Keinginan Anastasya

Keinginan Anastasya
Bab 42 Awal masuk sekolah


__ADS_3

Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan.'' terdengar Suara operator yang menjawab panggilan dari Anastasya.


''Mungkin kak Erlan masih berada di dalam kapal, makanya ponselnya di matikan atau nggak ada sinyal kali ya?'' gumam Anastasya yang masih terdengar oleh Pak Amin.


''Pak? Anas takut pergi sekolah sendirian, lagi pula Anas kan belum tau letak sekolahnya di mana.'' ucap Anastasya pada Pak Amin.


''Biar bapak saja yang mengantar ya, tapi setelah itu kamu harus bawa motor sendiri.'' sahut Pak Amin yang di angguki Anastasya, Anastasya tersenyum senang karena sang Bapak mengerti apa yang ia pikirkan.


''Oke, Dil ya Pak?'' celoteh Anastasya menjabat tangan sang Bapak, Pak Amin hanya tersenyum menanggapi ocehan sang Putri.


Anastasya hendak beranjak dari tempat duduknya tpi di hentikan oleh Pak Amin.


''Mau kemana.'' tanyanya menatap Anastasya.


''Mau ke kamar?!'' sahut Anastasya menunjuk kamarnya.


''Bawa ini juga, sekalian jalan ke kamarnya.'' ucap Pak Amin mengalihkan pandangannya.


Anastasya menghentakkan kaki dan berdecak kesal, namun Anastasya tetap membawa kardus yang berisi alat alat sekolah ke kamarnya.


Pak Amin tersenyum miring, melihat tingkah laku anaknya, yang tak terasa dia sudah punya tunangan.


 ---------------------


Pagi pagi sekali Anastasya sudah rapi dengan seragam putih Abu-Abu nya. dia menghampiri sang Ibu yang berada di dapur, Anastasya menarik kursi dan mendudukkan bokongnya.


Bu Yuni membenarkan jilbab Anastasya yang kurang rapi, dan diapun mengambilkan nasi untuk Putrinya.


''Sudah Bu? jangan banyak banyak.'' Ucap Anastasya di saat melihat piringnya yang hampir penuh dengan nasi.


''Kamu harus makan yang banyak, biar nanti di sekolahnya tidak merasa lapar?'' sahut Bu Yuni, lalu memberikan piring yang sudah penuh dengan nasi pada Anak-Nya.


''Makan itu tidak perlu banyak Bu? asal kenyang sudah cukup.'' Ujar pak Amin yang langsung di tertawakan oleh Anastasya.


Sedangkan Bu Yuni memukul pundak suaminya dan berkata.


''Bapak ini selalu saja membela putrinya.'' celetuk Bu Yuni dan cemberut.


''Ya sudahlah, kalian cepat makannya, entar telat lagi nganterin ke sekolahnya.'' Ucap Bu Yuni pada Pak Amin dan Anastasya sang Putri.


Pak Amin dan juga Anastasya mengangguk, keduanya melahap habis sarapannya.


Pak Amin sudah menghabiskan sarapannya, diapun langsung ke halaman rumahnya guna menyalakan motor nya, sedangkan nasi di piring Anastasya masih tersisa separuh, di lihatnya jam tangannya yang sudah menunjukkan jam 6:10, Anastasya berdiri dari tempat duduk nya, dia mengambil tas dan mencium tangan Bu Yuni, diapun bergegas menyusul Pak Amin yang sudah ada di teras rumahnya.


''Ayo Pak berangkat sekarang.'' ajak Anastasya pada sang Bapak.


Pak Amin mengangguk dan menjalankan motornya menuju ke sekolah Anastasya.


''Jangan grogi kayak gitu, di sana pasti ada teman yang baik kok.'' Ucap Pak Amin menghibur putrinya.

__ADS_1


''Iya Pak, Anas cuma takut nggak bisa mengejar mata pelajaran yang kemarin saja.'' sahutnya menundukkan kepalanya.


''Tenang saja? Putri Bapak kan pintar, pasti bisa mengejar pelajaran yang kemarin.'' Ucapnya lagi.


Sesampainya di depan gerbang sekolah Anastasya turun dari motor nya. dia mencium tangan Pak Amin. ''Assalamu'alaikum.'' Ucap Anastasya.


''Waalaikum salam.'' jawab Pak Amin yang belum beranjak dari tempatnya, Pak Amin masih melihat sang Putri yang terus melangkah masuk kedalam sekolah.


Anastasya celingak celinguk melihat ke sekeliling, namun yang dia cari belum juga ia temukan sampai akhirnya dia bertemu dengan salah satu siswa yang keluar dari kelasnya.


''Maaf kak numpang tanya? ruang kepala sekolah ada di sebelah mana ya?'' tanyanya sopan.


