
Singkat cerita
5 tahun kemudian.
Kini si kembar sudah mulai masuk sekolah taman kanak kanak, setiap hari Putri selalu mengantarkan si kembar ke sekolah nya.
Setelah mengantarkan kedua anak nya ke dalam kelas, dan menitipkan kedua nya. Putri berjalan keluar dari kelas si kembar, dia berjalan menuju mobil nya yang terparkir di depan gerbang sekolah. Putri emang tidak di ijinin untuk membawa mobil sendiri oleh suami nya.
"Pak,kita pergi ke kampus dulu," Ucap Putri ketika sudah berada di dalm mobilnya.
"Baik neng?" Balas sang supir seraya menganggukkan kepala nya.
Putri sebenarnya sudah lulus dan sudah menyandang gelar sarjana juga, tapi Putri selalu mendatangi kampus nya di kala adik adik yang berada di yayasan sedang membutuhkan kehadiran nya, Putri selalu mengatur waktu nya agar ia bisa datang ketika di perlukan oleh adik adik nya. Kini ada 3 orang adik yang sedang kuliah di sana, mereka bertiga sebenarnya mendapatkan beasiswa, namun Putri masih memberikan mereka uang untuk kebutuhan sehari-hari mereka selama di kampus, kadang kala adik adik nya membantu Putri di rumah catering nya, sudah sering mereka di omelin oleh Putri yang di anggap sebagai kakak nya sendiri. Namun mereka tetap saja membantu usaha Catering nya.
"Biarkan kami membantu kak Putri di rumah Catering nya," Ucap salah satu adik yayasan yang sudah kuliah.
"Kalian tidak harus membantu kakak seperti ini, di sana sudah banyak yang bekerja, tugas kalian semua hanya belajar, agar kalian selalu mendapatkan nilai bagus, kakak tak pernah hitung hitungan dalam membiayai kalian semua. Tapi yang kakak inginkan kalian semua menjadi orang yang sukses, agar kelak kalian semua bisa membantu adik adik yang lain di yayasan," Jelas Putri panjang lebar.
"Untuk saat ini kakak masih bisa menghasilkan uang dari rumah Catering ini, tapi yang kakak mau, bila kelak kakak sedang dalam kesulitan kalian semua sudi membantu keluarga kakak terutama anak anak kakak, karena semua ini semata-mata hanyalah titipan dari sang Khalik pada kakak, kehidupan orang keladang di atas kadang juga di bawah," Lanjut Putri, yang berpesan kepada ketiga adik adiknya.
Mereka bertiga langsung menghambur ke pelukan Putri, mereka menangis mendengar kata kata yang Putri ucapkan barusan.
"Kami bertiga tidak akan lupa kak, dan tak kan pernah melupakan kebaikan kakak yang kasih pada kita semua," Balasnya dengan tangisan yang sudah sesenggukan, dengan ingus beler kemana-mana.
"Sruuuttt"
__ADS_1
Salah satu dari mereka bertiga menghirup ingusnya sehingga mereka semua tertawa di rumah catering tersebut.
"Ich kalian jorok sich," Gumam Putri seraya melepaskan pelukannya. Akhirnya mereka tertawa bersama setelah kejadian yang tak terduga tersebut.
*-*-*-*-*-*-*-*-*
Putri saat ini merasa kesepian di rumah besarnya, hanya di temani dua bocil yang sering membuat dia kesal, tapi masa masa itu tak kan terulang kembali. Suami nya sendiri kini sedang berada di luar negeri untuk menyelesaikan pekerjaan nya bersama dengan kak Bryan. Tuan Aries mempercayakan semuanya pada kedua orang tersebut, sudah 2 bulan lamanya Eelan berada di luar negeri, meski setiap hari video call dengan istri dan kedua anak nya, namun rasa kangen yang Erlan rasakan saat ini sudah menggunung, "Mungkin menunggu meletus kali." Kata author.
