Keinginan Anastasya

Keinginan Anastasya
Bab 163


__ADS_3

Setelah si kembar berumur 7 hari akhirnya Putri dan juga Erlan memberi nama pada kedua bayi mungil nya.


Setelah perdebatan diantara mereka akhirnya mereka memutuskan memberi nama Azam dan Azura.


Selain keluarga nya sendiri ada juga keluarga dari kak Anggia yang belum kembali ke Amsterdam. Keluarga kak Anggia begitu mendambakan seorang cucu sejak 5 tahun lalu, tapi Puteri sulung nya belum juga di karunia seorang bayi, namun mereka berdua selalu mendukung puteri sulung nya agar selalu berikhtiar, dan pasrahkan semua nya pada sang Khalik.


''Putri? bagaimana kalau Azam aku bawa ke Amsterdam saja, di sini kan masih ada Azura?'' Ucap Ibu kak Anggia tersenyum.


Putri membalas senyuman dari orang tua kak Anggia, ''Sebentar lagi ibu juga bakalan punya cucu dari puteri sulung Ibu, percaya atau tidak nya Gusti Allah akan memberikan kebahagiaan kepada setiap orang yang sabar dengan semua cobaan yang ia berikan, Putri juga harus menunggu selama 2 tahun, dan sekarang malah langsung di kasih 2 sekaligus Bu?'' jawab Putri ramah, Putri tau kalau Ibu kak Anggia cuma bercanda saja akan membawa putera kecilnya.


''Iya kamu benar Putri, semoga kakak nya Anggia cepat hamil ya?'' Ucap nya. 'Ya Allah berikan lah puteri sulung ku keturunan yang akan merawat dia kelak di hari tuanya, dan juga membawa ke surgamu ya Allah,' batin Ibu Mely, Ibu kak Anggia.


''Sabar ya Bu, Putri do'a kan semoga Ibu pulang dari sini mendengar kabar yang membahagiakan dari kakak nya kak Anggia,'' do'a Putri, karena sejatinya anak adalah titipan dari sang Ilahi, kalau sang Pencipta belum berkehendak memberikan keturunan maka ber pasrah lah, dan selalu meminta kepada sang Pencipta agar senantiasa mengabulkan semua do'a do'a yang ia panjatkan.


Kak Anggia tersenyum mendengar penuturan dari Putri adik angkat calon suaminya. ''Ternyata Putri sebaik itu pada semua orang, makanya keluarga kak Bryan sangat sayang padany,'' Gumamnya pelan, sehingga tak ada yang mendengar nya.


''Putri kenapa kamu memberikan nama Azam dan Azzura?'' tanya kak Sandra tiba-tiba.


''Putri suka saja dengan nama itu kak? selain gampang manggilnya Azam dan Azura juga gampang di ingat oleh semua orang, makanya Putri memberi nama itu,'' jawab nya tersenyum.

__ADS_1


''Oiya, Azam dan Azzura memiliki arti apa kalau boleh tau dek?'' tanya kak Bryan setelah tadi hanya menjadi pendengar yang baik.


''Azam- kebulatan tekad. Bertekad untuk membahagiakan kedua orang tuanya, adik dan juga bertekad mengejar cita cita nya, seperti arti dari namanya.


Azzura- Langit biru cerah.'' Jelas Putri, yang di angguki mereka semua.


''Sebenarnya kata Azzura itu Putri ambil dari penulis novel juga sich kak?'' Lanjut nya lagi seraya terkekeh karena malu mungkin, karena nama penulis novel yang selalu ia baca di berikan pada puteri kecilnya yang baru berusia 7 hari itu.


Semua orang tertawa mendengar penuturan dari Putri, yang ternyata lagi ngefans banget pada penulis novel yang ada di platform yang menyandang nama author platinum sekarang.


...*-*-*-*-*-*-*-*...