''Murid baru ya?!'' tanya dia balik.


''Ia kak? saya siswa baru disini.'' jawab Anastasya menunduk, tanpa melihat ke arah siswa di depannya.


Sampai akhirnya Sidul menghampiri Anastasya dan juga teman kelasnya.


''Kamu Anastasya kan, tunangannya Erlan?'' Ucap Sidul, Anastasya mengangkat wajahnya melihat siapa yang memanggil namanya.


''Och... ? kakak yang kemarin kerumah itu kan?!'' tanya Anastasya tersenyum.


''Iya! aku sepupu Erlan, kamu sekolah di sini.'' tanya Sidul yang di angguki oleh Anastasya.


Anastasya melihat jam tangannya lagi, ''kak boleh antarkan aku ke ruangan kepala sekolah.'' ucap Anastasya memohon karena hampir bel masuk.


Setibanya di depan pintu Kepala sekolah Sidul menghentikan langkahnya, ''Ini ruangan kepala sekolah, kamu masuk saja aku kembali ke kelas dulu ya.'' ujar Sidul berlalu pergi.


Anastasya mengetuk pintu dan dari dalam terdengar suara, ''Masuk.'' Ujar kepala sekolah dari dalam.


Anastasya membuka pintu dan mulai memasuki ruangan kepala sekolah.


''Duduk.'' Ucap Pak Imam sang kepala sekolah, tanpa melihat ke arah Anastasya.


''Ada perlu apa mencariku.'' tanya Pak Imam dingin.


''Saya murid baru di sini Pak?'' sahut Anastasya gugup.


''Och... ! kamu Anastasya yang mendaftar kemarin.'' celetuk Pak Imam, Anastasya mengangguk.


Pak Imam menekan tombol telfon yang berada di mejanya.


''Keruangan ku sekarang.'' kata Pak Imam pada seseorang yang berada di lain ruangan.


Tok... Tok... Tok.


Pintu di ketuk dari luar. ''Masuk.'' kata Pak Imam dan terbukalah pintu yang di ketuk tadi, menampakkan seorang wanita muda.


''Bapak memanggil saya.'' tanya Bu Dewi yang di angguki oleh Pak Imam.

__ADS_1


''Bu Dewi, ini ada murid baru di kelas anda.'' kata Pak Imam pada Bu Dewi.


''Ya sudah kalau githu ikut Ibu sekarang.'' ucap Bu Dewi lembut.


''Saya permisi Pak.'' pamit Anastasya.


''Ya! belajar yang rajin.'' Ujar Pak Imam pada Anastasya.


Bu Dewi dan juga Anastasya keluar dari ruangan Pak Imam sang kepala sekolah.


''Ayo, lewat sini?'' kata Bu Dewi yang terus melangkah.


''Ayo masuk, sekarang ini kelas kamu?!'' Bu Dewi membuka pintu, yang langsung di sambut hangat oleh semua murid-murid nya.


''Pagi semua nya? hari ini kalian ada teman baru.'' ucap Bu Dewi pada semua murid murid nya.


''Sekarang kamu kenalkan diri pada teman teman mu yang ada di sini.'' suruh Bu Dewi.


''Assalamu'alaikum, nama saya Anastasya Putri, salam kenal semua.'' ucap Anastasya dan tersenyum.


''Waalaikum salam.'' jawab semua nya hampir bersamaan.


''Kalau boleh tau panggilannya apa.'' tanya salah seorang siswa.


''Apa saja terserah.'' jawabnya lembut.


''Yasudah kamu bisa duduk di samping Wulan.'' ujar Bu Dewi, sedangkan Wulan melambaikan tangannya.


Wulan menjabat tangan Anastasya, ketika dia sudah berada di sampingnya.


''Wulan, salam kenal ya.'' ucap Wulan saat Anastasya mulai duduk,


''Iya salam kenal juga.'' sahut Anastasya tersenyum ramah pada Wulan teman barunya di sekolah.


…………


Sedangkan Bu Yuni hanya menggelengkan kepalanya, melihat kamar sang Putri yang berantakan karena terburu-buru berangkat sekolah, akibatnya dia tidak merapikan kamarnya terlebih dahulu.


Karena ini pertama kali Anastasya masuk sekolah lagi, jadi dia mempersiapkan semua peralatan sekolahnya dari semalam. mungkin ini sedikit berlebihan buat yang lainnya, tapi buat Anastasya itu hal yang wajar.


👉👉👉👉


semoga suka ya kak🤭🤭


Makasih kakak yang selalu dukung karya receh Al-mahyra 🙏🙏


jangan lupa like, komen,vote dan favorit kan ya kak🙏✌.


makasih 🙏🙏🙏💕

__ADS_1


__ADS_2