
Kepulangan dari liburan sehari nya, Putri seharian istirahat karena dia merasakan nggak enak badan, mungkin karena kelelahan atau terlalu lama main airnya.
Erlan memilih pulang ke rumahnya untuk mengganti bajunya, seharian ini Erlan tidak menemui sang gadis karena sibuk dengan Acara nya yang bolak balik ke Kantor Kecamatan.
Selesai sudah satu surat yang di bawa Erlan pulang dari Kantor Kecamatan.
dan kini tinggal menunggu KTP nya selesai.
Erlan membaringkan tubuhnya di kasur, ia sengaja mematikan ponselnya saat berada di Kantor Kecamatan tadi.
Dalam sekejap Erlan sudah melayang-layang di alam mimpinya.
Di tempat lain Putri sudah agak enakan badannya, Putri memilih belajar di teras rumahnya, Putri fokus pada buku pelajaran nya karena sebentar lagi bakalan semester kenaikan kelas.
Tanpa dia sadari Erlan sudah ada di dekatnya, Erlan sengaja mematikan mesin motornya dari jauh agar memberi kejutan pada sang gadis.
''Khusuk banget belajarnya, sampai sampai kakak terabaikan kayak gini.'' ujar Erlan mengagetkan sang gadis.
Putri yang kaget mengusap dadanya dag dig dug tak karuan. ''Kak Erlan suka banget sich ngagetin Putri, kalau jantung Putri copot gimana coba.'' sahut Putri dengan ketus, dan memalingkan wajahnya.
''Ya tinggal di ganti jantung ayam saja, githu saja repot.'' seru Erlan tersenyum karena berhasil membuat sang gadis marah.
''Kakak kan cuma bercanda sayang?!'' kata Erlan memeluk Putri, dia sesekali mencubit hidung Putri agar Putri tersenyum.
''Yeye...yeye aku berhasil, berhasil?'' Ucap Erlan senang karena sang gadis yang mulai tersenyum.
Putri menepuk pelan lengan Erlan, ''Apa'an satu chat kak, kayak anak kecil saja.'' Seru Putri menatap tunangan nya.
Erlan terkekeh mendengar celetukan sang tunangan, ''Kamu gemesin sich sayang? jadi pengen di makan.'' Ucap Erlan menaik turunkan alisnya.
''Emang Putri makanan!'' jawabnya ketus.
''Ya bukan makanan sich, tapi... ? ach sudahlah nggak usah di bahas, masih kecil juga, dan lagian kakak belum ada kerjaan yang menguntungkan.'' Ujar Erlan memutus obrolan nya.
''Lho bukannya kak Erlan bekerja di bengkel Bang Kevin ya.'' Tanya Putri penasaran.
''Ya..., emang benar kakak kerja di bengkel, namun kakak kan nggak setiap hari kerjanya Dek?!'' sahut Erlan terus terang.
''Maksud nggak setiap hari itu gimana kak? Putri belum paham.'' Tanya Putri lagi yang masih bingung dengan ucapan Erlan sang tunangan.
__ADS_1
''Kakak kan masih sekolah Sayang?'' mencubit pipi chubby Putri.
''Jadi kakak cuma bekerja kalau sudah pulang sekolah, itupun kadang-kadang kerjanya, kalau kakak pas ada pertandingan Voly, ya kakak nggak kerja?!'' sahut Erlan memegang tangan Putri.
''Ya nggak apa apa dong kak? kan kak Erlan masih sekolah, besok kalau sudah lulus sekolah mau kuliah apa nyari kerja.'' Tanya Putri serius.
''Ya kalau ada rezeki lebih sih kuliah sambil kerja, kalau nggak ada ya langsung nyari kerja saja, biar cepat nikahin tunangan kakak.'' celetuk Erlan sambil memperlihatkan deretan giginya.
Putri mencubit kecil perut Erlan, ''Di otaknya hanya berisi nikah saja dari kemarin.'' Ujar Putri melipat kedua tangan di dadanya.
''Lah, kalau nggak nikah terus tunangan buat apa sayang?'' Tanya Erlan pada sang gadis.
''Kan sekarang masih sekolah kakakku tercinta, tersayang dan terrrr nyebelin.'' Sahut Putri sambil mengeluarkan lidahnya(melet) 😜😜.
