
Di perusahaan Aditama Grub, rekan kerja Putri ingin menymbangi Putri di kediaman nya, semua rekannya sudah bersiap siap untuk pulang dari kantor dan menuju ke rumah Putri sekarang.
Kak Anjas dan kak Rini sangat antusias dengan rencana rekan kerjanya, karena kak Rini sendiri sudah begitu kangen dengan Putri.
''Rini, kayaknya kamu senang banget hari ini,'' tegur Pak Seno senior yang ada di ruangan nya.
''Ya harus senang lah Pak Seno, kan kita mau jenguk Putri?'' balasnya cengengesan.
''Kamu Rin?'' ujar Anjas menonyor kepala Rini pelan.
''Sudah nggak usah berisik githu, kita masuk ke dalam lift sekarang? nanti keburu tutup lagi,'' cetus Anjas menghentikan Rini yang ingin membalas tonyoran dari Anjas.
''Ach....? rese' lho Jas!'' kesalnya seraya mengikuti langkah Anjas dari belakang.
Anjas dan Rini berada di dalam lift layaknya kucing dan tikus, selalu saja ada yang jahil satu sama lain sehingga Pak Seno menggeleng kepala nya pelan.
''Lebih baik kalian jadian saja dech, kalian berdua lebih pantes jadi pasangan dari pada menjadi rekan kerja?!'' ledek nya yang di susul tawaan renyah oleh rekan kerja yang lain nya juga.
''Ich! pak Seno apa'an sich? kayak nggak ada cowok lain saja, walaupun di dunia ini seorang laki-laki tinggal satu orang saja, Rini nggak maunya sama Anjas!'' balasnya dengan ketus.
''Siapa juga yang mau sama kamu Rin, aku juga nggak mau sama Rini gadis yang model beginian,'' sambung Anjas tak mau kalah.
''Sudah, kalian lanjutkan saja ribut nya, kami berlima mau ke rumah Putri sekarang juga,'' Gumam kak Weni yang menghentikan perdebatan antara Anjas dan juga Rini.
''Rini juga ikut kali Bu?'' sahut Rini berlari menghampiri rekan kerjanya yang sudah berada di luar lift.
Akhirnya mereka pergi ke rumah Putri untuk menjenguknya di rumahnya. Tak lupa juga mereka membawa buah tangan berupa buah buahan yang ia beli di toko buah pinggir jalan raya.
Hanya butuh waktu 30 menit mereka menuju ke rumah Putri, Pak Joni segera membuka pintu gerbang di saat ada mobil di depan gerbang yang ia jaga.
__ADS_1
''Maaf Pak? mau nanya, apa benar ini rumah nya Putri?'' tanya Pak Seno pada Pak Joni yang berdiri di samping gerbang.
''Iya benar, ini rumahnya nona Putri? ada perlu apanya Pak?!'' tanya Pak Joni karena tak pernah melihat pak Seno sebelumnya.
''Kami teman kantor Putri Pak, dan kami kesini untuk menjenguk keadaan Putri Pak?'' Ucap Bu Weni.
Akhirnya Pak Joni membukakan pintu gerbang untuk mereka, setelah di rasa yakin kalau mereka semua teman nya Putri. ''Maaf sebelumnya Pak kalau saya bnyak tanya, tapi ini sudah menjadi tugas saya agar selalu menjaga keselamatan majikanku, karena beberapa hari lalu majikanku hampir di celakai orang!'' jelas Pak Joni yang membuat mereka semua terkejut mendengar nya.
''Terima kasih Pak,'' Ucap Pak Seno sebelum menjalankan mobilnya masuk ke dalam halaman rumah Putri.
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
Bu Widya, Pak Aries dan juga yang lainnya berada di rumah Putri, mereka semua sedang bercengkrama dengan mertua Putri yang tak lain adalah orang tua Erlan. Bu Widya sangat senang ketika dia tau mertua dari anak angkat nya datang jauh jauh untuk menjenguk sang menantu, yang habis dirawat di rumah sakit beberapa hari lalu.
