak bilang bilang.'' Ucap Putri lembut.


''Kan kakak mau ngasih suprise sama Adik?'' jawab Erlan memegang kepala belakang Putri.


Irfan dan semuanya merasa tak di anggap ada di dekat nya.


''Hem hem...''


Erlan menatap Irfan lalu memandang gadis kecilnya.


''Emang gitu Pak Bos kalau lagi kasmaran, serasa dunia milik berdua.'' tukas Dewi tiba-tiba.


''Iya kita kita hanya ngontrak?!'' Wulan menimpali omongan Dewi.


Putri memperlihatkan deretan gigi putihnya, ''Kenalin kak, ini Bos Putri dan di sebelah nya Staf toko di sini.'' Putri memperkenalkan mantan Bos nya pada tunangan nya.


''Mantan Bos Putri?'' celetuk Wulan yang asal ceplos.


''Nggak boleh gitu Lan, walaupun kita sudah berhenti dari sini, tapi nggak boleh bilang kayak githu.'' Putri memperingati kedua sahabat nya.


Erlan mengulurkan tangan nya pada Irfan dan juga Daniel, setelah lama mereka mengobrol, Putri dan lainnya mohon pamit pada Irfan dan semua orang yang ada di sana.


''Kami pulang dulu, Assalamu'alaikum.'' Pamit Putri dan juga lainnya.


Mereka ber empat naik mobil yang sudah Erlan pesan, selama di perjalanan pulang Putri memilih untuk memejamkan matanya, Erlan memandang wajah gadisnya yang sudah terlelap dalam tidurnya.

__ADS_1


Wulan dan juga Dewi berasa menjadi obat nyamuk, ketika melihat 2 sejoli yang sudah lama tak bertemu.


''Kak Erlan kapan pulang nya?'' tanya Dewi yang di landa penasaran.


''Semalam pulang nya. dari Bandara Langsung ke tempat kerja kalian.'' jawab Erlan.


''Sudah kangen banget ya sama si do'i.'' canda Wulan.


''Jangan di tanya lagi Lan?'' tukas Dewi dan keduanya pun tertawa.


Erlan menaruh jarinya di bibir nya, ''shuut''


''Jangan berisik, nanti tidur Putri malah ke ganggu lagi.'' Gumam Erlan pada kedua sahabat Putri.


Wulan mencebikkan bibirnya kesal dan dia memilih untuk tidur juga, dengan menyandarkan kepalanya ke bahu Dewi.


Sesampainya di rumah, Erlan membangunkan gadis kecilnya.


''Sayang? bangun sudah sampai rumah?'' ujar Erlan dengan nada lembut seraya mengelus pipi gadis nya.


Putri mengerjapkan matanya seraya berkata, ''Sudah sampai ya kak.'' Tanya Putri mendongak.


''Makasih ya Pak?'' Ucap Erlan pada sang sopir.


''Iya sama-sama Mas.'' Balas sang sopir lalu melajukan mobilnya kembali ke rumah nya, karena hari sudah mulai sore.


Erlan dan juga Putri mencium tangan Bu Yuni dan juga Pak Amin.


''Nak Erlan pulang juga?'' tanya Pak Amin pada menantu nya.


''Iya Pak? mumpung kuliah ku lagi liburan, jadi menyempatkan untuk pulang.'' jawab Erlan yang di angguki mertuanya.


''Ya sudah, kalian langsung makan saja, Ibu sudah memasak makanan kalian.'' tutur Pak Amin.


''Putri mandi dulu Pak, sudah lengket semua nie badan.'' sahut Putri melangkah ke kamar nya untuk mengambil handuk dan juga baju ganti, untuk di bawa ke kamar mandi yang terletak di dekat dapur.


''Nak Erlan makan duluan saja kalau kayak githu?'' suruh Pak Amin pada menantu nya yang kelihatan nya sangat lelah.


''Erlan mau nunggu Adek sajalah Pak, Erlan juga mau mandi dulu sebelum makan.'' tukas Erlan.


''Baiklah, kalau githu bapak keluar dulu.'' sahut Pak Amin sekaligus pamit keluar pada menantu nya.

__ADS_1


Erlan mengangguk dan melangkah ke kamar yang sering ia tempati kalau lagi menginap di rumah Putri.


Erlan menunggu Putri di meja makan yang ada di dekat kamar mandi.


Krieett....


Pintu kamar mandi di buka dan keluarlah sesosok gadik mungil yang sangat menggemaskan.


''Sudah selesai?'' tanya Erlan seraya menghampiri gadis kecil nya.


Erlan mencubit pipi chubby gadis nya seraya berkata. ''Imut banget sich kamu sayang, bikin gemas saja.'' Ujar Erlan mengacak rambut Putri yang masih basah.


''Jangan gitu kak? sakit pipi Putri.'' rengek nya.


Erlan tertawa renyah, ''Keringin dulu rambut nya, biar nggak masuk angin.'' ujar nya lalu masuk ke kamar mandi.


Putri mengerutkan keningnya, bingung dengan sikap Erlan sekarang namun Putri tak mau ambil pusing, dia berlalu masuk kedalam kamar nya, Putri duduk di depan meja rias nya, ia menyisir rambut hitam panjang nya dengan perlahan.


Tak lama kemudian pintu kamarnya di buka oleh Erlan tunangan nya.


Erlan membelai rambut panjang kekasih nya seraya berbisik. ''Rambut Adek panjang banget, sini biar kakak yang bantu nyisir rambut nya.'' pinta Erlan pada Putri. Putri memberikan sisir yang ia pegang ke tangan Erlan, Erlan pun mulai menyisir rambut sang gadis, sesekali dia juga mencium wangi rambut Putri.


''Emang boleh di potong pendek?'' tanya Putri menatap Erlan lewat kaca rias nya.


''Ya boleh dong sayang? rambut kamu sudah panjang banget, emangnya nggak ribet kalau nyisirin rambut panjang kayak gini.'' tukas Erlan menghentikan sisiran nya.


Rambut Putri emang panjang, namun tak sampai mata kaki, rambut Putri hanya sebatas bawah bokongnya. Sebenarnya Putri lebih suka rambut panjang nya ketimbang dengan rambut pendek.


dengan rambut panjang nya Putri tak perlu memakai ikat jilbab yang ada cepolannya, tinggal di ikat terus di sanggul saja rambutnya sudah beres.


''Ayo makan kak? Putri sudah lapar.'' ujar Putri mengalihkan pembicaraan nya.


Erlan mengangguk dan merangkul bahu Putri menuju ke tempat makan, Putri memandang tangannya yang di genggam oleh pujaan hatinya, ''Ya Allah Terima kasih engkau sudah memberi hamba jodoh yang sangat sayang pada Putri?'' Batinnya.


Putri menatap wajah tampan Erlan yang duduk di samping nya, Putri menyunggingkan senyum manis nya pada sosok laki laki tampan tersebut.


👉👉👉👉


Jangan bosan bacanya ya kak.


Makasih yang sudah mampir 🙏🙏😘💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2