''Kamu ngeselin banget sich sayang? masak belakangnya terdapat nyebelin sich, tega sama kakak kamu sayang.'' Ucapnya cemberut.
''Kan emang benar, kak Erlan super nyebelin.'' ucap Putri lagi sambil mengacak rambut Erlan.
Erlan masih pura-pura marah pada gadisnya, walaupun di ajak ngobrol Erlan tetap saja cemberut, dan menopang dagunya di meja di mana Putri menaruh buku pelajaran nya yang ia pelajari saat ini.
Putri yang lelah akhirnya juga ikut ikutan mendiamkan sang tunangan.
''Sayang, besok kakak nggak bisa nganter ke sekolah ya, karena mau nganter paman ke rumah anaknya, katanya sich anaknya lagi sakit.'' Ucap Erlan memulai obrolannya.
''Hemm.'' sahut Putri dengan deheman saja.
Putri menata buku pelajaran nya dan langsung masuk ke dalam kamar nya.
Erlan begitu lesu kalau sang tunangan lagi ngambek pasti bakalan lama baikan nya.
*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*
Keesokan harinya Putri membawa motor sendiri ke sekolah, Putri yang lagi malas berbicara mengabaikan pertanyaan dari Sahabat nya, dia langsung menuju ke parkiran sekolah nya.
Sesudah nya, Putri berjalan menuju ke dalam kelas, dia mengabaikan orang-orang yang bertanya padanya.
Sesampainya di dalam kelas, Putri menyembunyikan wajahnya di tas punggung yang ia taruh di mejanya.
Hari ini Putri tak ada semangat untuk mengikuti mata pelajarannya.
__ADS_1
''Woyy!! kenapa lho sob, ditanya malah nggak jawab blas, piye lek ngene iki.'' Ucap Wulan yang mencampur perkata'annya dengan bahasa Jawa, agar Putri bisa tertawa, namun tebakan Wulan meleset.
''Kalau ada Guru yang masuk, kasih tau aku ya.'' Ucap Putri dingin.
Wulan tak bergeming, dia melihat sahabatnya yang tak seperti biasanya, sahabat yang ia tahu selalu ceria dan ada saja yang di omongin, tapi hari ini Putri menjadi pendiam.
Dewi yang baru datang merasakan hawa dingin, ''Kenapa?'' Tanya Dewi ada Wulan.
Wulan mengangkat bahunya, tandanya dia tidak tau apa apa.
''Sob, lho kenapa?'' tanya Dewi pada Putri.
''Aku nggak apa apa kok, cuma malas ngomong saja.''sahut Putri yang diangguki Dewi dan juga Wulan.
Semua Guru yang melihat Putri merasakan ada keanehan pada sikap Putri hari ini.
''Putri, kamu sakit?'' tanya Pak Darso yang mengajar di akhir.'' tanya Pak Darso.
''Putri nggak apa apa kok Pak Guru, Putri hanya capek dan malas buat ngomong.'' sahut Putri sopan.
''Ya sudah kalau gitu, sebentar lagi pulang kok.'' ucap Pak Darso lagi.
Putri mengangguk pelan, dan beberapa saat setelah Pak Darso berkata, Bel sudah berbunyi menandakan semua siswa siswinya kembali kerumah masing-masing.
''Wulan, Dewi, aku duluan ya?'' ucap Putri pada kedua sahabatnya dan melambaikan tangannya.
''Iya, hati hati di jalan sob.'' teriak Dewi karena Putri sudah jauh.
Putri mengambil motor dan langsung menjalankan motor nya, keluar dari gerbang sekolahnya, Putri menyusuri jalanan yang begitu ramai di lalui kendaraan besar.
Tanpa sadar Putri melihat Ibu dan anak yang akan menyeberang tanpa melihat kanan kiri, Putri yang kaget langsung membelokkan motornya dan Brukk!
Motor Putri tertabrak mobil dan Putri sendiri terpelanting ke aspal dengan sangat keras, waktu itu dia masih dalam keadaan sadar, Putri melihat banyak orang yang mengerumuninya, beberapa menit kemudian kesadaran Putri menghilang.
👉👉👉👉
Makasih kakak yang selalu dukung karya receh Al-mahyra.
Semoga suka dan tidak bosan membaca karya receh ku ya kak.
__ADS_1
Makasih 🙏🙏🙏😘💕💕💕