Keinginan Anastasya

Keinginan Anastasya
Bab 71 Perdebatan Bella dan Putri


__ADS_3

Irfan menatap Daniel dan berkata, ''Daniel panggil pegawai magang itu kesini.'' Ujar Irfan dengan nada dinginnya.


''Baik Pak.'' Tukas Daniel melangkah pergi meninggalkan Bos dinginnya.


Irfan terus menatap layar laptop nya, kedua bola matanya mengikuti kegiatan Putri di luar. ''Cewek tangguh, namun lugu dan juga bodoh, '' gumam Irfan pelan.


Tok tok tok


Pintu ruangan irfan di ketuk dari luar, ''Assalamu'alaikum.'' Ucap Putri seraya mengetuk pintu ruangan Bos nya.


''Waalaikum salam, masuk!'' jawab Irfan dan menyuruh Putri masuk ke ruangan nya.


''Bapak memanggil saya?'' tanya Putri sopan dan menundukkan kepalanya.


''Iya, saya manggil kamu karena penampilan kamu.'' jawab Irfan datar namun ia mau bercanda ini Putri juga, bagaimana reaksi Putri ketika membahas tentang pakaian yang ia kenakan.


Putri melihat pakaian nya yang menurut dia tidak malu maluin.


''Maaf sebelumnya Pak, kalau saya lancang menjawab anda. Pakaian yang saya kenakan tidak ada yang salah kok Pak?'' Ujar Putri menggenggam tangan nya dengan erat.


''Kalau ngomong lihat saya, emang di bawah sana bisa ngaca sampai lihat ke lantai terus.'' tukas Irfan pada Putri.


Putri menghembuskan nafas dan menatap ke wajah Irfan Bos nya.


''Jelas kamu melakukan kesalahan, coba lihat pegawai lainnya, mereka tidak memakai hijab dan berpakaian panjang seperti ini.'' Gumam Irfan menunjuk Putri dan menaik turunkan jarinya.


''Maaf sebelumnya Pak, kalau Bapak mau mecat Putri silahkan, Putri tidak keberatan sama sekali.'' Ucap Putri dengan yakin.


Irfan terdiam sejenak mendengar ucapan Putri yang tanpa merasa takut kalau dirinya akan di pecat, namun Irfan malah di kejutkan oleh ucapan Putri yang meminta dirinya di pecat, hanya gara-gara hal yang sepele.


Tiba-tiba ponsel Putri bergetar.


Dret dret dret.


Putri merogoh saku celananya guna mengambil ponsel nya, di lihat nya ID pemanggil yang tertera nama tunangan.


Irfan menatap Putri yang sedang menatap ponsel nya.


''Siapa yang telfon!'' tanya Irfan datar.

__ADS_1


''Tunangan Putri yang menelfon Pak.'' sahut Putri tak kalah datar dari Bos nya. Putri sudah ikhlas kalau harus di pecat oleh Bos nya.


Putri menatap Irfan dan berkata.


''Maaf Pak? kalau sudah tidak ada lagi yang mau di omongin Putri pamit.'' jelas Putri dan melangkah pergi sebelum mendapatkan persetujuan dari Bos tempat ia magang.


Putri melangkah dengan cepat, menjauh dari ruangan Bos nya untuk menerima panggilan telfon dari tunangan nya yang sangat ia rindukan, karena sudah satu bulan ini Erlan tidak menghubungi Putri, hanya saja Erlan selalu mengirim chat pada gadis kecilnya.


Di dalam ruangan Irfan merutuki kesalahan nya, karena ingin membuat Putri merubah penampilan nya malah Putri sendiri meminta untuk ia pecat.


Irfan teringat Putri mengatakan kata tunangan, ''Apa mungkin gadis kecil itu sudah memiliki tunangan.'' Pikir Irfan dan menelfon Daniel.


''Daniel! keruangan ku sekarang.'' Ujar Irfan dan langsung mematikan ponsel nya tanpa menunggu jawaban Daniel.


''Kayak gini kalau Bos muda kita kesini. riweh di saya.'' Gumam Daniel menghampiri Irfan di dalam ruangan nya.


Daniel mengetuk pintu, dan terdengar suara dari dalam. '' Masuk.'' Ucap Irfan.


''Ada apa Bos?'' Tanya Daniel.


''Putri meminta ku untuk memecatnya.'' jawab Irfan menatap nyalang Staf tokonya.


''Daniel lho denger nggak omongan gue!'' Ucap Irfan sarkas.


