
Bu Nini memandang ke arah Wulan dan juga Putri, bukan Bu Nini saja yang memandang kearahnya, namun Reno juga memandang ke asal suara barusan.
''Berisik banget sich lho Lan.'' Tegur Davin pada Wulan, Wulan hanya cengengesan menanggapi teguran dari Davin.
''Biasa aja kali negur nya Vin.'' bisik Wulan pada Davin yang langsung mendapatkan sentilan kecil di dahinya.
Wulan mengaduh kesakitan dan memegangi dahi yang di sentil Davin barusan n.
''Ada apa Putri, Wulan dan juga Davin.'' Tanya Bu Nini pada mereka bertiga.
''Nggak ada apa-apa kok Bu.'' Sahut Wulan dengan sedikit senyuman nya.
''Ini gara-gara kamu tau Vin, awas saja lho!!'' Gumam Wulan mengeratkan giginya.
''Ya sudah kalau gitu Reno duduk di bangku sana ya?!'' ucap Bu Nini menunjukkan tempat duduk yang kosong.
Reno mengangguk dan berjalan menuju tempat duduknya, Reno melewati tempat duduk Putri, sekilas Reno melirik kearah Putri dan Wulan.
Davin yang kebetulan saat itu melihat lirikan Reno pada Putri berfikir penuh tanda tanya.
''Mungkin murid baru itu kenal dengan Putri, kalau nggak kenal kenapa di harus melirik Putri kayak githu.'' Gumam Davin pelan. Reno juga memandang ke arah Davin dan terus berjalan ke bangkunya.
Bu Nini juga menduduki kursi nya, dan memulai mata pelajaran nya.
''Sekarang kalian keluarkan bukunya.'' Ujar Bu Nini pada semua Siswanya.
Semuanya mulai mengambil buku pelajaran, yang Bu Nini ajarkan.
Putri menarik nafas panjang dan menghembuskan dengan perlahan-lahan.
dengan segera Putri mencatat yang di ajarkan oleh Bu Nini di depan.
Wulan melihat Putri yang sedang fokus mencatat pelajaran Bu Nini, kemudian Wulan memandang kearah Reno yang duduk di belakang.
Reno terus memandang Putri dari belakang, dia bertanya tanya pada dirinya sendiri apakah dia Anastasya atau cuma sama saja.
''Apakah dia Anastasya? tapi tahun lalu dia bilang tidak akan meneruskan sekolahnya karena kekurangan biaya.'' Bathin Reno yang terus memandangi Putri dari belakang.
Sampai istirahat tiba baru Putri inisiatif menghampiri Reno yang masih setia di tempat duduknya.
''Assalamu'alaikum.'' Ucap Putri lembut.
''Waalaikum salam.'' Jawab Reno mendongakkan kepala-nya.
__ADS_1
''Anastasya bukan.'' tanya Reno lebih dulu menyapa setelah menjawab salam dari Putri.
Putri tersenyum dan berjabat tangan dengan Reno, Putri pura-pura memperkenalkan diri pada Reno.
''Kenalkan nama saya Anastasya Putri, biasa di panggil Putri.'' Ujar Putri pada Reno, sedangkan Reno mengerutkan keningnya tak mengerti perkataan Putri.
Putri yang kesal langsung berbicara lantang, ''Ich, nyebelin banget sich! gue ini Anastasya teman lho yang dulu!'' ucap Putri kesal dan menghentakkan kakinya dan mau pergi dari hadapan Reno.
Namun Reno memegangi tangan Anastasya yang biasa di panggil di sekolah saat ini.
''Kamu kenapa kesal githu sama aku sich Sya.'' Tanya Reno pada Putri, Reno sendiri masih memanggil Sya pada Putri.
''Bener kan filing gue, kalian sudah saling kenal.'' celetuk Wulan dari belakang Putri.
''Oia Lan, Vin? kenalin ini teman aku dulu Reno.'' Ujar Putri pada sahabat dan juga temannya.
''Teman sekolah, sekolah SMP kemarin?!'' tanya Davin memandang kearah Putri.
Putri mengangguk kecil, ''Iya, tapi bukan sekelas ataupun satu sekolahan.'' Ucap Putri pada keduanya.
''Kita dulu kenalnya pas waktu ujian di SD ya Sya?'' Tanya Reno pada Putri.
''Iya, tapi ketemu lagi pas waktu SMP kemarin.'' timpal Reno yang di angguki oleh Davin dan juga Wulan.
Tiba-tiba ponsel Putri bergetar di saku bajunya, Wulan langsung melihat nama pemanggil langsung girang.