''Saya begitu senang melihat anda,'' kata Bu Widya ramah.
''Iya nyonya, saya juga senang bisa bertemu dengan anda juga?'' jawab Bu Ristie. ''Jadi menantu ku di sini ada yang jagain kalau Erlan pergi bekerja,'' lanjutnya seraya tersenyum kaku pada Bu Widya.
Sedang Pak Aries berbincang-bincang dengan Pak Enggar ayah Erlan.
Mereka berdua berada diruang tamu hanya berdua saja, sedangkan di ruang keluarga ada Bu Widya dan juga Bu Ristie, Sandra, Anggia dan juga Bryan bercanda tawa di taman belakang, di taman belakang di desain sedemikian rupa setelah Putri mengetahui kalau dirinya sedang berbadan dua. Aneka permainan anak kecil sudah ia persiapkan untuk menyambut kelahiran sang jabang bayi. Ayunan, prosotan dan kolam ikan yang ia buat di halaman belakang nya.
''Akhirnya di sini adem juga ya?'' ledek Sandra sembari melihat ke arah lainnya.
''Iya kak? setelah di renov jadi adem kayak gini ya?'' sambung Putri yang tak menghiraukan ledekan dari Sandra.
''Apa gue bilang, kamu sich ngeyel dari dulu di bilangin?'' tambah Sandra yang emang benar adanya.
Mereka berempat tertawa riang, di bawah Gazebo yang baru jadi beberapa minggu lalu itu.
__ADS_1
Ting nong ting nong
Bunyi bel rumah Putri di pencet dari luar, dan tak lama kemudian suara salam pun terdengar dari dalam rumah.
''Waalaikum salam,'' jawab Pak Aries dan Pak Enggar.
Bu Ristie beranjak dari duduknya dan melangkah kan kakinya menuju pintu utama, yang terdengar ramai di luar.
''Waalaikum salam,'' Ucap Bu Ristie membuka pintu, dan terlihat ada 7 orang yang sedang berdiri di sana.
''Sore tante?'' Ucap Rini sopan.
''Sore juga nak, kalau boleh tau kalian cari siapa ya?'' tanya Bu Ristie yang tak mengenal nya.
''Kami rekan kerja Putri tante, kami ingin jenguk keadaan Putri,'' jawab Bu Weni menampilkan senyuman nya.
''Och, ayo masuk? maaf tante nggak tau kalau kalian teman Putri,'' jelas Bu Ristie karena emang tak tau betul teman teman menantu nya.
Mereka ber 7 masuk ke dalam mengikuti Bu Ristie di belakangnya.
''Siapa Bu?'' tanya Pak Enggar pada istri nya, sedangkan orang orang yang berada di belakang Bu Ristie sangat terkejut melihat Bos besar di perusahaan nya juga berada di rumah Putri.
''Sore tuan besar?'' sapa Pak Seno membungkuk kan badan nya. Mereka pun menjabat tangan Pak Aries dan juga Pak Enggar.
''Iya sore juga, duduk lah di sini,'' jawab Pak Aries yang di panggil tuan besar oleh karyawan nya.
Pak Seno mengangguk pelan, karyawan laki-laki duduk bersama Pak Aries di ruang tamu, sedangkan yang perempuan mengikuti Bu Ristie menuju halaman belakang. Rini melihat istri bos besarnya juga berada di sana. Weni dan yang lain nya menyapa Bu Ristie beserta putera keduanya.
''Lho kak Rini, Bu Weni, kak Intan, mbak Iroh juga ke sini,'' Ucap Putri terkejut melihat kedatangan rekan kerjanya. Putri beranjak dari duduk nya sedangkan Bu Ristie pergi ke dapur membuatkan minuman hangat untuk teman menantu nya, dan juga beberapa camilan.
__ADS_1
''Kalian semua ngobrol di dalam gih? hari mulai petang?'' Ucap Bu Widya pada Putri dan semuanya.
BERSAMBUNG