Keinginan Anastasya

Keinginan Anastasya
Bab 89 Penolakan Putri


__ADS_3

Pulang dari Workshop Dani, Erlan membawa Putri ke hotel untuk Check-out terlebih dulu sekalian mengambil barang barangnya yang ada di dalam hotel.


Setelah di paksa oleh gadis kecilnya, dan akhirnya Erlan mau tinggal bersama dengan Putri di rumah kontrakan nya.


Setibanya di rumah kontrakan Erlan di antar ke kamar nya oleh Putri.


''Ini kamar kak Erlan,'' Ucapnya setelah membuka pintu kamar nya.


''Kamar Putri di sebelah kak, kalau butuh apa apa panggil Putri,'' pesan nya dan meninggalkan Erlan.


Putri menuju ke kamar nya guna mengistirahatkan tubuh lelahnya walau hanya sejenak, karena akhir akhir ini Putri di sibukkan dengan Catering nya.


Walaupun dia sudah mempunyai karyawan, Putri tak lantas meninggalkan dapurnya begitu saja, Putri masih saja membantu para Ibu Ibu yang bekerja dengan nya.


Tepat Adzan Subuh berkumandang Putri sudah terbangun dari tidur nya, dia bergegas menuju kamar mandi guna mengambil Wudhu dan dengan segera menunaikan ibadah sholat Subuh.


Putri mengucapkan syukur Alhamdulillah setelah setelah selesai sholat, dan tak lupa pula Putri bersyukur atas nikmat yang Allah berikan padanya selama ini.


''Terima kasih Ya Allah, engkau sudah meng ijabah sebagian do'a do'a ku selama ini. Hamba minta maaf kalau hamba terlalu kemaruk dalam meminta sesuatu padamu Ya Allah, Hamba juga sangat sangat berterima kasih karena sudah di kelilingi orang orang yang selalu sayang pada Hamba,'' Ucapnya dalam do'a.


Putri menutup do'a nya dan di lanjutkan sujud syukur.


Putri membuka mukenah nya dan bergegas membuka pintu, takut takut para Ibu Ibu sudah menunggu nya di depan.


''Ibu kok nggak panggil Putri?'' tanya Putri.


''Ibu takut ganggu kamu sholat Neng,'' jawab nya tersenyum.


''Tukang sayur tadi menitipkan ini pada Ibu, katanya sudah di bayar Neng,'' Ucapnya lagi.


''Iya, makasih ya Bu?''


''Ayo masuk,'' ajak Putri pada pegawai nya yang selalu datang lebih dulu sebelum Ibu Ibu lainnya.


Ibu Yun langsung menuju dapur yang lumayan luas, Ibu Yun mengeluarkan sayur sayur dari kantong kresek dan membersihkan nya.


Ibu Yun kaget saat melihat Erlan keluar dari kamar nya, Erlan yang masih memakai pakaian rapi lengkap dengan kopyah nya menghampiri gadis kecilnya yang ada di dapur bersama Ibu Yun.


''Assalamu'alaikum,'' Ucap Erlan pada kedua nya.


''Waalaikum salam,'' jawab kedua nya.

__ADS_1


Putri menghampiri Erlan dan langsung mencium tangannya, Erlan juga tak lupa mencium kening sang gadis.


Ibu Yun hanya menatap kedekatan mereka berdua tanpa berbicara sepatah katapun.


Putri menyadari tatapan Ibu Yun, tatapan yang penuh tanya. Putri lalu mengajak Erlan menghampiri Ibu Yun.


Erlan meraih tangan Ibu Yun dan mencium nya, layaknya seorang anak yang sedang mencium tangan sang Ibu.


''Ibu Yun, kenalin ini kak Erlan tunangan Putri, dia baru datang tadi malan?'' Ucapnya memperkenalkan Erlan.


''Kak, ini Ibu Yun yang selalu Putri ceritain,''


Erlan tersenyum menatap Ibu Yun yang selalu menatap nya.


Erlan berdeham, ''Heemm,''


''Apa yang bisa kakak bantu nich sayang?'' tanya Erlan lembut.


''Nggak usah kak, kak Erlan duduk saja di sana, nanti baju sama pecinya kotor lho,'' Ucap Putri mengingat kan.