''Duch, my husband nelfon nich, orang yang di kangenin dari minggu lalu akhirnya menghubungi juga.'' celetuk Wulan pada Putri sambil menyenggol nyenggol bahu Putri.
''Aku permisi dulu ya, ada telfon.'' tutur Putri pada ketiga nyanya dan keluar kelas menuju taman belakang.
Putri menggeser layar nya dan nampak lah wajah sang pujaan yang lagi tersenyum senang.
''Assalamu'alaikum saya?'' Ucap Erlan mengucap salam pada gadisnya.
''Waalaikum salam, kak Erlan.'' jawab Putri dan tersenyum ramah.
''Lagi apa sayang? kok lama banget ngangkat ponsel nya.'' Tanya Erlan pada Putri.
''Nggak sibuk apa apa sich, cuma tadi Putri ada di dalam kelas, dan di sana berisik banget jadi Putri keluar dulu lah kak.'' Jawab Putri jujur, Erlan tersenyum dan berujar.
''Iya, kakak percaya kok sama kamu sayang?!'' Ucapnya, Erlan terus tersenyum melihat gadis pujaan yang yang seminggu ini tidak ada kabar sama sekali.
''Emangnya Adek nggak kangen githu sama Kakak.'' Tanya Erlan tiba-tiba pada Putri, Putri menggeleng dan itupun sudah menjadi wakil jawaban nya.
__ADS_1
''Kok githu sich sayang? padahal kakak sangatlah kangen sama kamu.'' tutur Erlan cemberut, Putri terus tertawa riang melihat Erlan tunangannya cemberut kayak githu.
Reno yang melihat Anastasya tertawa dengan ponselnya bertanya-tanya, ''Ngobrol dengan siapa Anastasya, kayaknya senang banget.'' Gumam Reno namun di dengar Wulan yang kebetulan lewat di dekat Reno.
''Putri tuh lagi telfonan sama tunangannya, emangnya kamu nggak tau kalau Putri sudah tunangan.'' Tanya Wulan pada Reno penasaran.
''Beneran Anastasya sudah tunangan!'' tanya Reno membelalakkan matanya karena kaget dengan celotehan Wulan teman baru di sekolah barunya.
''Ya bener lah, masak gue bo'ong sich kalau Putri sudah punya tunangan, kemarin saat kita liburan tunangan Putri ikut serta kok.'' Ujar Wulan panjang lebar.
''Kenapa lho, cemburu, sedih atau nggak Terima kalau Putri sudah punya tunangan ya.'' cerca Wulan pada Reno yang terus diam, dia tidak menjawab sama sekali pertanyaan Wulan yang di lontarkan padanya.
''Lho harus ikhlas Oke, Putri sudah ada yang punya.'' kata Putri menepuk bahu Reno dan melangkah pergi menghampiri Davin di perpustaka'an sekolah.
Reno terus memandangi Putri dari jauh, ''Mungkin dia sudah bahagia dengan tunangannya, selamat ya Sya akhirnya kamu menemukan kebahagianmu juga.'' Gumam Reno dan berbalik menuju ke kelasnya.
''Harusnya aku ikut senang juga, melihat Anastasya sudah bahagia, dari pada dulu dia selalu berlinang air mata.'' Ucap Reno di dalam kelas nya.
Reno menghembuskan nafas dengan kasar, Reno mengacak rambutnya.
''Siapa tunangan Anastasya sekarang.'' bisiknya.
''Lho nggak ke kantin bro.'' Tanya Davin yang baru masuk kedalam kelas.
''Nggak, lebih enak di sini.'' sahut Reno pada Davin.
''Dia lagi patah hati Davin.'' celetuk Wulan yang bersandar di pintu kelasnya.
''Patah hati, patah hati sama siapa?'' Tanya Davin melihat Wulan dan memandang ke arah Reno di belakang nya.
''Putri!!'' Ucap Wulan singkat.
Davin di buat ternganga mendengar perkataan Wulan yang ngasal nyeblak.
''Aku sama Anastasya cuma temenan kok, aku nggak nyangka aja dia sudah punya tunangan, dan aku turut senang mendengar dia sudah bahagia sekarang.'' Ujar Reno menjelaskan pada keduanya agar tidak ada kesalah-pahaman lagi kedepan nya.
Davin dan juga Wulan sama-sama menganggukkan kepalanya mengerti.
👉👉👉👉
Makasih ya kak sudah dukung karya receh Al-mahyra.
Makasih🙏🙏😘😘💕💕💕💕
__ADS_1