
Putri tersenyum meledek karena aksi Erlan di gagal kan orang yang mengetuk pintu.
''Awas saja kalau sudah ada kesempatan tak akan ku biarkan kamu untuk kabur dariku,'' Gumam Erlan kesal.
Putri mengabaikan ucapan sang suami, Putri malah melangkah pergi guna melihat siapa yang mengetuk pintu barusan.
''Krieet...'' Pintu terbuka dan nampak lah di sana Bu Yuni yang sedang menunggunya di depan pintu.
''Ada apa Bu,'' tanya Putri lembut pada sang Ibu.
''Ayo makan, ini sudah sore, tadi siang Ibu mau ngebangunin kalian tapi nggak tega takutnya malah mengganggu,'' Ucap Bu Yuni.
''Suamimu mana,'' tanya Bu Yuni pada puterinya.
''Kak Erlan ada di dalam, sedang mengemas barang barang yang akan di bawa balik ke Jakarta besok Bu,'' jawab Putri sedikit berbohong pada sang Ibu. Karena tak mungkin kan, Putri bilang kalau Erlan lagi kesal karena ciuman nya yang di gagalkan🤭🤭🤭.
Setelah kepergian Ibu nya, Putri kembali masuk ke dalam kamar untuk memanggil suaminya yang besar kemungkinan masih cemberut.
''Ayo kak makan, sudah di tunggu Ibu di meja makan,'' tutur Putri seraya menarik tangan suaminya.
Erlan mencuri ciuman di bibir ranum istri nya, sedang kan yang di cium malah terdiam karena kaget dengan perlakuan spontanitas yang Erlan lakukan.
''Ayo sayang, katanya sudah di tunggu Ibu, tapi kok kamu malah bengong githu,'' celetuk Erlan jail.
Putri masih memegang bibir nya yang di cium Erlan barusan.
''Mau lagi,'' bisik Erlan yang menyadarkan Putri dari keterkejutan nya.
''Ich, resek banget sich kak Erlan,'' Gumam nya memukul lengan suaminya.
Erlan terkekeh dan membawa istri nya ke meja makan, di mana di sana sudah ada Pak Amin dan juga Bu Yuni yang sudah menunggu nya dari tadi.
''Harusnya kita nggak nungguin pengantin baru Pak,'' ledek Bu Yuni saat melihat Putri dan Erlan menuju meja makan.
''Apa'an sich Bu,'' Ucap Putri yang menarik kursi lalu menduduki nya.
Erlan hanya menahan tawa nya, karena ini semua tak luput dari kelakuan Erlan yang nyosor tiba-tiba.
__ADS_1
(Bebek kali nyosor 😁😁✌)
*-*-*-*-*-*-*-*-*
*Keesokan harinya*
Pagi pagi sekali Putri sudah bangun dari tidurnya, dia menyibak selimut nya perlahan dan menurunkan tangan suaminya yang melingkar di pinggang Putri, setelah nya Putri bergegas menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu dan melaksanakan sholat subuh.
Sedang kan di dapur, Bu Yuni sudah bertempur di depan kompor, menyiapkan makanan untuk sarapan pagi nya, dan Bu Yuni juga membuatkan bekal untuk Putri yang akan berangkat pagi ini ke Jakarta.
Putri yang sudah selesai sholat menghampiri sang Ibu yang sedang sibuk di dapur sendirian.
''Masak apa Bu?'' tanya Putri yang sudah ada di samping nya.
''Ini tumis kangkung dan tahu,'' Ucap Bu Yuni.
''Ayam goreng juga,'' Ujar Putri.
''Itu buat bekal kamu di perjalanan,''
''Nggak usah Bu, kalau lapar ya tinggal mampir di warung, kalau kayak gini kan yang ada malah ngerepotin Ibu,'' tutur Putri pada Bu Yuni.
''Terserah Ibu saja dech kalau kayak githu,'' Gumam nya membantu Bu Yuni membersihkan kangkung yang ia baru beli dari tukang sayur.
Keduanya sama-sama terdiam, hanya bunyi srang sring, srang sring yang terdengar di telinga Putri.
