
''Nggak asik kalau cuma di traktir, bagaimana kalau dengan motor kamu, atau mobil kamu githu?'' Ucap Angela santai.
''Enak di lho, nggak enak di aku dong kalau githu. Sudah dapat Pak Erlan ech malah dapat mobil gue? mana cicilan nya belum lunas lagi?!'' gerutu Salwa ketika Angela meminta mobil nya buat taruhan.
''Ha-ha-ha!'' tawa Angela menggelegar ketika teman nya mengatakan tentang cicilan mobil nya.
''Jadi mobil itu kamu nyicil! bukan cash?'' tanya Angela meledek Salwa teman kerja-nya.
Salwa mengangguk, dan sebuah tawaan keluar dari semua rekan kerja nyanyang kebetulan satu ruangan.
''Ech ech, diem diem? Pak Erlan keluar tuh dari ruangan nya,'' kata salah satu teman Angela dan Salwa. Mereka pun langsung menutup mulutnya menghentikan tawa'an mereka.
Angela terlihat merapikan riasan nya agar menarik perhatian sekretaris pribadi tuan Bryan. Angela berjalan keluar dari ruangan nya, dia melanggar lenggok kan tubuh seksi nya di hadapan sekretaris nya. Dan tiba-tiba Angela menabrakkan sebagian tubuh seksi nya yang membuat Pak Erlan reflek menangkap tubuh seksi Angela.
''Maaf Pak? tiba-tiba kepalaku merasa pusing,'' ucap nya berbohong.
''Lain kali hati hati lah?'' pesan Erlan dan melepaskan pegangan nya di tubuh seksi Angela.
''Iya Pak? terima kasih sudah menolong ku,'' lirih nya seraya memijit kening nya.
Erlan mengangguk dan berlalu pergi dari hadapan karyawan nya tersebut.
''Lain kali, aku pastikan kamu bakalan jatuh ke pelukan ku Pak Erlan?'' Gumam Angela membenarkan rambut nya yang berantakan, akibat ulah nya yang pura-pura akan jatuh, namun itu semua sudah ia rencanakan jauh jauh hati, sebelum acara taruhan itu di berlakukan. Angela memasuki ruangan nya dengan senyuman manis yang ia buat semanis mungkin, agar semua teman teman nya takjub melihat nya.
''Bagaimana? bagus tidak,'' tanya Angela menarik bibir merah nya ke atas sedikit.
''Lho hebat Angela, gue salut sama lho? tapi gue nggak yakin kalau Pak Erlan bakalan jatuh hati sama lho yang norak itu,'' jawab Salwa yang mengatakan kebenaran-nya.
''Lho!'' tunjuk Angela. ''Mau gue sumpel tu mulut pakek lakban haaa!!'' seru Angela yang tak terima dengan perkata'an teman nya.
''Iya, iya gue khilaf mengatakan itu semua,'' jawab nya. Beranjak pergi menuju meja kerja-nya, karena jam istirahat sudah usai. Mereka semua menghentikan obrolan nya saat jam istirahat nya telah usai, mereka kembali fokus dengan pekerja'an masing-masing.
Salwa masih saja meng gerutu ketika Angela mengatakan akan menyumpal mulut nya, ''Ish!! kenapa lagi nie mulut lemes bener sich, jadi marah kan dia,'' gumam Salwa pelan seraya menabok nabok pelan bibir nya yang sudah salah berbicara.
Salwa nampak memandangi Angela yang sibuk dengan komputer nya, namun sesekali Angela melirik ke arah ponsel nya yang bergetar tanda ada pesan masuk ke dalam ponsel nya.
__ADS_1
Ting
📩- Sayang nanti malam kita jalan yuck? teman kencan Angela mengirim pesan.
Ting
📩- Oke, tapi jangan lupa cuan nya,'' balas Angela.
Ting
📩- Jangan masalah bayaran, sudah aku siapkan semua nya, asal kau bisa memuaskan aku malam nanti?'' balas laki-laki tersebut.
Angela tak lagi membalas pesan dari teman laki-laki nya, dia fokus pada pekerja'an nya sekarang.
