Keinginan Anastasya

Keinginan Anastasya
Bab 99 Sahabat terbaik


__ADS_3

Erlan meminta Pak dhe nya untuk berhenti di rumah makan sekalian beristirahat dan mengisi perut nya yang sudah mulai ber disco ria.


''Pak berhenti di warung depan itu,'' pinta Erlan sembari menunjuk.


''Iya lhe,'' jawab nya dan menyalakan lampu sen ke arah kanan, karena warung yang di tunjuk Erlan ada di seberang jalan.


Mobil sudah terparkir rapi, Erlan membuka pintu mobil istri nya setelah dia sendiri da di luar.


Sebelum Putri keluar dari mobil, tak lupa dia menyambar tas jinjing nya dan juga mukenah yang biasa ia bawa kalau ke mana-mana.


''Kak Erlan dan Pak dhe pesan saja dulu, Putri mau ke Musholla yang ada di samping warung,'' Ucap nya melangkah pergi.


Erlan membawa Pak dhe nya masuk ke warung dulu, setelah memesan makanan Erlan pun berpamitan pada Pak dhe yang menyopiri travel tersebut.


''Pak dhe, Erlan tinggal ke Musholla dulu, kalau kita lama baliknya Pak dhe makan duluan saja nggak apa apa,'' pesan Erlan sekaligus beranjak dari tempat duduk nya setelah di angguki oleh Pak dhe nya.


Erlan berjalan menuju ke Musholla guna menghampiri sang istri dan juga ingin menunaikan ibadah sholat nya juga.


Sampai di Musholla sang istri sudah menyelesaikan sholat nya dan melipat mukenah nya, saat Putri ingin beranjak dari duduk nya dia melihat suaminya yang baru memasuki Musholla.


''Tungguin Mas ya,'' Ucap nya.


Putri mengangguk, sedangkan Erlan langsung menjalankan ibadah sholat nya, Putri tersenyum melihat sang suami yang sedang menjalankan ibadah sholat nya.


''Terima kasih ya Allah engkau telah memberi ku suami yang taat menjalankan perintah mu. Semoga suami ku menjadi imam yang baik dalam keluarga kecilku yang baru berumur beberapa minggu ini,'' gumam Putri dalam do'a nya.


''Sayang?'' sapa Erlan lembut.


Putri menengadah saat panggilan lembut dari suaminya, Putri tersenyum dan bertanya, ''Sudah selesai,'' tanya nya.


Erlan mengangguk seraya berkata, ''Ayo kita ke warung sekarang, Pak dhe sudah menunggu kita di sana,'' Ajak Erlan mengulurkan tangan pada istrinya.


Putri menyambut uluran tangan suaminya dengan senyuman dan dengan kebahagiaan yang ia rasakan saat ini.


Erlan menarik tangan istri kecilnya, Putri pun beranjak dari duduk nya, Erlan merangkul tubuh kecil istri nya dan di bawanya ke warung di mana Pak dhe nya sudah menunggu sesari tadi.


''Pak dhe sudah makan nya,'' Tanya Erlan saat sudah sampai di warung.

__ADS_1


''Pak dhe sudah selesai Lhe, kalau githu Pak dhe tunggu kalian di luar saja, sekalian Pak dhe mau tiduran sebentar di Saung itu,'' Ucap nya dan menunjuk saung yang tak jauh dari mobilnya.


Erlan dan Putri sama-sama mengangguk, dan makanan yang Erlan pesan akhirnya di antar juga.


Tadi Pak dhe nya Putri sempat bilang kalau orang yang mau makan masih berada di Musholla jadi yang di pesan Erlan hanya di hidangkan satu buat Pak dhe nya saja.


Erlan begitu lahap memakan makanan yang ia pesan, Putri menatap suaminya dengan heran, ''Laper apa doyan,'' pikirnya tanpa mau bertnya pada sang suami yang ada di samping nya.


''Kenapa nggak di makan sayang, nggak suka sama makanan nya, atau mau Mas ganti pesanan nya,'' Tanya Erlan pada istri kecilnya.