Daniel menatap Bos mudanya dan berujar. ''Apa yang Bos katakan, sampai Putri meminta Bos untuk memecatnya.'' Tanya Daniel menyelidik.


''Nggak ada, cuma aku menyinggung tentang pakaian nya saja.'' jawab Irfan dengan santai.


''Ya pantas saja Putri meminta Bos untuk memecatnya lah, Bos sudah menyinggung Putri.'' Tukas Daniel ketus karena kesal pada sang Bos.


Irfan terdiam, terbersit dalam fikiran nya kata kata menyesal menyelinap begitu saja.


Di ruangan lain Putri sedang mengobrol dengan Erlan tunangan nya. Putri tertawa renyah saat Erlan berceloteh yang tidak di mengerti olehnya.


Wulan dan juga Dewi menghampiri Putri yang lagi asik mengobrol dengan Erlan, sesekali kedua sahabat nya ikut nimbrung obrolan antara Erlan dan juga Putri yang sedang melepas kangen.


''Kak Erlan, kamu nggak mau pulang untuk menemui gadis kecilnya ini.'' ucap Wulan menunjuk ke arah Putri.


''Insya Allah sebentar lagi aku lulus, do'akan saja supaya sesuai dengan yang di targetkan?!'' Sahut Erlan tersenyum, Putri membalas senyuman Erlan.

__ADS_1


''Jangan lama lama kak Erlan, nanti keburu di embat orang lho.'' Gumam Dewi mulai mengompori Erlan.


''Aku percaya pada gadis kecilku.'' tukas Erlan tersenyum.


''Makasih kak? sudah mau percaya pada Putri, Putri akan selalu menunggu kedatangan kak Erlan.'' tutur Putri lembut.


Tiba-tiba pintu di buka dengan keras sehingga menimbulkan bunyi, '' Brakk!!''


Nampak lah seorang wanita muda dan juga cantik, namun kecantikan nya hanya berkat dempul yang tebal.


''Enak ya, leha leha di sini, sekarang bukan waktunya untuk berleha leha.'' Ucap Bella ketus, Bella selalu berbuat semaunya karena tak pernah di tegur oleh pemilik toko maupun Staf toko tersebut.


''Kita hanya istirahat sebentar kok kak?'' jawab Putri menatap ke arah Bella yang sedang berdiri disamping pintu.


Bella mendekat ke arah Putri, dan dengan cepat ponsel Putri sudah berpindah tangan.


''Wow!! ternyata cowok kamu ganteng juga, tapi lebih ganteng pak Irfan sich?!'' Ucap Bella percaya diri.


''Balikin ponsel Putri kak?'' pinta Putri pada Bella namun tidak ia kasih juga.


alih-alih mau memberikan pada Putri, namun Bella malah ingin menjatuhkan ponsel Putri.


''Bella!'' panggil Irfan dengan tegas.


Akhirnya Putri merebut ponsel nya dari tangan Bella senior di toko tempat ia magang.


''Kamu sudah keterlaluan Bella, dari dulu sifat kamu tidak pernah berubah pada setiap pegawai baru di toko ini. kemarin aku masih bisa menoleransi kamu, namun kali ini kamu sudah keterlaluan.'' tukas Irfan panjang lebar.


''Maaf Pak? Putri sebenarnya sudah punya cowok, tapi masih ingin menggoda Bapak.'' Ucap Bella mencari alasan agar Bos nya bisa memaafkan kelakuannya yang urakan mungkin.


''Yang di katakan Kak Bella tidak benar Pak, Putri tak pernah punya niatan untuk mengoda Pak Bos.'' Ucap Putri membela diri, Putri lupa mematikan sambungan telfonnya dengan Erlan tunangan nya.


''Alah, pakek ngeles bilang nggak ingin menggoda Bos!!'' sahut Bella lagi, Irfan menatap Bella dengan Aura dinginnya.


''Yang kamu katakan semuanya tidak ada buktinya Bella.'' tukas Dewi sambil menatap Bella tanpa rasa takut.


''Lagian mana mungkin Putri menggoda Pak Bos, sedangkan Putri sendiri sudah punya tunangan, jadi kamu nggak usah ngarang cerita buat jatuhin Putri.'' Ucap Wulan juga membela sahabat nya yang sudah hampir menangis.


👉👉👉👉

__ADS_1


Jangan bosan dengan karya receh ku kak, dan makasih yang sudah mampir 🙏🙏😘😘😘💕💕


__ADS_2