Keinginan Anastasya

Keinginan Anastasya
Bab 34 Melamar sang kekasih


__ADS_3

Erlan tersenyum bahagia ketika memandang wajah imut wanita nya, yang bentar lagi bakalan menjadi tunangannya.


senyuman Erlan memudar tat kala sang kakak mengagetkan nya dan berkata.


''Nggak usah senyum senyum githu? buruan ngomong dek.'' ucapnya yang langsung membuyarkan lamunan lamunan indah Erlan.


Erlan menarik nafas panjang nya dan memulai perkataan nya, dia meminta ijin pada orang tua Anastasya.


''Pak, Bu? saya meminta ijin untuk melamar Anastasya, dan mohon doa restu nya untuk kami berdua.'' ucapnya gugup.


Pak Amin hanya diam menanggapi ucapan demi ucapan dari Erlan sang calon menantu. tak berapa lama Pak Amin berdehem mencoba menghilangkan ketegangan di ruang tamu yang mulai mencekam.


''Iya! Bapak ijinin dan merestui kalian berdua.'' Ucapnya yang membuat Erlan merasa lega karena sudah mendapat restu dari orang tua Anastasya.


Erlan tersenyum dan menghampiri sang kekasih, diapun berkata pada Anastasya.


''Maukah kamu menjadi istriku dan menjadi ibu dari anak-anak ku kelak?''


Anastasya mengangguk dan berkata. ''Iya saya mau.'' ucapnya pelan


''Makasih ya Sya.'' ucap Erlan memegang tangan Anastasya.


''Buruan pakein cincinnya, lama amat lho dek.'' celetuk sang kakak.


''Iya Mas sabar dikit napa?!'' ujar Erlan sembari mengambil sesuatu dari saku celananya.


Erlan memegang tangan Anastasya dan langsung memasukkan cincin di jari manis Anastasya.


Anastasya hanya memandang cincin pemberian dari Erlan tanpa mengucapkan sepatah kata.


''Kamu nggak suka sama cincinnya.'' tanya Erlan yang melihat Anastasya biasa biasa saja.


''Bu... bukan nggak suka githu? tapi Anas nggak nyangka aja bakalan di kamar secepat ini.'' ucapnya gugup karena takut menyinggung perasaan Erlan dan keluarga nya.


''Maafin kami ya Nak? kami sekeluarga datangnya secara dadakan, dan tidak memberitahu dulu kalau kami bakal datang kesini secepat ini.'' Ujar sang nenek.


''Sebenarnya cincin ini hanya sebagai simbol kalau Anastasya sudah menjadi tunangan Erlan. mungkin suatu hari kalau Erlan sudah lulus sekolah nya, kami akan melamar Anastasya secara resmi, nggak apa apa kan ya Nak Anas.''Ucap Pak Angga.


''Iya nggak apa apa kok Pak.'' ucap Anastasya lembut.


''Makasih ya sayang.'' ujar Erlan mengelus tangan Anastasya dan sesekali tersenyum pada sang tunangan.


''Ngapain lho masih jongkok di situ, duduk sini!'' celetuk sang kakak yang langsung membuat Erlan merengut tak suka sama sang kakaknya, karena mengganggu keromantisan nya dengan sang tunangan.

__ADS_1


Anastasya tertawa menutup mulutnya dengan jari jarinya, karena melihat Erlan yang jengkel seperti itu.


Kedua keluarga pun mengobrol, sedangkan Anastasya dan Erlan memilih duduk di teras memandangi langit biru yang luas dan di penuhi bintang bintang yang bertaburan di atas sana.


Anastasya menghela nafas panjang mengurangi rasa canggung nya.


''Eem...'' ucap mereka berdua hampir bersamaan.


''Ya sudah kamu duluan saja.'' ucap Erlan.


''Nggak kamu saja yang duluan.'' ucap Anastasya yang nggak mau memulai pertanyaan nya duluan.


''Ya sudah aku dulu nich yang ngomong.'' Ujar Erlan yang di angguki oleh Anastasya.


''Makasih ya kamu dah Terima aku jadi tunanganmu, dan selama beberapa tahun ini selalu mengisi hari hariku dengan bercandaan dan celotehan kamu.''ucapnya memulai obrolan nya. Anastasya hanya menyimak yang di omongin Erlan sedari tadi.


''Dan maaf ya Anas? dulu aku sering membully kamu, menghina kamu.'' ucapnya lagi, kini Erlan menundukkan kepalanya karena mengingat dulu Erlan lah yang selalu mati matian membully Anastasya yang saat ini malah menjadi tunangannya.