''Suka kok kak,'' Jawab Putri.


''Kalau suka, lantas kenapa nggak di makan githu,'' tanya Erlan lagi.


''Ya, Putri hanya melihat kak Erlan saja yang begitu lahap makan nya, jadi Putri sudah merasa kenyang,'' jawab Putri ngasal.


Erlan tersenyum, dan dia menyendok nasi serta lauk pauk dan Erlan langsung menyuapi istri kecilnya.


''Ayo aak,'' Erlan menyodorkan sendok yang berisi makanan pada Putri istri nya.


Putri membuka mulutnya dan memakan nasi yang Erlan suapi, ''Makasih,'' ucap nya pelan.


Cukup lama mereka di dalam warung, setelah di rasa sudah cukup istirahat nya Putri dan juga Erlan menghampiri Pak dhe nya yang ada di saung depan warung tersebut.


''Berangkat sekarang,'' tanya Pak dhe sang sopir.


''Kalau Bapak masih mau istirahat, nggak apa apa,'' sahut Erlan yang tau rasanya menjadi sopir sangat melelahkan.


''Pak sudah cukup istirahat nya,'' jawab nya singkat.


Pak dhe dan Erlan menuju mobil nya, Putri mengikuti langkah Erlan, Putri masuk mobil dan langsung memakai hensed serta penutup mata untuk tidur.


Erlan melihat istri nya sekilas dan membiarkan sang istri untuk tidur di Jok belakang.


Perjalanan yang cukup jauh sangat lah melelahkan kan, Erlan sudah mengajak istri nya untuk naik pesawat, namun sang istri menolak nya dengan alasan ingin berbagi rizki dengan Pak dhe nya yang sudah beberapa minggu ini tidak menerima orderan.


Jadi alhasil Erlan hanya mengikuti kemauan istri kecilnya.

__ADS_1


Setibanya di Jakarta Erlan dan juga Putri langsung memasuki kamarnya untuk menaruh tas serta koper yang ia bawa dari kampung halaman Putri.


Di ruang tamu Zein dan juga Reno menemui Pak dhe nya Putri.


Ibu ibu yang bekerja di rumah Catering Putri, di suruh Zein untuk menyiapkan makanan untuk sang sopir yang masih keluarga dari Putri.


Makanan sudah siap dan sudah tersaji di meja makan, Zein mempersilahkan Pak dhe nya Putri untuk pindah ke ruang makan.


Sedangkan Putri di dalam kamar mandi mengguyur seluruh tubuh nya agar rasa lelahnya berkurang walau hanya sedikit.


Erlan yang sudah selesai mandi lebih dulu menghampiri teman sekaligus Pak dhe nya di ruang makan.


''Kok belum makan,'' tanya Erlan ketika sudah berada di ruang makan.


''Masih nunggu kamu lah Lan,'' jawab Reno.


''Kalian makan saja dulu, aku ingin menunggu istri kecilku,'' suruh Erlan.


''Emangnya Putri masih ngapain sich di dalam kamar,'' tanya Zein yang mulai penasaran.


''Istri ku lagi mandi, mungkin sedang berendam untuk menghilangkan rasa pusing yang di deranya,'' jawab Erlan.


''Pusing kenapa,'' tanya Reno.


''Kan perjalanan jauh, ya pusing karena capek jalan jalan dan lelah juga,'' gumam Erlan menjelaskan.


Reno dan Zein hanya mengangguk, dan memulai memakan makanan yang sudah siap tersaji di depannya.


Erlan melangkah menuju dapur untuk membuat kan susu istri nya. Salah satu pekerja nya menghampiri Erlan dan bertanya.


''Nak Erlan butuh sesuatu,'' tanya nya.


''Erlan mau bikin susu untuk istri ku Bu,'' jawab Erlan.


''Biar Ibu bantu saja,'' Ucapnya mengambilkan susu yang ada di rak atas.


''Biar Erlan saja yang bikin Bu,'' pintanya yang di angguki oleh Ibu itu.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2