Bryan mengantarkan kak Anggia ke Bandara Soekarno-Hatta, untuk pertemuan terakhir bersama calon istri nya, ''Hati-hati ya, salam buat kakak Jelita di sana?'' Ujar kak Bryan pada kak Anggia.


''Iya, terima kasih untuk selama ini, dan terima sudah mengenalkan aku pada Putri adik angkat mu itu,'' balas Kak Anggia pelan.


''Iya, nanti aku sampaikan pada adik Putri, maaf banget ya, Putri tak bisa mengantarkan kamu ke bandara, karena dia nggak tega mau ninggalin si kembar di rumah nya,'' jelas kak Bryan pada Anggia.


''Tidak apa apa kok? Anggia mengerti kondisi Putri saat ini, namun aku banyak tau akan arti kehidupan yang sebenarnya dari Putri, yang selalu mengatakan banyak banyaklah beramal, karena dengan kita beramal, kita sudah menabung di hari kelak kalau kita sudah tiada,'' Ucap kak Anggia, kata kata itu selalu keluar dari mulut manis Putri ketika ada seorang yang mencibir kalau Putri ingin pamer karena selalu menyempatkan untuk berbagi pada orang orang yang tidak mampu. Namun semua itu di tanggepin sebagai angin lalu, karena sejatinya Putri ingin berbagi pada semua orang, bukan untuk mendapatkan sebuah pujian atau ingin terkenal istilahnya kayak gitu.

__ADS_1


Sampai tiba waktu nya kak Anggia take off, kak Anggia melambaikan tangannya pada kak Bryan, setelah tak terlihat baru kak Bryan kembali ke mobilnya dan melajukan mobilnya ke perusahaan tempat ia bekerja saat ini.


20 menit kak Bryan menempuh perjalanan menuju kantor nya, dia di sambut ramah oleh semua karyawan karyawan nya, dia pun tak sengaja berpapasan dengan Khumairoh yang berjalan menuju resepsionis.


''Khumairoh?'' sapa kak Bryan ramah.


''Tuan muda?'' jawab Khumairoh dan membungkuk kan badannya.


''Tidak usah terlalu formal begitu Khumairoh? mau kemana?'' tanya kak Bryan.


''Maaf tuan, nggak sopan kalau saya memanggil anda dengan sebutan bapak atau yang lainnya,'' sahut Khumairoh masih menundukkan kepalanya, dia masih saja menjaga pandangan nya. ''Saya mau ambil pesanan di resepsionis tuan, kalau begitu saya permisi?'' pamit Khumairoh membungkuk kan badan nya.


'Khumairoh? kamu cocok sekali dengan kakak ku yang super dingin dan angkuh, bagaimana kalau kalian bener bener berjodoh, pasti lucu banget,' batin kak Bryan tersenyum, dan melangkah menuju ke ruangan nya yang ada di lantai 25.


Di dalam ruangan tuan Daniel sedang melamun kan gadis yang membuat dia selalu memikirkan dia setiap waktu, bahkan konsentrasi nya buyar ketika sedang menatap kecantikan Khumairoh yang sangat natural, walaupun gadis tersebut tanpa polesan dia tetap cantik, bukan hanya cantik wajah nya saja, namun hatinya juga sangat baik.


''Sedang ngelamunin apa?!'' tanya kak Bryan tiba tiba yang membuyarkan lamunan tuan Daniel.


''Emang kamu nggak punya tatakrama ya, kalau masuk di ruangan orang harus nya ketuk pintu dulu sebelum nyelonong masuk!!'' marah tuan Daniel saat melihat sang adik yang sudah duduk di depan mejanya.

__ADS_1


''Harus berapa lama lagi aku harus mengetuk pintu, sudah 4 kali aku mengetuk pintu, tapi tak ada sahutan dari dalam, emang lagi ngelamunin apa sich kak, sampai tak menghiraukan ketukan pintu dari ku,'' ledek kak Bryan yang langsung mendapatkan pelototan dari tuan Daniel kakak nya.


__ADS_2