''Ya sudah, kakak ganti baju dulu,'' Ujar Erlan melangkah pergi.


Setelah kepergian Erlan, Ibu Yun dengan ragu bertanya pada Putri.


''Assalamu'alaikum,'' Ucap Bu Minah dan Bu Kokom menghampiri Putri dan juga Bu Yun.


''Waalaikum salam,'' jawab nya, lalu menoleh ke asal suara.


''Maaf ya kalau telat datang nya,'' Ujar Bu Kokom.


''Nggak telat kok Bu?'' sahut Putri tersenyum.


Putri membuat segelas kopi untuk kekasih nya.


''Neng Putri kan nggak suka kopi, tumben bikin kopi,'' tanya Bu Minah.


''Neng Putri bikin kopi untuk tunangan nya Bu,'' jawab Bu Yun.


Kedua nya saling tatap, lalu menatap Ibu Yun, mencari informasi lebih banyak lagi.


Putri melangkah pergi menuju kamar Erlan, dan dia mengetuk pintu kamar nya.

__ADS_1


''Kak Erlan, kopinya mau di taruh di mana?'' tanya Putri dari luar.


Erlan yang sudah selesai mengganti baju, bergegas membuka pintu kamar nya.


''Taruh di meja saja sayang?''


Putri meletakkan kopi di ruang tamu, Bu Minah dan Ibu Kokom mengintip Putri yang sedang mengobrol di ruang tamu.


''Bu, jangan ngintip githu ach,'' tegur Ibu Yun.


''Aku penasaran sama tunangan Neng Putri Bu?'' jawab nya.


Putri tersenyum saat menyadari ada yang mengintip. Erlan mengangkat satu alisnya seraya bertanya.


''Ada apa sayang?'' tanyanya pelan.


''Ada yang terlewat kan oleh kak Erlan,'' jawab Putri asal.


Putri menarik tangan Erlan dan memperkenalkan pada Bu Minah dan juga Bu Kokom. Putri juga menceritakan semuanya pada mereka bertiga yang di angguki oleh ketiga nya.


Putri tak mau ada yang salah paham padanya, yang akan berakibat ketidak percayaan di kemudian hari, karena Putri pikir ketiga nya adalah sebagai pengganti Ibu nya.


Kedatangan Erlan ke Jakarta untuk menjalani pertukaran mahasiswa yang di adakan di kampus nya.


Dan sejak kedatangan Erlan di Jakarta, rumah kontrakan Putri selalu rame setiap malam, karena suami dari Ibu Ibu yang bekerja dengan Putri selalu mendatangi rumah kontrakan Putri, hanya sekedar ngobrol dengan Erlan.


Putri tak pernah melarang Erlan melakukan hal yang baik untuk dia lakukan.


Putri yang Loman, baik dan juga sangat rendah hati kepada para pegawainya, kadang Putri sering membagikan nasi kotak secara gratis pada keluarga yang tidak mampu. Membuat para tetangga yang ada di atas dalam artian kaya, seringkali ingin memberikan uang pada Putri secara cuma cuma.


Suatu hari datanglah seorang Ibu Ibu kaya mendatangi rumah kontrakan dan memberikan sejumlah uang pada Putri.


Putri kaget dengan Ibu kaya tersebut, lantas Putri menarik tangannya yang sedang di pegang Ibu kaya itu.


Ibu kaya tersebut bercerita tentang dia mengetahui itu semua dari suaminya, dan sang suami menyarankan untuk menitipkan sumbangan kepada Putri, entah berupa sembako ataupun berupa makanan lainnya. Namun Putri dengan tegas menolak, takutnya Putri khilaf dan tidak amanah dalam menjalankan amanat tersebut.


''Maaf Ibu, bukannya Putri menolak, namun lebih baik Ibu membagikan nya sendiri pada orang nya langsung,'' Ucap Putri lembut.


''Ibu percaya kok sama Neng Putri, kalau gitu Ibu pesan nasi kotak sama Neng Putri, dan Ibu minta tolong juga Neng Putri yang membagikan nya gimana,'' saran Ibu penyumbang.


''Ya sudah, namun Ibu harus ikut Putri juga agar orang yang dapat juga tau kalau itu semua dari Ibu,'' sahut Putri.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2