''Ibu, maafkan Putri ya kalau selama ini Putri banyak salah sama Ibu dan juga Bapak. Maafkan Putri juga kalau belum bisa membahagiakan Ibu dan Bapak,'' lirih nya.
''Ngomong apa sich Ndok, seharusnya Ibu yang berterima kasih pada kamu, sudah benerin rumah ini sehingga menjadi layak untuk di tinggali, Ibu bersyukur banget sudah mempunyai Puteri sebaik kayak kamu,'' Ucap nya memeluk Putri.
''Ibu, ini kan juga rumah Putri, jadi sudah seharusnya Putri ikut benerin rumah ini,'' tutur Putri.
''Sudah, nggak usah sedih sedihan kayak gini, nggak selesai selesai masak nya kalau kayak gini terus,'' tukas Bu Yuni melanjutkan memasak nya.
Setelah semua nya selesai dan tersaji di meja makan, Putri berjalan menuju kamar nya untuk membangunkan suaminya, karena dia tadi keluar dari kamar, sang suami masih terlelap dalam tidurnya.
Putri membuka pintu dan di atas ranjang nya tak nampak sang suami.
__ADS_1
''Kemana dia,'' bisik Putri melangkah masuk.
Putri terkejut karena Erlan tiba-tiba menyapa Putri. ''Dari mana sayang?'' tanya Erlan menegadah, karena Erlan baru selesai dari rutinitas tiap harinya.
''Astaghfirullah hal adzim,'' Ucap Putri kaget.
''Yah di kira setan kali yang nyapa,'' celetuk Erlan.
''Bukan githu Kak, Putri hanya kaget saja, tadi aku kita kak Erlan lagi keluar githu,'' sahutnya menghampiri sang suami dan mencium tangan suami nya.
Kegiatan seperti itu Putri lakukan sejak dia menyandang status istri dari Erlangga.
Erlan membalas mencium pipi sang istri dan tersenyum melihat wajah polos Putri yang tanpa make up.
''Kak Erlan sudah mandi?'' tanya Putri pada suami nya.
''Sudah barusan, kenapa? kamu mau ngajak Mas mandi lagi ya,'' goda Erlan yang membuat Putri merasa malu dan canggung.
''Apa sich kak? Putri kan cuma bertanya saja, ya sudy kalau kak Erlan sudah selesai mandi, keluar duluan saja Putri mau mandi dulu dan setelah itu mau sarapan juga,'' Ucap Putri melangkah pergi dengan pipi merona nya.
Erlan nampak tersenyum melihat sang istri masih malu malu padanya. Padahal mereka berdua sudah lama banget tunangan nya, namun rasa canggung dan rasa malu selalu bersemayam di diri Putri yang emang pemalu.
Erlan mengambil baju dan langsung memakainya dan bersiap untuk keluar dari kamar nya setelah selesai berganti baju. Namun Erlan mengurungkan niatnya ketika melihat sang istri keluar dari kamar mandi dengan handuk saja yang menempel di badannya.
Putri tak menyadari kalau suaminya masih ada di dalam kamar, makanya dia dengan santainya berjalan menuju lemari pakaian nya.
''Sayang?'' Ucap Erlan dengan nada serak nya, dan langsung memeluk Putri istri nya.
''Kak, jangan gini dong,'' sahut Putri merasakan hawa panas sekaligus juga takut kalau Erlan meminta haknya sekarang.
''Sayang, kamu mencoba menggodaku dan sekarang kamu nggak mau tanggung jawab,'' kata Erlan menenggelamkan kepalanya di curuk leher istri nya.
''Putri bukannya mau menggoda kak Erlan, Putri lupa nggak bawa baju ganti ke kamar mandi, hanya handuk ini saja yang Putri bawa tadi,'' jawab Putri dengan nafas beratnya.
Erlan terus saja mencium leher sangat istri, tak lupa Erlan memberi tanda merah di leher istri nya.
''Kak Erlan nggak boleh gitu, ibu sudah nunggu kita di luar,'' Ucapnya melepaskan pelukan suaminya.
__ADS_1
BERSAMBUNG