Keinginan Anastasya

Keinginan Anastasya
Bab 161


__ADS_3

Satu jam kemudian akupun di pindahkan ke ruang rawat oleh suster dan dokter Erina yang mengantarkan aku ke ruang rawat yang sudah di siapkan oleh tuan Aries, ayah angkat ku. Sebenarnya aku juga nggak mau kamar yang aku tempati lagi lagi di ruangan VVIP, aku lebih suka di ruangan biasa, namun titah tuan Aries tak bisa di tolak begitu saja, walau dengan segala alasan yang aku ucapkan.


Semua keluarga angkat ku sedang berkumpul di ruangan rawat yang harus saja aku tempati, aku sedikit malu dengan kak Bryan yang tadi menggendong ku dan membawaku ke rumah sakit, sebenarnya aku nggak terlalu akrab dengan kak Bryan, tapi dia sangat baik sehingga membuat ku merasakan kenyamanan seperti halnya aku sedang berkumpul dengan kakak kandung ku, yang sekarang entah dia berada di mana, karena sudah 2 tahun ini tidak ada kabar darinya, ponsel nya pun tak bisa di hubungi lagi, mungkin dia sudah mengganti nomor ponsel nya agar aku tak mengganggu kehidupan nya bersama istri tercinta-nya.


''Kak Bryan? terima kasih banyak ya sudah membawa Putri ke rumah sakit, maaf sudah merepotkan kak Bryan, dan terima kasih sudah menggendong Putri tadi,'' kata Putri pada kakak angkat nya.


''Maaf kak Anggia, Putri harap kak Anggia nggak marah sama Putri,'' lanjut Putri menatap pada Anggia calon istri kakak angkat nya.


''Ngomong apa sich kamu sayang? lagian mana mungkin Anggia marah sama kamu, sedangkan Bryan adalah kakak kamu Putri?!'' sambung tuan Aries, yang langsung di angguki oleh Anggia.


''Putri mana mungkin, aku bisa marah sama kamu? hanya gara-gara kak Bryan menggendong mu saja, sedangkan kamu yang kenal lebih dulu dengan Bryan Putri? dan aku juga sudah menganggap kamu sebagai adik, sama halnya seperti Bryan. Jadi mana mungkin aku marah atau cemburu sama kamu Putri?'' Ucap Anggia panjang lebar.


''Terima kasih ya sayang? kamu ngertiin aku, aku sama Putri hanya sebatas adik sama kakak saja nggak lebih, lagian Putri juga sudah bersuami,'' sambung Bryan meraih pundak Anggia dan mencium kening nya.


Tak berselang lama setelah Putri mengucapkan rasa terima kasihnya, kedua suster yang membawa kedua bayi Putri mengetuk pintu dari luar ruangan.


Tok tok tok


''Iya!'' jawab tuan Daniel datar.


Tuan Daniel beranjak dari duduk nya, melangkah Kan kakinya untuk membuka pintu ruangan yang di tempati Putri.

__ADS_1


Kriekkk


Daniel menatap kedua suster, sebelum menyuruh nya masuk ke dalam.


''Masuk lah?!'' suruh tuan Daniel. Sang suster memasuki ruangan dan langsung di hampiri oleh Bu Widya.


''Suster? itu bayi Putri?'' tanya Putri pelan.


''Iya Nona ini bayi nona Putri, cantik dan tampan?'' jelas sang suster yang mengatakan kedua bayinya cantik dan juga tampan.


Selama ini Putri emang tak ingin mengetahui kedua jenis kelamin bayi yang berada di dalam kandungan nya. Putri tersenyum melihat bayi kembar nya yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.


''Nona, ini bayi nona yang perempuan,'' ucap sang suster lalu menaruh bayi perempuan itu di tangan Putri.


''Terima kasih suster?'' Ucap Putri pelan, sedangkan kedua matanya mulai berkaca kaca menatap wajah mungil puteri nya.


'Terima kasih ya Allah, engkau sudah memberikan kebahagiaan pada keluarga kecil kami, engkau telah memberi kami kedua malaikat kecil di tengah-tengah kami berdua,' batin Putri, sedangkan air matanya sudah luruh begitu saja di kedua pipinya.


''Mas, Putri masih nggak percaya kalau kita bakalan di kasih dua anak sekaligus sama Allah,'' lirih nya bahagia, Putri mencium pipi puteri kecil nya.


''Iya sayang? kebahagiaan kita di kasih lebih oleh sang Khalik, karena kita tak pernah putus asa dan selalu meminta pada sang Maha pencipta, ini adalah buah dari kesabaran kita sayang?'' balas Erlan mengusap air mata bahagia sang istri.

__ADS_1


Putri menatap Anggia yang sedang menatap nya, ''Kak Anggia ingin menggendong nya?'' tanya Putri pada calik kakak ipar nya.


''Emangnya boleh?'' Anggia balik bertanya pada Putri.


''Boleh kak? kenapa harus nggak boleh sih,'' kata Putri mengulurkan tangan dan memberikan bayi kecilnya pada Anggia untuk di gendong.


''Makanya kalian segera lah bikin setelah sah nanti,'' ledek tuan Aries pada putera kedua dan juga calon menantu nya.


''cih? Papa apa'an sich, kita belum halal Pa?'' sahut Bryan tanpa menoleh ke arah Papa nya, Bryan masih memandangi wajah lucu ponakan nya.


''Lucu banget ya sayang,'' gumam Anggia pada Bryan.


''Iya, kalau sudah nikah nanti kita bikin yang lebih lucu dari ini,'' jawab Bryan, tak lama setelah itu mereka berdua mendengar tawa yang begitu riuh.


Tuan Daniel hanya menatap datar ke arah orang orang yang sedang tertawa di depannya, tuan Daniel tak berniat untuk ikut celotehan dan ledekan yang di lontarkan oleh keluarga nya.


''Bu? kak Sandra kemana?'' tanya Putri yang baru ingat kalau di ruangan nya tidak ada kakak perempuan nya.


''Aduch Mama lupa untuk ngabari dia,'' jawab Bu Widya menepuk jidad nya, karena Bu Widya tak menghubungi Sandra yang sedang pergi bersama dengan teman sekampus nya.


Kak Sandra adalah orang yang paling dekat dengan ku sejak dulu, sehingga semua keluh kesah kami berdua di ceritakan setiap ada waktu luang, waktu yang begitu sangat berarti bagiku bersama kak Sandra. Setiap ada kesempatan kami berdua selalu bercerita tentang kehidupan kita masing-masing. Kak Sandra juga tak malu bercerita tentang kisah asmaranya padaku, dan aku sebagai adik hanya menjadi pendengar yang baik untuk kakak nya.

__ADS_1


__ADS_2