Ya Angela adalah wanita panggilan, dia bisa di booking oleh siapa saja yang berani membayar mahal. Pekerja'an sambilan itu ia lakoni ketika dia terhimpit hutang untuk berobat Ibu nya yang terkena kanker usus. Namun setelah Ibu nya meninggal, dia bertambah parah dari biasanya. Hanya Salwa yang tau pekerja'an sambilan Angela teman Kantornya tersebut.
Jam pulang kantor telah usai, dan semua karyawan yang bekerja di sana sedang bersiap untuk pulang ke rumah nya masing-masing, seperti hal nya Erlan dan juga kak Bryan yang sudah memasuki mobil nya, dan bersiap untuk kembali ke apartemen yang ia tempati selama berada di Amsterdam.
Erlan begitu sibuk dengan gadget nya, sedangkan kak Bryan fokus menyetir mobil nya. ''Duch yang lagi kangen berat nich, sampai sampai nyuekin aku yang berada di sini sekarang,'' ledek nya yang tak di respon oleh Erlan.
Ting
Pesan di terima.
📩- ''Sayang lagi apa?'' tanya Erlan.
Ting
📩- ''Nemenin si kembar belajar,'' balas Putri sembari tersenyum membaca pesan dari suami tampan nya.
Ting
📩- ''Kamu nggak kangen sama Mas,'' isi pesan Erlan.
Ting
__ADS_1
📩- ''Kangen tapi terhalang jarak dan waktu,'' balas Putri lagi.
Ting
📩- ''Kamu benar sayang? Mas juga kangen sama Bunda, sama si kembar juga,'' isi pesan Erlan membuat Putri sedih.
Ting
📩- ''Mungkin esok kita akan bertemu, kamu yang sabar ya Mas?'' balas Putri untuk yang terakhir kalinya, Putri pun mematikan ponsel nya karena dia tak mau di ganggu saat mengajar anak anak nya belajar.
''Sibuk amat yang lagi chatingan sama kekasih?'' goda kak Bryan pada Erlan.
''Bukan kekasih lagi kak? tapi Ibu dari anak anakku,'' balas Erlan menatap kak Bryan sejenak dan kembali menatap ke depan, melihat keramaian di kota tersebut.
Gedung-gedung menjulang tinggi di hiasi dengan lampu lampu berwarna-warni, yang menambah keindahan negara tersebut.
''Kak? misalnya aku membawa istri Erlan ke sini bagaimana?'' tanya Erlan mengubah posisi duduk nya menjadi miring, sehingga menghadap ke arak kak Bryan yang lagi sibuk menyetir.
''Kita cari tempat makan dulu dech, kita bahas di sana? mendengar kamu bilang membawa Putri ke sini, aku jadi laper?!'' jawab kak Bryan tanpa menoleh ke arah Erlan sama sekali.
Kak Bryan memarkirkan mobil nya ketika sudah sampai di restoran, kak Bryan dan Erlan turun dari mobil dan berjalan menuju ke dalam restoran yang sudah mulai rame oleh orang orang yang ingin menikmati makan malam, walau masih sore sich, karena belum terlalu malam. Kak Bryan mengangkat tangan nya ke atas memanggil waiters yang sudah selesai melayani tamu-tamu nya.
''Mau pesan apa tuan?'' tanya waiters yang sudah berada di depan nya.
''Seperti biasa saja lah, masih ingat kan,'' Ucap kak Bryan yang balik bertanya pada waiters yang menghampiri nya.
''Masih tuan?'' sahut nya dan mencatat makanan beserta minuman yang sering di pesan oleh mereka berdua. Sampai semua pegawai yang bekerja di restoran tersebut hafal dengan dua orang itu.
''Pak Erlan makin ganteng saja dech?'' bisik salah satu pegawai restoran.
''Iya, tapi dia kan sudah punya istri dan anak pula, jadi tak bisa mengejar nya dong,'' jawab sang teman yang malah balik berbisik.
''Cuma mengagumi apa salah nya kan,'' sahut nya pelan, dan mereka berdua mulai mengantarkan makanan pesanan para tamu tamu yang ada di restoran tempat mereka bekerja.
BERSAMBUNG
__ADS_1
jangan lupa like, komen vote kakak, Terima kasih 🙏🙏😘😘💕💕