"Kak? Ini kapan selesai nya, Erlan sudah begitu rindu dengan keluarga kecil Erlan di Indonesia," Keluh Erlan pada kak Bryan, saat mereka cuma berdua saja di ruangan rapat.
"4 hari lagi kita balik ke Indonesia, asal kita cepat menyelesaikan semua tugas ini," Sahut kak Bryan tanpa menoleh ke arah Erlan.
"Kita harus kebut kak, bagaimana pun caranya aku harus segera balik ke Indonesia secepatnya nya," Balas Erlan yang sudah bersiri dari duduknya.
"Cuci mata, cuci mata kepala mu gundul, Erlan sekarang bukan mau cuci mata lagi, tapi Erlan sudah sangat rindu padamu keluarga Erlan kak, kakak sich enak belum punya tuyul yang bikin kangen, kalau tuyul Erlan sudah 2 kak, 2 kak?" Ucap Erlan menekankan kata 2.
'Emang tuyul itu apa'an ya thor?' Tanya reader.
"Tuyul, ya istilahnya anak lah kak, hehehe,"
'Author sableng,' cetus nya.
"Sebentar lagi kayak nya, lho tahan saja dulu lah kangen lho?" Cetus kak Bryan asal, dia tak tau saja bagaimana rasanya kangen yang ia pendam selama ini.
Erlan pun berlalu pergi, dia menuju ke ruangannya yang berada di samping ruangan kak Bryan, dia begitu kesal dengan kakak angkat dari istri kecilnya.
__ADS_1
''Kenapa bisa, istri kecilku punya kakak angkat se sableng itu,'' gerutu Erlan ketika sudah berada di ruangan nya.
''Sayang? maaf Ayah mu ini belum bisa menemani kalian main, tapi Ayah janji akan menemani kalian setelah Ayah pulang nanti,'' lirih nya, menatap ponsel yang bergambar si kembar, Azzam dan Azzura yang sedang bermain bersama Bunda nya. Erlan terlihat tersenyum menatap ke arah ponsel nya.
Erlan pun berinisiatif untuk menghubungi istri kecilnya yang sedang sibuk dengan rumah catering nya.
Tut tut tut
Panggilan tersambung, namun tak kunjung di angkat juga oleh sang pemilik ponsel.
Putri terus saja sibuk membantu para karyawan nya, sejak Zein dan kak Rini pulang kampung? Putri kembali yang mengurus semua nya rumah catering yang ia dirikan beberapa tahun lalu.
''Kamu kemana sich sayang? kenapa kamu nggak angkat panggilan dariku,'' gumam Erlan sedih, dia menjambak rambut nya dengan pelan. Erlan terus saja bergumam kecil karena panggilan nya tak di angkat oleh istri kecilnya.
Sedangkan di ruangan lain ada seorang wanita yang menaruh hati kepada Erlan, wanita yang berparas cantik itu tergila-gila dengan ketampanan Erlan, dari segi penampilan Erlan terlihat biasa biasa saja, berbeda dengan kak Bryan yang selalu berpenampilan modis.
''Ech Pak Erlan ganteng banget ya?'' kata salah satu pegawai di perusaha'an cabang tuan BryanBryan yang berada di luar negeri tersebut.
''Iya ganteng banget? tuan muda juga tak kalah ganteng dengan pak Erlan?'' yang lain juga menimpali ucapan dari rekan kerjanya.
''Sumpah! aku di buat gila ketika melihat wajah tampan pak Erlan, bikin jatuh hati saja dech,'' lanjut nya bahagia.
''Oke, kalau gitu bagaimana kalau kita taruhan saja, kalau dari kalian berdua 4 bisa menaklukkan hati pak Erlan, gue traktir lho,'' sahut teman yang lain. karena kebetulan sekarang ini masih jam nya istirahat jadi mereka malah asik ngerumpi di dalam ruangan.
BERSAMBUNG
__ADS_1