''Sudahlah? yang lalu biarlah berlalu, Anas kan sudah pernah bilang sama kamu, kalau Anas sudah maafin kamu.'' Ucapnya dan mencoba mendongakkan kepala Erlan.


''Sudahlah? kita mulai dari awal saja.'' ucap Anastasya tersenyum.


Erlan pun tersenyum dan mencium tangan Anastasya.


''Iya! aku tunggu kamu.'' kata Anastasya malu malu.


''Makasih ya sayang?'' ucap Erlan mencium pipi Anastasya.


Anastasya yang kaget hanya bisa memegang pipi yang di cium oleh Erlan.


''Maaf ya sayang, aku nggak sengaja itu aku lakuin secara sepontan saja? karena saking senengnya.'' ucap Erlan merasa bersalah.


Anastasya menggeleng kan kepalanya dan berkata, '' nggak apa apa, aku hanya kaget saja tadi.'' jawabnya dan tersenyum pada Erlan sang tunangan.


''Beginikah rasanya di lamar orang dan punya tunangan, hatiku serasa berbunga bunga dan tak menyangka aku bakalan di lamar tepat di hari ulang tahunku yang ke 17 tahun." batinnya.


''Oia sayang? selamat ulang tahun ya, maaf nggak ngasih hadiah.'' ucapnya yang membuat Anastasya membelalakkan matanya.


''Kamu tau hari ulang tahun ku.'' tanyaku kaget. Erlan mengangguk dan mengambil sesuatu dari saku bajunya.


Erlan memakai kan cincin ditangan kanan Anastasya sebagai hadiah ulang tahunnya.


''Ini hadiah ulang tahunku buat mu, jangan di lepas ya?'' Anastasya mengangguk.

__ADS_1


''Makasih banyak ya.''kata Anastasya lembut.


''Nggak usah berterima kasih githu?aku kan tunanganmu sekarang, sudah sewajarnya aku memberi hadiah walau tak seberapa nilainya.'' jawab Erlan merangkul Anastasya.


''Hech! udahan ngobrol nya, di panggil nenek tu kalian berdua.'' ucap kakak Erlan tiba-tiba mengagetkan nya.


''Mas ini selalu ngagetin orang kerjaan nya.'' gerutu Erlan dan menggandeng tangan Anastasya masuk ke dalam rumahnya.


setelah Anastasya dan Erlan duduk di kursi sebelah sang nenek, sang nenek pun mengeluarkan satu set perhiasan sebagai hadiah pada calon cucu menantunya.


''Ini buat kamu Nak Tasya, di pakek ya.'' kata sang nenek membuka kotak perhiasan nya.


''Pakein Lan.'' ucap sang kakek menyuruh Erlan sang cucu.


Erlan memakai kan perhiasan yang di kasih nenek nya buat sang tunangan.


''Kamu cantik banget.'' bisik Erlan selesai memakai kan perhiasan pemberian dari sang nenek.


Anastasya mencium tangan sang nenek dan berterima kasih padanya.


''Makasih ya nek.''ucapnya lembut.


''Iya sama-sama, ya sudah kita sekeluarga mohon pamit ya.'' ujar sang nenek.


''Ya sudah kami pamit dulu ya Pak? Bu, Assalamu'alaikum.'' ucap Pak Angga yang mulai beranjak dari tempat duduk nya. di ikuti oleh yang lainnya,


''Waalaikum salam.'' jawab Pak Amin dan menerima uluran tangan dari sang besan, Anastasya mencium semua tangan anggota keluarga Erlan, tak terkecuali tangan Erlan juga di cium Anastasya.


Akhirnya keluarga Erlan sudah kembali ke rumahnya. Anastasya segera membersihkan ruang tamu yang ia tempati untuk menyambut keluarga Erlan tadi, selesai beres beres Anastasya pamit pada sang sang Ibu untuk ke kamarnya. Bu yuni menganggukkan kepalanya.


''Pak akhirnya anak kita menemukan jodohnya juga ya pak?'' kata Bu Yuni sepeninggal Anastasya.


''Iya Bu? kita do'akan saja anak anak kita bahagia selalu ya Bu.'' ucap Pak Amin bahagia.


...πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰...


Makasih yang selalu dukung karya receh Al-mahyra.


dan makasih juga like, komen, vote dan hadiahnya juga ya, Allah yang akan membalas semua kebaikan kk,


Maaf kalau ceritanya membosankanπŸ™πŸ™


makasih

__ADS_1


__ADS_2